Waktu Baca: 3 menit

Shockkah anda membaca judul artikel ini? Saya bukan ahli analisa saham, apalagi pebisnis dengan omzet Milyaran Rupiah. Oleh karena itu, boleh dibilang kata kata saya tadi itu pepesan kosong. Masa jangan beli rumah? Yes, tepat, kalau pernyataan tadi memang saya yang mengatakan. Nah, bayangkan kalau yang mengatakan ini adalah seorang artis senior dan bahkan seorang komisaris berbagai perusahaan ternama? Wah, bobot pernyataan ini jelas berbeda. Mari kita gali lebih dalam.

Pandu Patria Sjahrir Ogah Beli Rumah

            Pernyataan ini ia sampaikan pada video mentoringnya di aplikasi ‘Kuncie’ yang baru saja diluncurkan. Patria mengaku di umur 30an saja ia belum membeli rumah. Menurutnya, rumah ini adalah aset yang mematikan. Menurutnya, jangan beli rumah kalau anda belum benar benar siap.

Ia mengatakan, rumah bisa menjadi beban bagi dirimu. Anda perlu mencicil untuk membeli rumah sementara penghasilan anda tidak tetap. Selain itu, rumah juga memerlukan perawatan berkala. Sudah begitu, saat dibutuhkan, rumah tidak bisa segera dirubah menjadi aset yang liquid.

“Kalau lagi butuh uang, anda bisa saja menjual rumah anda 20 persen di bawah harga pasar,” kata pria yang menjadi komisaris di berbagai perusahaan ternama ini.

Sophia Latjuba juga Ogah Beli Rumah

            Artis yang melanglang buana selama tiga dekade ini juga enggan memiliki rumah. Menurutnya, harga rumah di Jakarta sudah terlalu mahal. Bahkan, ia membandingkan harga rumah di Jakarta dengan di Beverly Hills yang ternyata sebelas dua belas. Ia merasa sayang membelanjakan uangnya untuk membeli rumah di Jakarta. Ia jauh lebih menikmati gaya hidup nomaden.

Pengalaman Saya Sendiri

            Di awal tahun 2020, saya sempat menanyakan kemungkinan untuk membeli rumah. Ternyata, banyak rumah memiliki harga yang sangat mahal dan tidak memiliki kualitas sepadan. Ada rumah yang akses jalannya terbatas. Ada juga rumah yang ukurannya terlampau kecil. Selain itu juga, pembayaran dengan kredit juga beresiko membebani kita dengan bunga. Dengan demikian, saya memilih menutup kemungkinan membeli rumah dalam waktu dekat.

Saya sendiri sempat membaca artikel salah satu dari pengusaha ayam goreng ternama di Jogja, ternyata ia juga memutuskan untuk menunda pembelian rumah. Heran juga saya, padahal ia memiliki banyak outlet, ada apa gerangan?

Nampaknya ya kembali ke masalah itu lagi: biaya investasi dan ROI alias Return of Investment dalam membeli rumah tak sebanding dengan keruwetan saat memiliki rumah. Pusing juga ya memikirkannya.

Baca juga : Bingung caranya bikin usaha? Yuk, beranikan ajukan Pinjaman Super Mikro

Alternatif Dari Membeli Rumah

            Saya lebih tertarik membeli aset berupa apartemen. Selain lingkungan yang sudah didesain sedemikian rupa, perawatan aset apartemen jauh lebih mudah. Dengan harga yang mirip, kita juga bisa mendapatkan fasilitas yang jauh lebih baik. Apalagi, di dalam apartemen kita pasti telah memiliki orang orang yang siap sedia membantu kita. Lagipula, ketika kita membutuhkan uang, lebih mudah menyewakan apartemen daripada rumah.

Namun, banyak orang Indonesia masih skeptis dengan investasi pada apartemen. Rasanya mungkin aneh saja, memiliki rumah tapi kok tidak memiliki tanahnya. Nah, aspek kepemilikan apartemen akan kita bahas di lain waktu.

Baca Juga : Bukan berarti anda tidak bisa membeli rumah, namun ada caranya!

Terus Uangnya Diapain?

            Kata kuncinya adalah uang harus diinvestasikan pada investasi yang ROInya tinggi dan cepat. Pandu Sjahrir misalnya memilih menginvestasikan uangnya di saham. Namun, ia tidak asal membeli saham. Ia mengaku banyak membaca laporan keuangan perusahaan di Indonesia. Totalnya ada 350 laporan keuangan! Menurutnya, di Amerika Serikat, laporan keuangan memiliki ketebalan dan kerumitan yang jauh lebih njlimet. Ia menyebut laporan keuangan di Indonesia masih mudah dibaca.

Selain saham, ada banyak instrumen lain yang juga menarik. Anda bisa memanfaatkannya. Saya misalnya menggunakan surat berharga negara dan reksa dana untuk berinvestasi. Selain tidak memiliki biaya perawatan, nilai bunga yang ditawarkan juga cukup baik. Bisa sekitar 6% dan kita tidak perlu mengkhawatirkan adanya biaya perawatan tambahan. Tapi ya jangan lupa, anda harus cermat memilih reksadana yang ingin anda beli.

Lalu, bagaimana kalau kita tetap kepengen membeli rumah? Saya kira tidak ada salahnya karena membeli rumah juga bisa menjadi investasi yang berharga di masa depan. Namun, saat anda membeli rumah, anda juga harus memposisikan diri sebagai orang yang akan menjual rumah anda pada suatu saat nanti. Cermati juga kemungkinan tanah yang akan anda beli mengalami masalah hukum atau tata ruang kota. Tanah yang bermasalah akan lebih sulit memikat calon pembeli.

Pada akhirnya, berinvestasi adalah soal pilihan anda sendiri. Anda bisa menentukan apa yang terbaik untuk anda selama anda melakukan analisa dengan tepat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here