Waktu Baca: 5 menit

Banyak jurusan kuliah yang sebenarnya tidak berguna dan membuang waktu. Jurusan kuliah ini sebenarnya tidak praktikal dan belajar mengenai jurusan kuliah ini membuang waktu, tenaga dan investasi. Bukannya ilmunya tidak penting, tapi kita mending mempelajari hal yang lain begitu. Kalau kita terlalu fokus, malah kita yang rugi. Bisa dikatakan tipe jurusan ini bener bener jurusan kuliah yang membuang uang.

Lha kalau sudah terlanjur masuk jurusan kuliah yang membuang uang ini terus bagaimana? Bukan berarti anda harus pindah jurusan karena ini juga bukan merupakan sebuah solusi. Siapa tahu anda keluar dari mulut buaya masuk mulut harimau. Sama sama berbahaya dan bau jigong, tapi ‘kan mulut buaya lebih luas gitu  lhoh.

Kalau menurut saya, jika anda telah memilih jurusan kuliah yang membuang uang, anda harus mengelola energi, uang dan pikiran anda. Mengelola maksudnya bagaimana? Ya, kita harus menyadari bahwa jurusan kuliah anda adalah beban untuk anda dan ibarat usaha jangan sampai membuat anda merugi. Anda harus tetap lulus tapi jangan sampai jurusan kuliah ini merampas masa depan anda.

Bagaimana kalau harus drop out dari kuliah? Ya, kalau anda benar benar merasa jurusan kuliah ini tidak berguna, ya mending drop out saja. Tapi izinlah dengan orang tua kalian baik baik dan anda harus yakin seyakin yakinnya anda bisa bertahan hidup tanpa gelar sarjana.

Jika anda tak memiliki gelar sarjana, anda bisa mempertahankan hidup anda dengan gampang gampang susah. Susahnya, banyak lowongan kerja mengharuskan anda memiliki gelar sarjana. Gampangnya, cari uang gak perlu dengan kerja orang lain. Selain itu, perusahaan yang benar benar bonafid sudah menyadari bahwa gelar sarjana tidak menjamin kepintaran seseorang.

Nah, langsung saja kita membahas, jurusan kuliah yang membuang uang itu apa saja? Jawabannya, karena terlalu banyak, saya juga tidak mampu membuat listnya. Kalau saya tulis listnya, malah jatuhnya saya diserang banyak pengusaha pendidikan. Namun, setidaknya, saya akan memberikan anda rambu rambu jurusan kuliah yang membuang uang.

Tidak Menjanjikan Pekerjaan

            Kalau anda akan kuliah di suatu jurusan, cobalah bertanya peluang pekerjaan di bidang tersebut. Jangan mudah percaya dengan janji bahwa suatu universitas memiliki ranking Webometrics yang luar biasa. Webometrics itu hanya menilai kampus dari kualitas aktivitas mereka di dunia internet. Ibarat selebgram, universitas yang nilai Webometricsnya bagus itu ya cuma followersnya banyak, feed dan storynya oke, namun belum tentu bisa menolong anda.

Mungkin anda sering melihat iklan BSI. Banyak juga yang suka meremehkan BSI bahkan mentertawakan universitas yang cabangnya ada dimana mana ini. Tapi, tahukah anda bahwa banyak lulusan BSI langsung mendapatkan pekerjaan? Bukankah fungsi kuliah itu ya untuk mendapatkan pekerjaan?

Saya justru sering melihat kawan kawan saya kuliah di universitas ternama dengan jurusan yang katanya ‘favorit’ tapi masih menganggur. Hal ini terjadi karena sejak awal kuliah, teman saya tidak pernah bertanya mengenai peluang kerja setelah lulus dari sebuah jurusan. Setelah wisuda dan foto foto, eh ternyata tidak mendapatkan apa apa. Mereka membiarkan anda bertahan hidup dengan kemampuan (dan keberuntungan) anda sendiri.

jurusan kuliah yang membuang uang
Stanford konon berani menjanjikan lulusannya pasti bergaji di atas ratusan juta
Baca juga : Jangan mau dipaksa beli rumah, ada cara lain mengelola uang anda
Menawarkan Pekerjaaan, Tapi Tidak Realistis

            Iya, jurusan anda menawarkan pekerjaan, tapi tidak realistis. Supaya tidak terlalu kemana mana, saya menggunakan diri saya sebagai contoh. Saya berkuliah di jurusan Hubungan Internasional. Nilai saya bagus saat lulus. Untuk ukuran anak HI, saya tidak begitu buruk. Namun, saya menyesal kuliah di jurusan ini. Ya ada sedikit penyesalan. Pasalnya, peluang kerja di jurusan ini tidak masuk akal.

Kuliah di Hubungan Internasional itu berarti anda mempelajari bagaimana caranya menjadi diplomat. Pada kenyataannya, peluang kerja untuk masuk kementerian luar negeri sangat kecil bahkan kadang ada tahun dimana lowongan itu tidak dibuka. Selain itu, anggaran Kemenlu di Indonesia termasuk yang terkecil dibandingkan dengan kementerian lain. Kalau berbicara mengenai untung rugi, ya istilahnya peluang anda balik modal dari kuliah Hubungan Internasional itu cukup miris.

Banyak kawan HI yang akhirnya berkarir di bidang perbankan, e-commerce dan bidang lainnya. Kadang saya berpikir, kalau ujung ujungnya saya mau jualan roti dan panganan, ngapain saya mempelajari politik di Afrika Tengah gitu lho? SKS itu mahal bung!

Baca juga : Jago komunikasi penting dalam usaha, inilah sosok yang berpengaruh

Tidak Praktikal

            Teman saya ingin menjadi seorang pebisnis, maka ia berkuliah di jurusan bisnis. Namun, ia hanya mendapatkan banyak teori dan tidak pernah memiliki kesempatan untuk mempraktikannya. Setelah lulus, ia bekerja di bank dan ilmunya di jurusan bisnis terasa sia sia.

Jangan salah paham. Saya merasa kuliah di jurusan bisnis masih sangat menjanjikan. Akan tetapi, anda harus berhati hati dengan kampus dan kurikulum yang anda ambil. Ketika mengambil kuliah jurusan bisnis, ambillah kampus yang menawarkan kerja praktik langsung.

Artikel ini tidak disponsori kampus manapun, tapi saya menyebut universitas Prasetya Mulya sebagai salah satu sekolah bisnis terbaik. Pasalnya, kampus ini menawarkan peluang bagi anda untuk menguasai kemampuan yang praktikal dan tidak hanya berhenti di tataran teori saja.

Sebelum anda memilih sebuah jurusan, anda harus kritis pada kurikulum yang ditawarkan kampus tersebut. Jangan sampai anda malah mempelajari hal yang tidak berguna dan membuang energi dan waktu anda.

Bergelar S2 hebat, punya uang banyak lebih hebat
Jebakan ‘Harus Sarjana’

            Setelah anda lulus dari SMA, anda harus memutuskan kuliah dimana dan menjadi sarjana. Apakah betul? Salah! Inilah jebakan mindset yang sering terjadi karena anda mengharuskan diri anda menjadi sarjana. Padahal, anda tidak harus kuliah empat tahun dan mengerjakan skripsi sampai mual.

Sebaliknya, banyak pendidikan alternatif di luar sana yang jauh lebih menjanjikan daripada menjadi sarjana pengangguran. Jangan sampai anda ingin menjadi mahasiswa, tapi pas lulus anda terdegradasi menjadi pengangguran.

Mindset anda harus berubah. Anda belajar dan menginvestasikan uang, waktu dan usaha untuk pendidikan yang menghasilkan pekerjaan dan balik modal. Kalau anda kuliah cuma untuk keren kerenan, wah anda tidak dewasa.

Jangan berpikir bahwa hidup anda menjadi sempurna ketika berkuliah di jurusan favorit di kampus negeri atau swasta ternama. Percayalah, senangnya cuma sampai di tataran: “Oh, gini doang”. Anda harus mencoba untuk bersikap realistis.

Seorang teman lulus dari SMA ternama dan memilih untuk kursus masak selama enam bulan. Sempat menjadi target nyinyir banyak pihak, sekarang gajinya sudah melebihi banyak sarjana.

Teman yang lain memutuskan drop out dari jurusan manajemen sebuah kampus swasta ternama di Bandung. Sekarang usahanya sudah cukup untuk memberangkatkan keluarganya ke Eropa.

Prinsipnya: Kuliah adalah Investasi Yang Harus Balik Modal!

      Anda harus menyadari bahwa kuliah bukanlah proses yang natural. Anda boleh memilih meski orang tua anda akan mencak mencak. Sebelum orang tua anda memaksa anda kuliah, anda harus menanyakan berapa ROI dari kuliah yang anda ambil. Apakah memutuskan kuliah di suatu jurusan menjanjikan investasi yang menguntungkan? Atau malah membuat anda membuang waktu dan energi.

Ingat, uang bisa anda mencarinya, tapi waktu dan energi? Itu adalah sesuatu yang terbatas. Anda harus menjadi manusia efisien dan efektif demi memaksimalkan potensi dan keberuntungan anda. Jangan sampai anda terjebak pada suatu mekanisme sosial atau kapitalisme pendidikan yang menjadikan anda sebagai obyek semata.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here