Waktu Baca: 2 menit

Jangan salah sangka lho, ya. Tanggal 1 Juni itu adalah peringatan hari lahir Pancasila, bukan hari kesaktian Pancasila. Kita tidak perlu bahas tentang proses lahirnya Pancasila, karena sejatinya konten di dalam Pancasila itu memang lifestyle kita berabad-abad lamanya sebagai bangsa +62. Justru yang perlu kita lihat lagi adalah esensi perayaan lahirnya Pancasila untuk konteks jaman ini. So, bagaimana kita merayakan Pancasila di 2021 ini?

Kemarin (1/6/2021) Presiden Joko Widodo dalam amanat upacara peringatan hari lahir Pancasila menyampaikan soal bahaya ideologi transnasional. Beberapa diantara kita bahkan tidak sadar sedang menghidupi ideologi transnasional. Bahkan mungkin baru tahu bahwa ideologi transnasional itu rivalnya Pancasila. Apakah kalo kita sempat mencicipi ideologi transnasional lantas kita harus kembali ke Pancasila? Tentu saja. Di mana bumi berpijak, di situ langit dijunjung.

Baca juga : De-Globalisasi Hari Ini Bukan Karena Corona

 Kenapa harus Pancasila?

Cara terbaik untuk bisa merayakan dan mensyukuri Pancasila adalah dengan mencecap kehidupan di luar negeri, hidup bersama bangsa-bangsa lain. Ya secara common sense, konten Pancasila itu baik adanya. Tidak ada yang kelihatannya jadi masalah. Kita bisa menganggap Pancasila itu baik-baik saja ya karena kita kelamaan tinggal di Indonesia. Begitu kita tinggal di luar negeri, kita akan sadar bahwa tidak ada Pancasila di luar Indonesia.

Komposisi semangat dari lima sila itu memang khas Indonesia. Begitu negara lain mencoba untuk mengadopsi Pancasila dan diterapkan di negara lain, ternyata nggak bisa. Nggak cocok dengan konteks setempat. Kalau pun kita di situasi sebaliknya, artinya mencoba mengadopsi ideologi bangsa lain untuk diterapkan di Indonesia, rasanya jadi ganjil.

Ambil satu contoh ideologi orang Perancis dengan Liberte, Egalite, Fraternite. Begitu kita coba pakai semangat egaliter, kita bisa dijitak sama masyarakat adat. Kita nggak bisa bersikap egaliter pada para sesepuh kampung. Jelas mereka harus dihormati secara lebih. Dan orangtua jelas susah diajak bersikap egaliter dengan remaja-remaja. Coba aja kita panggil bapak kita masing-masing dengan nama, tanpa disertai sebutan papa, bapak, ayah, atau pakne. Udah pasti kita dianggap kurang ajar.

Coba kita pakai semangat rakyat Amerika Serikat, yaitu liberalisme alias kebebasan. Susah juga diterapkan. Kita warga Indonesia adalah manusia yang masih butuh banyak peraturan dan butuh diatur. Begitu dibebaskan, jadilah seperti kasus pengendara motor masuk jalur sepeda, dan pengendara sepeda menguasai jalan raya.

Gunanya ideologi

Ideologi itu sebetulnya menentukan mindset kita tentang dunia, tentang cara berbangsa dan bernegara. Sebetulnya ideologi itu bukan barang rumit yang hanya dipelajari mahasiswa filsafat. Setiap orang sudah pasti butuh dan harus punya ideologi. Ideologi ini jugalah yang menentukan cara pandang kita terhadap bangsa lain. Kalo orang punya ideologi yang ngaco, maka dia pun berpotensi mengacaukan masyarakat kita.

Pancasila itu barang penting banget. Namanya saja dasar negara, maka lima hal itulah yang mendasari eksistensi bangsa kita dan negara kita.  Namanya juga dasar negara, maka itu menentukan setiap regulasi turunannya, mulai dari UUD 1945 sampai ke peraturan daerah yang mengatur cara hidup kita sebagai masyarakat Indonesia.

Hafal Pancasila ?

Hafal kata-kata Pancasila itu emang penting, tapi jauh lebih pokok lagi kalo kita bisa menunjukkan jiwa sebagai Pancasilais.  Sila ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan itu sebenarnya bukan barang yang abstrak. Karena Pancasila berangkat dari kehidupan konkret bangsa kita, maka dalam keseharian kita sudah otomatis menghidupinya..Banyak hal sederhana yang bisa jadi tanda bahwa kita memang manusia Pancasilais. Misalnya aja, rajin sembahyang dan sekaligus rajin menolong orang lain. Mau ngurusi kehidupan sosial politik masyarakat itu boleh, tetapi di satu sisi tetap bermimpi untuk menjaga kesatuan dan persatuan masyarakat. Masih banyak contoh-contoh lain dalam tindakan konkret kita sehari-hari.

Selamat merayakan Pancasila di 2021.

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here