Waktu Baca: 2 menit

Dikutip dari sebuah LSM di Gunung Kidul yaitu Inti Mata Jiwa (IMAJI), tercatat ada sekitar 30-an kejadian bunuh diri yang terjadi setiap tahunnya. Mengapa bisa terjadi? Apakah ada sangkut pautnya dengan mitos mengerikan di Gunung Kidul? Sebuah kisah rakyat yang disebut sebagai Pulung Gantung?

 

Pulung Gantung dikenal sebagai suatu kepercayaan yang masih bertahan kuat di banyak wilayah di Gunung Kidul, terutama di pelosok-pelosok desa terpencil. Berdasarkan beberapa kesaksian dari masyarakat sekitar, Pulung Gantung sering dijumpai dalam bentuk pijar bola api yang gentayangan di tengah malam dan dipercayai sebagai isyarat kematian. Mengerikan ya?

Ngobrol Dengan Warga Sekitar

      Ketika saya bertanya kepada seorang kawan yang berasal dari Gunung Kidul, sebut saja Divi, ia pun masih mempercayai keberadaan Pulung Gantung karena ada berbagai kasus yang masih saja terus terjadi di daerahnya. Nah, pasti dalam pikiran kita muncul pertanyaan mengapa seseorang bisa bunuh diri akibat Pulung Gantung(?).

    Setelah membaca beberapa berita dan menyaksikan channel Youtube yang membahas hal ini, saya mengambil kesimpulan. Kesimpulan yang saya ambil adalah keadaan kosong terutama karena pikiran sedang kalut menjadi penyebab masalah ini. Penyebab pikiran kalut di antaranya adalah karena masalah ekonomi, hubungan yang tidak lancar dan seterusnya.

Baca juga : Kisah Sekolah Tumbal

Dasar Mitos Mengerikan di Gunung Kidul Ini

Sukir, seorang tokoh masyarakat di Gunung Kidul mengatakan bahwa ada cerita terkait mitos Pulung Gantung yaitu cerita terkait pelarian seorang penguasa Majapahit terakhir yaitu Prabu Brawijaya V yang sampai di Gunung Kidul. Ketika prajurit-prajuritnya mendengar bahwa Brawijaya V berada di Gunung Kidul, maka mereka menyusulnya. Namun, ketika sampai, para prajurit tidak dapat menemukan Brawijaya V karena Brawijaya V moksa.

Moksa adalah meninggal dunia tanpa meninggalkan jasad alias menghilang tanpa jejak. Para prajurit berpikir dan berkesimpulan bahwa untuk mencapai moksa, mereka harus gantung diri. Namun, gantung diri ternyata bukan jalan mencapai Moksa. Akhirnya para arwah gentayangan ini memilih untuk mencari ‘korban baru’ terutama yang memiliki pikiran kosong.

Baca juga : Pesona Charles Manson Yang Berbahaya

Pelajaran Moral

Setelah tahu sejarah dan penyebabnya, apa yang dapat kita pelajari dan ambil hikmahnya? Untuk awal, cobalah mempercayai iman dan mengandalkan petunjuk dari Tuhan.

Maksudnya mengandalkan Tuhan itu bagaimana? Sebagian orang berpikir bahwa mengandalkan Tuhan berarti bergantung total kepada Tuhan. Menyerahkan semua persoalan hidup yang menyangkut pemenuhan kebutuhan jasmani kepada Tuhan. Tuhan yang bekerja, manusia cukup bersantai-santai. Pemahaman tersebut tentu tidak tepat. Mengandalkan Tuhan dengan benar berarti menjadikan Tuhan sebagai satu-satunya sumber kebahagiaan, satu-satunya yang kita inginkan. Tanpa Tuhan, kita tak berdaya. Bersama Tuhan, kita merasa cukup. 

Selain itu, kita juga bisa belajar dari Jepang, yang disebutkan oleh seorang sosiolog dari University of Tokushima, Kayoko Ueno sebagai nation of suicide atau bangsa yang suka bunuh diri. Dalam budaya Jepang, mengeluh merupakan hal yang tabu dan tidak umum untuk dilakukan. Maka dari itu, orang seringkali lebih memilih untuk menyimpan permasalahan. Mereka berusaha menghadapi dengan kepayahan dan malah mengalami depresi.

Jika anda mengalami depresi, anda harus mencari teman untuk membagi cerita. Jangan menyimpan masalah seorang diri. Sambat bukan hal memalukan. Kita sebagai manusia jangan menyimpan hal hal yang memberatkan seorang diri.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here