Waktu Baca: 3 menit

Detectives_id kembali menggelar diskusi seputar dunia kriminal. Kali ini mereka membahas tokoh kriminal karismatik dari Amerika Serikat, Charles Manson. Tokoh Charles Manson ini sempat muncul dalam dua film penting. Yang pertama adalah ‘Once Upon a Time in Hollywood’ dan yang kedua adalah ‘Mindhunters’. Uniknya, pemeran Charles Manson dalam dua seri itu sama, aktor Australia Damon Herriman. Bisa dibilang Charles Manson ini tokoh yang menarik untuk dibahas. Meski begitu, Charles Manson tidak bisa dijadikan suri teladan. Pesona Charles Manson yang berbahaya adalah teror di masanya.

Lalu apa saja informasi menarik yang saya dapat ketika mengikuti diskusi ini? Yuk, kita bahas.

Mengenal Charles Manson

            Mengganggap Charles Manson sebagai pembunuh berbahaya adalah sebuah label yang cukup kontroversial. Charles Manson tidak membunuh langsung korbannya. Ia hanya mengarahkan para pengikutnya untuk melakukan tindakan tindakan berbahaya.

Ia memang menarik. Perkumpulannya yang legendaris dikenal sebagai ‘The Manson Family’. Mereka tinggal di ranch atau rumah peternakan di San Fernando Valley, California. Para pengikutnya mempercayai dia sebagai manifestasi Yesus Kristus. Mereka memang melihat mukjizat dalam diri Charles Manson. Namun, mukjizat itu tidak terjadi secara betulan.

Kebanyakan mukjizat yang dilihat oleh anggota Manson Family berasal dari pengaruh narkoba jenis LSD yang mereka konsumsi hampir tiap hari.

Baca juga : Saatnya serius dengan kesehatan mental

Ajaran Charles Manson
Manson Family Seperti Digambarkan dalam film

            Entah bagaimana Charles Manson mempercayai bahwa akan terjadi perang ras besar antara kelompok kulit putih dan kulit hitam di Amerika Serikat. Ia mengaku mendapatkan inspirasi dari lagu Helter Skelter milik grup band The Beatles.

Secara garis besar, Charles Manson mendapatkan keuntungan dari kondisi sosial politik di tahun ‘60an. Pada saat itu muncul kaum hippies yang merupakan anak anak muda tersesat yang mencari jati diri. Ajaran Charles Manson yang radikal dan sensasional terasa menarik bagi mereka. Maka dari itulah mereka memutuskan mengikuti Charles Manson.

Baca juga : Kisah horor dalam sebuah sekolah

Puncak Kegilaan Charles Manson

            Obsesi Manson terhadap perang ras berimbas pada berbagai aksi kriminal. Pengikut Charles Manson melakukan pembunuhan orang-orang di Los Angeles dengan tujuan mempercepat terjadinya perang ras. Manson akhirnya merencanakan pembunuhan kepada beberapa target kaum kulit putih. Tujuan Manson adalah melemparkan kesalahan kepada kaum kulit hitam agar masyarakat terprovokasi.

Pada tahun 1969, Manson merencanakan serangkaian pembunuhan tanpa perlu turun tangan langsung. Di sisi lain, ia memerintahkan Tex Watson, Susan Atkins, dan Patricia Krenwinkel, serta para pengikut sekte lainnya untuk membunuh Sharon Tate dan pengusaha supermarket terkenal Leno LaBianca beserta istrinya.

Modus yang digunakan Manson dan sektenya setiap kali melakukan pembunuhan terhadap orang putih ialah dengan menyiksa sekeji-kejinya hingga korban terbunuh dan meninggalkan berbagai petunjuk palsu. Hal ini ditujukan agar publik mencurigai kaum kulit hitam.

Sharon Tate dalam film karya QT
Darimana Charles Manson Belajar Mempengaruhi Orang Lain?

            Charles Manson ternyata suka membaca buku. Salah satu buku yang ia baca merupakan buku pengembangan diri terkenal karya Dale Carnegie,  How to Win Friends and Influenced People. Dari buku legendaris ini ia belajar cara membuat orang melakukan keinginannya.

Selain karena teknik dari Dale, Manson yang memiliki masa kecil rumit memiliki pesona bagi banyak orang. Banyak orang bermasalah melihat Manson sebagai sosok relasi yang kuat. Mereka banyak mendengarkan Manson dan mengira Manson menganggap mereka lebih dari keluarga.

Manson Manson Berikutnya

            Akankah ada Manson berikutnya? Pertanyaan ini membuat kita merasa bergidik tentu saja. Tim Redaksi Pakbob.id pernah membahas ini dalam sebuah obrolan ringan. Mayoritas dari kami mempercayai bahwa kemungkinan itu ada.

Pada masanya Charles Manson memberikan jalan di tengah keputus-asaan masyarakat. Sayangnya, Charles Manson memberikan jalan yang sesat. Pesona Charles Manson yang berbahaya malah menjerumuskan mereka.

Kini masyarakat modern juga berada di tepi kesulitan. Mereka bisa jadi melakukan hal hal yang berbahaya untuk lepas dari rasa putus asa. Semoga saja sebagian besar dari masyarakat kita tetap memilih untuk menghindari jalan kriminalitas.

 Editor : Ardi Pramono

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here