Waktu Baca: 3 menit

 

Judul asli review Prikphun Manaw ini sebenarnya restoran Thailand yang paling Thailand di Indonesia. Namun, jujur saja saya merasa khawatir. Saya belum pernah mencicipi semua restoran Thailand di Indonesia. Takutnya—ya—saya ‘kan masih manusia ya, saya ternyata salah. Siapa tahu di Indonesia ini memiliki restoran Thailand yang jauh lebih Thailand daripada Prikphun Manaw. Namun, sejauh ini, rumah makan Thailand yang otentik yang pernah saya kunjungi ya Prikphun Manaw.

Yuk, kita review Prikphun Manaw dan beberapa menu andalannya. Kalau mau jujur, Prikphun Manaw ini rumah makan yang unik. Bagaimana tidak? Tiap hari, iya, tiap hari menunya berubah rubah. Selain menunya yang berubah tiap hari, anda tidak bisa langsung datang kesini dan mendapatkan meja. Lho kenapa? Sebab antrean di sini itu mengular saudara saudara. Bisa dikatakan ini salah satu rumah makan khas Thailand nomor satu di Kelapa Gading.

Jika ingin menyantap hidangan di Prikphun Manaw, anda harus memesan terlebih dahulu via Whatssapp. Setelah itu, mereka baru akan mengkonfirmasi kursi untuk anda. Barulah anda bisa menikmati hidangan setelahnya di jam jam yang telah ditentukan. Cukup ribet ya? Tapi percayalah pengalaman menyantap hidangan di sini sesuai dengan perjuangannya.

Bahan Seafood Yang Segar

            Kata pertama saat saya akan menulis review Prikphun Manaw ini adalah bahan yang segar. Seperti quotes dalam film Rattatoulie, bahan menjadi inti dari rasa masakan itu sendiri.

Saya tidak tahu apakah pemilik Prikphun Manaw ini pernah menonton film tikus jago masak itu atau enggak, tapi memang bahan bahan di restoran ini sangat segar. Ia misalnya menolak menyajikan kepiting yang ukurannya tidak pas atau terlalu kecil. Ia juga menghadirkan Tiger Prawn dengan ukuran jumbo dan dagingnya masih kenyal dan tidak berbau.

Selain udang, ia juga menyajikan kerapu goreng khas Phuket yang disiram dengan bumbu asam, manis, gurih dengan perpaduan rasa kaya dan lezat. Daging ikannya renyah di luar, tapi empuk di dalam.Untuk mendapatkan tekstur seperti ini tidak mudah karena harus bisa mengontrol api dengan baik. Cukup panas untuk merenyahkan ikan, dan tak terlalu panas untuk memastikan daging di dalamnya matang sempurna dan tetap empuk.

review prikphun manaw

Baca juga : Kami menemukan sop iga uenak di Jogja, murah lagi

Rasa Otentik Bumbu Thailand

Chef di Prikphun Manaw mempelajari betul rasa khas Thailand. Menyantap hidangan di Prikphun Manaw, saya merasa terbawa kembali ke masa masa saat saya tinggal di Bangkok. Masakan di Prikphun Manaw mewakili rasa rasa di jalanan kota Bangkok yang sibuk namun kaya akan kesan.

Saya melihat bahwa restoran ini tidak segan segan membawa rasa asam Thailand yang malah dihindari oleh banyak restoran Thailand di Indonesia. Rasa asam ini identitas Thailand dan rasanya tidak perlu dicabut dari akarnya atas nama ‘penyesuaian’.

Namun, saya melihat bahwa chef tetap melakukan penyesuaian dengan tidak memaksakan rasa pedas yang terlalu menggigit. Mungkin karena di Indonesia, level rasa pedas Thailand sudah masuk next level.

Baca Juga : Jangan takut jajan di Malioboro, baca tipsnya!

Masakan yang bahkan belum pernah saya temui di Bangkok!

            Ya, mereka memilikinya. Namanya adalah ikan pari. Saya selalu penasaran dengan rasa ikan pari dan saya akhirnya mencicipinya. Ikan pari memiliki tekstur yang lembut dan hampir mirip daging kepiting dengan rasa yang lebih fishy.

Di sini, chef mengolahnya dengan perpaduan rasa asam, manis pedas nan unik yang dijamin akan membuat anda merasa puas.

Demikianlah tadi review singkat Prikphun Manaw. Daripada penasaran,bagi anda yang berdomisili di Jakarta, sudah saatnya anda mencicipi menu ini. Jangan lupa juga, bagi anda yang yakin (seyakin yakin)nya ada rumah makan Thailand yang lebih Thailand dari Prikphun Manaw, silahkan tinggalkan kommen di kolom komentar. Nanti akan kami sambangi.

Cao!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here