Si”Aneh” yang Menyelamatkan Jutaan Jiwa pada Perang Dunia 2

Waktu Baca: 4 menitKali ini aku akan menceritakan sebuah kisah nyata, perjalanan heroik seorang yang dianggap “aneh” oleh orang orang sekitarnya. Seorang jenius matematika yang sudah mendapat gelar doctor di bawah umur 27 tahun, dia berasal dari Inggris, dia bernama Alan Turing. Kisah ini aku ambil dari film “Imitation Game”, dimana Alan Turing diperankan oleh Benedict Cumberbatch sang aktor handal yang sudah memainkan banyak film hebat, salah satunya Doctor Strange.

 

Alan Turing digambarkan sebagai ilmuan egois dan tidak bisa bekerja sama. Saat itu tahun 1940, di mana Jerman baru saja menduduki Prancis, dan setelah Prancis? Tentu saja Inggris. Pemerintah Inggris tentu tidak tinggal diam, mereka melakukan berbagai macam cara, salah satunya dengan memecahkan kode dari Enigma.

 

Enigma adalah sebuah mesin, bentuknya seperti mesin ketik jadul, tetapi dari bentuk yang sederhana itu, tersalur pesan – pesan rahasia yang berisi rencana dan taktik penyerangan Jerman ke negara musuh. Memecahkan kode Enigma tidak semudah dari bentuk mesinnya, karena setiap hari pusat komando Jerman, merubah settingan mesin Enigma, padahal dalam sehari, ada ratusan juta kemungkinan pesan yang harus diuraikan. Enigma adalah kunci dari keberhasilan Jerman di semua pertempuran, baik melawan Rusia atau bahkan Sekutu. Pintu kejatuhan Nazi Jerman juga berasal dari Enigma, setelah mesin itu berhasil dipecahkan oleh Alan Turing and the gangs….

 

Enigma juga membawa Alan Turing untuk bergabung dengan tim rahasia bentukan pemerintah Inggris, yang berisikan ahli matematika dan tulisan yang dimiliki Inggris kala itu. Tim itu bekerja di Bletchey Park, sebuah pabrik radio, yang sebenarnya tempat rahasia pemerintah Inggris dalam memecahkan persoalan perang, salah satunya Enigma. Alan turing sedari awal bergabung dengan tim, percaya bahwa satu – satunya cara mengalahkan mesin Enigma yaitu dengan mesin, dia berkata “Mesin hanya bisa dikalahkan dengan Mesin”. Karena ambisinya itu tidak disetujui oleh kepala Bletchey Park dimana Alan Turing bekerja, akhirnya Alan melakukan hal gila.

Hal gila pertama yang Alan lakukan adalah mengirimkan surat pribadi ke Wiston Churchill, di mana saat itu Churchill menjabat sebagai Perdana Menteri Inggris. Surat Alan pun mendapat balasan positif dari Churchill. Churchill memberikan kekuasaan penuh kepada Alan untuk membangun mesin, yang pada kalangan akademisi sekarang disebut mesin universal pertama. Disebut mesin universal karena mesin itu bisa mengerjakan berbagai pekerjaan, sesuai yang sudah diatur atau diinstruksikan, dengan kata lain mesin universal adalah cikal bakal Komputer modern saat ini.

Alan saat pertama kali mendapat mandat memimpin timnya, dia langsung memecat semua ahli tulisan tangan, hal ini masuk akal, karena yang dilawan adalah mesin, yang mengeluarkan huruf ketikan, bukan huruf tulisan tangan. Teman – teman setim Alan tidak bisa berpikir sampai ke sana, sehingga mereka semua marah, dan ngambek tidak mau bekerja sama membangun mesin yang Alan impikan. Bukan ilmuwan jika tidak memiliki tekad yang kuat. Alan akhirnya membuka kontes lewat soal teka – teki silang yang dimuat pada koran nasional, dan siapapun yang bisa menyelesaikan soal di situ, mereka diundang ke sebuah pertemuan yang ternyata perekrutan anggota tim rahasia untuk memecahkan kode Enigma. Perekrutan menghasilkan 2 anggota baru, dan salah satunya adalah perempuan dengan double degree pada ilmu matematika, waw betapa cerdasnya perempuan itu.

 

Perempuan itu tidak diperbolehkan keluarganya untuk bekerja di Bletchey Park, karena takut banyak pria nakal di sana. Alan karena merasa membutuhkan bantuan dari perempuan itu, sampai harus berbohong kepada orang tua  sang perempuan, supaya dia bisa ikut bekerja bersama Alan. Perempuan itu juga yang berperan besar dalam menyatukan tim Alan Turing, supaya mereka mau membantu Alan untuk membuat mesin Universal

 

Fyi, dalam film ini, tim pembuat film terlihat sekali ingin menunjukkan fakta Alan Turing, yang menurut sebagian dari kita “aneh”, fakta bahwa Alan adalah seorang gay. Inggris pada periode itu, berbeda dengan sekarang, dulu inggris sangat melarang adanya LGBTQ, dan menyebut mereka sebagai ancaman nasional, sehingga pilihannya hanya 2, dipenjara atau mengikuti terapi, dengan minum obat guna mereduksi hormone seksual.

 

Fakta Alan seorang gay banyak ditunjukkan dengan scene saat dia di sekolah menengah atas. Dia memiliki teman akrab dan satu – satunya orang yang mau berteman dengan dia, karena sedari kecil Alan adalah seorang jenius, maka orang lain menganggap dia aneh, dan tidak ada yang mau berteman dengannya. Orang itu Bernama Christoper, dan nama Mesin buatan Alan dalam film Imitation Game, adalah  Christoper. Alan di dalam Imitation Game, belum sempat mengutarakan perasaannya kepada Christoper, karena dia meninggal saat liburan musim panas akibat tuberkolosis, padahal Alan sudah menyiapkan surat cinta yang ditulis dengan Bahasa kode, seperti yang seirng mereka gunakan. Nama Christoper tentu saja bukan nama asli dari mesin buatan Alan untuk memecahkan Enigma. Sejarah menyebutkan bahwa nama mesin itu adalah “BOMBE”. Nampak sekali tim pembuat film, ingin menonjolkan fakta lain dari Alan Turing, dan menyiratkan bahwa “Menjadi aneh, dan berbeda dari orang di sekitar kita bukanlah hal bodoh”.

 

Setelah berbulan – bulan Christoper tidak membuahkan hasil. Kepala Bletchey Park dan para investor geram, dan ingin menyita Christoper. Hal itu digagalkan oleh teman – teman se tim Alan yang membantu meredakan amarah kapala Bletchey Park dan para investor. Kepala Bletchey Park akhirnya memberi keringanan, Alan dan tim diberi waktu 3 bulan untuk membuat Chritoper bekerja, dan mereka berhasil. Mereka akhirnya berhasil memecahkan kode Enigma, Alan sangat senang karena Christoper dapat bekerja. Setelah mesin itu bekerja, Alan dan tim sekarang seperti Tuhan, mereka tau setiap letak musuh berada dan akan dikerahkan kemana mereka. Mereka benar – benar seperti Tuhan, mereka bisa memutuskan siapa yang akan selamat dan siapa yang akan dikorbankan selama perang dunia ke 2. Berkat kerja keras Alan Turing dan Tim di Bletchey Park, para peneliti sepakat bahwa mereka berhasil menyelamatkan jutaan orang dan mempersingkat perang “2 tahun”. Si”Aneh” Alan Turing berhasil menyelamatkan jutaan orang dari ganasnya perang dunia ke 2, mulai dari anak – anak sampai kaum Yahudi yang diburu Nazi kala itu, bahkan mempersingkat perang sampai “2 Tahun” hahahaha.

 

Tapi akhir hidup Alan Turing tidak seindah saat dia berhasil menyelamatkan jutaan jiwa kala perang dunia berkecamuk. Menurut sejarah, Alan ketahuan menjalin hubungan dengan sesama jenis, dan dia mengakui hal itu. Alan memilih untuk menjalani terapi daripada harus dipenjara. 2 tahun setelah alan menjalani terapi, dia memutuskan untuk bunuh diri. Dalam scene akhir film, Alan sangat lesu dan tak berdaya, bahkan untuk sekedar mengangkat pensil. Akibat ke”aneh”an Alan yang dianggap pemerintah sebagai ancaman negara, seorang jenius ahli matematika, penggagas komputer, penggagas kecerdasan buatan harus meninggal dengan tidak layak.

 

Alan Turing bisa kita jadikan contoh dalam kehidupan sehari – hari. Walau orang lain menganggp kita “aneh”, dan walau orang lain memperlakukan kita tidak adil, seperti contoh. Pemerintah Inggris menganggap ekspresi gender adalah sebuah Tindakan criminal, dan orang sekitar yang menganggap kejeniusan Alan sebagai hal yang “aneh”. 1 yang perlu kita Yakini, jika kita melakukan Tindakan demi kebaikan banyak orang dan tidak melukai orang lain baik fisik atau mental, mau se”aneh” apapun kita di mata orang lain. Tetap lakukan hal itu, dan buktikan dengan usaha dan hasil kerja kerasmu, biarkan waktu yang berangsur – angsur menjawab. Terbukti modern ini, banyak negara menginvestakian modal dan sumber dayanya kepada orang – orang jenius, yang dulu dianggap mayoritas orang “aneh”, guna memcahkan masalah di masyarakat. Mulai banyak negara yang mengakui dan melegalkan ekspresi gender atas dasar Hak Asasi Manusia. Jadi, jangan malu dianggap “ANEH”. Sekian tulisan dari saya, sampai jumpa di tulisan yang lain……….

 

*). Isi tulisan merupakan tanggung jawab sepenuhnya dari penulis.

Lintar Pratikno
Mahasiswa asal Semarang. Suka beraktivitas, belajar dan berorganisasi

Similar Articles

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Advertisment

Instagram

Most Popular