Waktu Baca: 4 menit

Membaca dan menonton ‘Slam Dunk’ adalah alasan saya mencintai olahraga lempar bola ke keranjang ini. Indahnya nostalgia…

Saat saya sekolah, saya selalu dibuat sebal oleh tim basket sekolah karena anak basket selalu dapat perhatian yang lebih para gadis. Meskipun tim basket sekolah ini prestasinya biasa saja, anak basket ini selalu jadi idola para gadis di sekolah. Banyak para gadis di sekolah yang nontonin tim basket sekolah saat sedang latihan sambil jajan bakso di sekolah. Tidak jarang sampai sore sekalipun. Saat tim basket sekolah ini bertanding dalam kejuaraan basket antar sekolah tingkat kota, para gadis tersebut banyak yang bela-belain nonton.

Padahal dari segi prestasi, cabang olahraga karate yang saya ikuti memberikan lebih banyak medali dan piala untuk sekolah. Beberapa diantara kami ada yang menjuarai kejuaraan tingkat provinsi dan tingkat nasional, termasuk saya. Tapi kami tidak mendapat perhatian apa-apa dari para gadis tersebut. Bahkan para guru pun tidak memberikan apa-apa selain ucapan terimakasih dan dispensasi untuk tidak mengikuti pelajaran sekolah saat kami kejuaraan ke luar kota. Kalau dipikir-pikir hal tersebut wajar saja sih, cabang olahraga karate tidak populer sama sekali dibandingkan olahraga basket dan sepakbola.

Baca juga : Kala polisi masuk sekolah, gimana kelanjutannya?

Awal Mula Akhirnya Saya Mencintai Basket

Saat itu, kalau lagi gak ada kerjaan, saya suka main game di warnet atau baca manga atawa komik Jepang. Salah satu manga yang berhasil menarik perhatian saya adalah komik bertema basket yang berjudul Slam Dunk. Bisa dibilang, Slam Dunk adalah salah satu manga yang merubah pemikiran saya.

Saya tahu komik tersebut bercerita tentang anak SMA bernama Sakuragi Hanamichi yang masuk tim basket sekolahnya, SMA Shohoku. Tujuan dari Sakuragi adalah untuk menarik perhatian gadis pujaan hatinya, Haruko Akagi.

Manga Slam Dunk itulah yang membuat saya jadi suka akan olahraga basket karena digambarkan dari sudut pandang tokoh utamanya yang sama sekali tidak mengerti olahraga basket.

Dari situ saya paham istilah-istilah basket seperti lay up, 3 point shoot dan rebound. Saya juga jadi tahu ada sepatu basket seri Air Jordan yang harganya sangat mahal. Sepatu Air Jordan tersebut diciptakan Nike untuk pemain basket paling fenomenal di dunia saat itu, Michael Jordan. Dari manga itu pula saya tahu nama-nama legenda basket dunia lainnya selain Michael Jordan seperti Kareem Abdul-Jabbar dan Shaq O’Neal.

Alasan Mencintai Basket Dari Slam Dunk

Saya suka dengan manga dan anime Slam Dunk ini karena konsepnya yang sangat realistis.  Slam Dunk berbeda dengan manga dan anime sejenis seperti Captain Tsubasa ataupun Eyeshield 21 yang banyak memuat jurus-jurus akrobatis yang tidak realistis. Di sini, semua gerakannya masih dalam kategori gerakan manusia normal, bukan manusia super. Meskipun ya ada juga adegan ala manga dan anime yang tidak realistis untuk keperluan komedinya.

Para tokoh ciptaan Takehiko Inoue ini pun adalah anak SMA biasa yang humanis dimana punggawa tim basket SMA Shohoku ini seperti Sakuragi Hamanichi, Kaede Rukawa, dan Ryota Miyagi sampai dilarang bertanding oleh para guru di sekolah karena nilainya yang jelek.

Bahkan Sakuragi dan Rukawa sering kedapatan tidur di kelas karena kelelahan latihan basket. Sebagai (mantan) atlet saat sekolah, saya pikir ini realistis banget karena di manga dan anime Captain Tsubasa, tidak pernah digambarkan Tsubasa Ozora atau Kojiro Hyuuga yang dilarang bertanding karena nilainya yang jelek atau tertidur di tengah-tengah pelajaran.

Kisah Cinta yang ‘Berbelok Tajam’

Saya juga betul-betul terharu dengan kisah cinta Hamanichi Sakuragi. Sakuragi memegang rekor karena 50 gadis menolaknya saat SMP. Dan saat SMA, dia bertekad untuk mendapatkan hati Haruko Akagi dengan cara menjadi pemain basket nomor satu di Jepang karena di pertemuan pertamanya dengan Haruko, gadis itu berkata, “Apakah kamu suka basket?

Haruko berkata demikian karena Hamanichi yang saat itu masih kelas 1 SMA, tingginya sudah lebih dari 185 cm. Selain itu, tubuh Hamanichi betul-betul kekar dan berotot karena rajin berkelahi. Di manga dan anime Slam Dunk ini, Sakuragi betul-betul belajar basket dari nol untuk bisa mendapatkan hati Haruko yang ternyata merupakan adik kandung dari kapten tim SMA Shohoku, Takenori Akagi.

Belakangan akhirnya Sakuragi malah benar benar suka dengan basket dan tidak terlalu ambil pusing dengan kisah cinta bertepuk sebelah tangannya.

Baca juga : Yuk kita membeli saham klub sepak bola!

Kisah Sampingan Yang Seru Juga

Kisah-kisah lainnya di luar dunia basket seperti Mitsui Hisashi yang menghajar Ryota Miyagi pun sangat menarik untuk disimak. Mitsui ini adalah atlet basket berbakat yang senagkatan dengan Takenori Akagi. Dia berhenti main basket karena sempat cedera dan akhirnya terjerumus ke dalam geng anak nakal SMA yang kerjaannya mabal sekolah buat berkelahi dan merokok di jalanan.

Dan tentu saja, kisah geng yang dipimpin oleh Sakuragi sejak SMP pun menarik sekali untuk disimak. Kelakuannya kocak-kocak. Mereka (Yohei Mito, Chuichirou Noma, Yuji Ohkusu dan Nozomi Takamiya) ini memang suka mengolok-ngolok Sakuragi. Para bandit ini tidak meyakini Sakuragi akan sukses di dunia perbasketan. Tapi mereka ini setia kawan banget sampai rela menerima skorsing ketika tim basket Shohoku terlibat perkelahian dengan geng Mitsui Hisashi. Geng Sakuragilah yang pura-pura bertanggungjawab atas perkelahian tersebut agar Sakuragi dan tim Shohoku tidak mendapatkan sanksi dari sekolah. Betul-betul teman sejati!

Slam Dunk pun berbeda dengan Captain Tsubasa karena Sakuragi tak melulu menikmati kemenangan. SMA Shohoku sempat kalah saat pertandingan uji coba dengan Ryonan. SMA Shohoku pun hampir gagal ke kejuaraan nasional saat kalah dengan SMA Kainan sehingga menyebabkan Sakuragi memangkas habis rambutnya karena merasa bersalah.

Di episode terakhir manga ini, SMA Shohoku memang memenangkan pertandingan atas SMA Sannoh yang sudah mempertahankan juara nasional tiga kali berturut turut. Tapi SMA Shohoku kalah habis-habisan di pertandingan selanjutnya karena kelelahan saat melawan SMA Sannoh.

Jadi ya saya harus berterimakasih pada manga dan anime Slam Dunk karena telah membuat saya suka basket meski sampai sekarang saya cuma bisa lay up doang. Saya juga tidak bisa melakukan slam dunk atau rebound karena tubuh saya ini pendek banget untuk ukuran pemain basket. Yah, minimal sekarang saya tahu apa itu sepatu Air Jordan dan siapa itu Kareem Abdul-Jabbar. Jadi gak malu-maluin kalau ngobrol basket sama orang lain.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here