Waktu Baca: 3 menit

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyakarat (PPKM) sudah memasuki episode 3. Setidaknya sampai 2 Agustus mendatang, kita yang di Jawa dan Bali masih berkutat dengan berbagai aturan. Satu aturan yang baru adalah soal operasional warung makan. Pengunjung boleh makan di tempat (dine in) dengan durasi maksimal 20 menit. Tapi ngomong-ngomong, 20 menit dine in bisa ngapain aja sih ?

Nostalgia Masa Kecil

Yuk kita ingat lagi pengalaman waktu kita masih SD, SMP, atau SMA. Kita diberi waktu istirahat kira-kira 15 menit. Ada istirahat pertama, setelah jam pelajaran ketiga. Ada istirahat kedua, setelah jam pelajaran kelima atau keenam. 15 menit itu sangat singkat. Apalagi kalo untuk ukuran kita hari ini. Tapi uniknya, dalam 15 menit itu kita bisa menyantap makan, bahkan masih sempat bermain dengan teman. Kalo mengingat masa lalu, rasana aturan dine in dengan durasi 20 menit itu sih mungkin-mungkin saja.

Realitas Dunia Kerja

Kalo kita lihat refleksikan dunia pekerjaan sehari-hari (di masa normal), rasanya makan 20 menit itu biasa saja. Ini terutama untuk teman-teman yang ritme kerjanya eight to five. Pagi sampai sore. Menjelang siang jam 12, ada kesempatan istirahat kira-kira 1 jam. Dalam 1 jam itu kita harus bisa manfaatkan waktu untuk makan di luar kantor. Katakanlah misal perjalanan dari kantor ke warung makan butuh waktu 15 menit. Perjalanan kembali ke kantor juga butuh waktu 15 menit. Di warung makan kita hanya punya waktu 30 menit saja. Tapi itu pun paling kita manfaatkan 15 menit saja, karena pasti kita juga ingin santai-santai sedikit di luar gedung kantor. So, sebetulnya aturan dine in yang hanya 20 menit itu sih wajar-wajar saja.

Protokol Kesehatan di Negara Lain

Aturan pembatasan waktu dine in sebetulnya bukan barang baru di era pandemi. Berbagai negara juga menerapkan cara yang sama untuk mengakomodasi kepentingan dunia usaha dan kepentingan protokol kesehatan. Toh cara ini juga tidak menimbulkan persoalan. Dasar berpikirnya, orang sudah tahu bahwa tujuan ke warung makan memang untuk makan, bukan untuk mengobrol, bukan untuk bersosialisasi. Kalo tidak bisa makan di tempat, ya orang masih mau dengan layanan take away.

Baca juga : Kebijakan Corona Tanpa Komunikasi

Problem di negara kita

Jadi, apa masalahnya dengan aturan dine in 20 menit? Sebetulnya tidak ada persoalan esensial. Yang seringkali dipersoalkan adalah hal-hal remeh temeh individual yang sebetulnya bisa dibereskan. Aturan ini jadi masalah ketika dihadapkan pada orang yang datang ke warung makan / kafe / resto demi pertama-tama bersosialisasi. Untuk mengobrol, jelas waktu 20 menit adalah durasi yang singkat. Aturan ini barangkali juga bermasalah bagi mereka yang tidak bisa makan di rumah / kos masing-masing. Ini persoalan personal terkait kenyamanan tempat tinggal masing-masing. Aturan ini juga akan bermasalah ketika berhadapan dengan orang-orang ignorance yang tidak peduli dengan urusan pandemi. Esensi aturan ini bukan pada perkara durasinya, tetapi proteksi diri untuk tidak terlibat dalam kerumunan dan faktor risiko paparan virus.

Pihak yang terdampak

Ada satu kelompok yang memang terkena dampak dari pembatasan waktu dine in, yaitu para pemilik usaha kuliner. Ini terutama bagi mereka yang core bussiness nya adalah tawaran fasilitas dan kenyamanan tempat. Sebutlah kafe yang menu utamanya adalah kopi. Soal rasa, antar kafe bisa menyajikan citarasa yang mirip. Tetapi yang menjadi daya jual kafe adalah kenyamanan tempat bagi pelanggan untuk beraktivitas di situ. Ketika dihadapkan pada aturan dine in 20 menit, segala tawaran kenyamanan tempat itu jadi buyar. Orang mau datang ke kafe karena faktor tempatnya, bukan karena semata-mata citarasa menu nya. Yang lebih terpukul lagi adalah usaha-usaha kuliner yang menawarkan suasana alam / pedesaan.

20 menit bisa ngapain ? 

Bagi kita secara personal, 20 menit dine in sangat cukup untuk makan dan minum di tempat. Asalkan tujuan utamanya adalah makan, bukan nongkrong. Harapan kita semua, orang tetap sehat, bisnis kuliner tetap jalan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini