Waktu Baca: 2 menit

Kalau bikin mie rebus, air rebusan mie itu dibuang saja, itu mengandung lilin yang ga baik buat kesehatan lho, diganti dengan air yang baru saja.”

Hayo ngaku, siapa yang pernah mendapat nasihat/anjuran masak mie rebus demikian? Apakah benar bahwa mie itu mengandung lilin? Yuk simak ulasan berikut!

Nikmat Mie Instan 

Musim hujan identik dengan makanan berkuah yang hangat-hangat, salah satunya mie instan! Tekstur mie instan yang kenyal dipadukan dengan kuah kaldu gurih yang hangat membuat kita ketagihan. Sensasi hangat pada kuahnya membuat badan rileks. Eits, tapi sebelum membayangkan lebih jauh nikmatnya mie instan rebus, apakah kamu pernah mendengar bahwa air rebusan mie itu mengandung lilin? Apakah kamu mempercayai hal tersebut? Menurutmu itu mitos atau fakta?

Baca juga : Belajar juga ya untuk menjaga kesehatan mental

Kandungan Lilin Pada Mie 

Dikutip dari laman resmi kominfo.go.id, Susan SPT, Msc yang merupakan seorang ahli nutrisi menyatakan bahwa mie instan yang mengandung lilin itu adalah mitos. Faktanya adalah mie instan itu tidak mengandung lilin. Nah, menanggapi pernyataan tersebut, sebagian besar dari kita mungkin akan berpikir, “jika bukan lilin, mengapa air bekas rebusan mie instan itu keruh?”. Menjawab pemikiran tersebut, sebuah jurnal Food Research International menyebutkan bahwa dalam pembuatan mie terdapat proses penggorengan hingga kering (deep fried) sehingga air rebusan mie menjadi keruh.

Secara lebih luas, sebenarnya ada dua tahapan penting dalam proses pembuatan mie, yaitu tahap pengukuran dan juga penggorengan seperti yang peneliti tulis dalam jurnal tersebut. Pengukusan itu berfungsi untuk mematangkan adonan mie, sedangkan penggorengan itu berfungsi untuk mengurangi kadar air pada mie instan agar bisa awet. Metode penggorengan adalah dengan menggunakan minyak dalam jumlah banyak sehingga kadar airnya bisa mencapai 2% hingga 5%. Nah, karena proses penggorengan itulah, maka ketika kita merebus mie, maka air rebusan akan menjadi keruh karena ada proses pelepasan pati dari karbohidrat dan lemak dari minyak penggorengan tadi.

Baca juga : Sudah menerima vaksin, bukan berarti anak boleh kamu biarkan begitu saja

Lalu, Sebaiknya Apa yang Harus Kita Lakukan Pada Air Rebusan Mie ?

Bagi teman-teman yang ingin merasakan manfaat kandungan gizi dari mie instan, lebih baik anda tidak mengganti air ini. Mengapa demikian? Jadi begini, ketika kita mengganti air rebusan mie maka gizi dari mie yang larut dalam air akan terbuang.

Mie instan yang mengandung karbohidrat pada umumnya sudah melalui proses modifikasi. Di dalam mie instan itu sudah ada penambahan zat gizi pada makanan untuk meningkatkan asupan zat gizi dari makanan tersebut. Ilmuwan sudah memastikan berbagai macam zat berupa vitamin, gizi dan mineral tepung terigu pada mie instan. Mie instan mengandung vitamin A, C dan zat besi serta beberapa jenis vitamin lain seperti vitamin B Kompleks.

Beberapa kandungan zat dalam mie tersebut memiliki sifat yang mudah larut dalam air. Karena itulah, jika kamu membuang air rebusan pertama pada mie instan, maka kandungan zat gizi tersebut juga akan ikut hilang. 

Jadi, sebenarnya air rebusan mie instan tidaklah berbahaya. air ini bisa menjadi salah satu alternatif bagi kita untuk mengganti asupan karbohidrat selain pada nasi. Selain itu, mie telah lolos uji standar bahan makanan sehingga sudah pasti aman. Eittss, agar lebih mendapatkan manfaat yang maksimal, ahli gizi menyarankan untuk menambahkan asupan zat gizi yang lain seperti telur, sayuran atau daging. Hal itu membantu mie instan memenuhi kebutuhan gizi yang lain.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here