Waktu Baca: 2 menit

Kebijakan kerja dari rumah atau Work From Home (WFH) diambil sebagian besar instansi guna mengurangi penularan Covis-19. Namun, terlalu lama menjalankan WFH saat pandemi menyebabkan tidak sedikit pekerja mengalami kebosanan bahkan stres. Lalu bagaimana atasi stres saat WFH?

Psikolog UGM, Sutarimah Ampuni, S.Psi., M.Si., menyampaikan terdapat beragam respon yang ditunjukkan pekerja terhadap kebijakan WFH ini. Bagi sebagian orang bekerja dari rumah memang bisa menyebabkan stres. Namun, sebagian lainnya justru dapat menikmati bekerja dari rumah bahkan enggan untuk kembali menjalani rutinitas bekerja di kantor.

“Ada banyak faktor yang memengaruhi seseorang merasakan stres saat WfH,” jelasnya beberapa waktu lalu saat kami temui.

Salah satunya dikarenakan faktor pekerjaan itu sendiri. Ia menuturkan terdapat pekerjaan yang sifatnya sangat fleksibel, bisa dikerjakan dari mana saja. Namun, ada pula pekerjaan-pekerjaan yang agak sulit atau kurang memberikan rasa nyaman maupun kepuasan jika dikerjakan dari rumah. Hal ini sangat berpotensi menimbulkan stres pada pekerja.

Selain itu juga faktor personal. Ia mencontohkan kondisi keluarga yang membuat WfH menjadi kurang nyaman. Misalnya memiliki anak kecil atau ada gangguan dari anggota keluarga dan lainnya.

“Bisa juga ada tipe kepribadian atau karakter tertentu yang menyukai bekerja di situasi formal atau menyukai bekerja saat bersama rekan kerja secara fisik,” imbuh dosen Fakultas Psikologi UGM ini.

Faktor pendukung juga turut andil memunculkan stres saat WFH. Misalnya, keterbatasan akses internet, ketersediaan tempat yang kurang memadai, keterbatasan peralatan pendukung pekerjaan dan lainnya.

“Di luar faktor-faktor tersebut, WfH memang cenderung membuat variasi aktivitas menjadi terbatas. Disamping itu, interaksi sosial berkurang, belum lagi ada stimulus-stimulus lain yang menyebabkan stres di luar WfH seperti terkait pandemi Covid-19,” paparnya.

Lantas bagaimana cara agar bisa mengantisipasi atasi stres saat WFH? Sutarimah Ampuni menyebutkan terdapat beberapa langkah yang secara umum bisa dilakukan. Mulai dengan membangun suasana yang nyaman untuk menjalani aktivitas bekerja dari rumah.

Lalu, memperjelas batasan antar aktivitas. Misal, antara bekerja dan mengurus keperluan keluarga serta dengan aktivitas memanfaatkan waktu luang (leisure). Langkah yang dapat dilakukan adalah dengan mentapkan waktu atau jadwal untuk bekerja dan jika diperlukan komunikasikan dengan keluarga terkait jadwal tersebut.

Berikutnya, upayakan untuk tetap terhubung dengan lingkungan sosial. Sempatkan diri untuk saling menyapa, termasuk dengan para kolega di tempat kerja dan sesekali membicarakan sesuatu di luar pekerjaan. Tak kalah penting adalah memberikan waktu bagi tubuh dan otak kita untuk beristirahat. Selain itu juga melakukan olahraga.

Kebijakan WFH yang diterapkan tentunya untuk kebaikan kita bersama dalam mengurangi laju infeksi Covid 19. Tentu kita harus beradaptasi dengan kebijakan tersebut. Bukanlah sesuatu yang mudah untuk mengubah kebiasaan. Namun pandemi korona telah mengajarkan dan memberikan pengalaman yang berharga.

Sebagai manusia kita harus selalu memiliki kemauan belajar dan kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan yang cepat. Termasuk juga untuk atasi stres saat WFH. Percayalah bahwa apa yang terjadi saat ini akan menjadi sebuah pengalaman yang sangat berharga dan bekal di masa depan.

Yuk, kita sama-sama mulai mengelola stres yang dimiliki. Karena kita sekarang memiliki musuh yang sama yakni virus Covid 19. Saat yang tepat untuk bersinegeri dengan sesama. Saling menguatkan dan tentunya saling berbagi. Jangan pernah merasa sendiri, tengoklah kanan kirimu, di sanalah teman-teman atau saudaramu siap mendampingi. Yokk bisa yookkk, kalau pandemi usai, nanti kita piknik lagi. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here