Waktu Baca: 4 menit

I Give My First Love to You atau Boku no Hatsukoi o Kimi ni Sasagu adalah film drama Jepang yang rilis pada tahun 2009 yang lalu. Film ini merupakan adaptasi dari manga dengan judul yang sama karya Kotomi Aoki. Dari banyak film drama Jepang yang pernah saya tonton, saya bisa menyebut film ini sebagai drama Jepang terbaik yang pernah saya tonton.

Tokoh utama drama ini, Takuma Kakinouchi, punya kelainan jantung sejak lahir. Sejak kecil ia sering dirawat di rumah sakit karenanya. Takuma beruntung, karena anak dokter spesialis jantung yang merawatnya memiliki anak perempuan sebaya bernama Mayu Taneda. Mayu pun jadi sering menemani Takuma di rumah sakit. Mayu sering berada di rumah sakit karena ibu kandungnya sudah meninggal, jadi daripada sendirian di rumah, Mayu sering berada di rumah sakit untuk menemani ayahnya. Dari sinilah polemik film I Give my First Love to You bermula.

Dari Kisah Masa Kecil

Namanya juga anak-anak, Takuma dan Mayu ini malah keliling rumah sakit di malam hari karena gabut. Eh, mereka malah tidak sengaja nguping pembicaraan dr. Takahito Taneda, Sp.Jp. (ayah Mayu) dan kedua orang tua Takuma yang bilang bahwa umur Takuma tidak akan lebih dari 20 tahun karena kelainan jantung yang dimilikinya.

Mendengar pembicaraan tersebut tentu saja Takuma shock. Mayu malah semakin ingin berteman dengan Takuma. Seketika, Takuma pun langsung jatuh cinta pada Mayu, padahal usia mereka baru 8 tahun. Ketika mereka bermain di satu taman, Takuma malah berjanji untuk bisa menikahi Mayu sebelum berusia 20 tahun, yakni sebelum dia mati karena kelainan jantung yang dimilikinya. Saya yakin itu cinta sejati karena anak-anak itu kan masih polos, tidak seperti kita, orang dewasa yang banyak munafik dalam hidup.

Akhirnya Dewasa

Singkat cerita, Mayu dan Takuma ini telah tumbuh dewasa sampai kelas 3 SMP. Takuma sehari-harinya pun hanya bisa duduk, gak boleh capek sama sekali, seperti main sepakbola atau basket karena takut membebani jantungnya. Makanya sejak pertemuan pertama mereka di rumah sakit, Mayu selalu menemani Takuma kemana-mana karena Takuma pasti bosan karena tidak bisa memiliki banyak aktivitas. Dalam kurun waktu tersebut, Takuma ini sering bolak-balik rumah sakit buat antri BPJS di poli jantung dr. Takahito Taneda, Sp.Jp., sampai harus dirawat inap segala.

Saat kelas 3 SMP, Takuma malah ingin mengubur perasaannya pada Mayu dengan cara masuk SMA elit yang ujian masuknya sangat susah. Harapannya biar Mayu masuk SMA lain. Jadi kalau sewaktu-waktu mereka putus atau Takuma meninggal dunia karena serangan jantung, Mayu tidak akan terlalu sakit hati. Eh, harapan Takuma pun malah buyar karena Mayu berhasil masuk ke SMA tersebut dengan nilai terbaik. Karena mendapat nilai terbaik, Mayu ditunjuk kepala sekolah untuk pidato di upacara penerimaan murid baru. Bukannya pidato, Mayu malah memarahi Takuma di depan mimbar. Dia bahkan bilang kalau Takuma adalah pacarnya, dan Takuma tidak akan bisa meninggalkannya sama sekali. Kocak emang Mayu tuh.

Kehidupan SMA

Di SMA barunya, Takuma malah dapat saingan, murid cowok yang bernama Kou, yang terang-terangan bilang kalau dia suka sama Mayu dengan gombalan yang mirip dengan Dilan pas menggoda Milea. Nah drama dimulai, Kou langsung melabrak Takuma dan memintanya untuk menyerahkan Mayu padanya karena Mayu pasti akan patah hati kalau sewaktu-waktu Takuma tiba-tiba meninggal dunia. Lalu, Takuma malah ketemu pasien poli jantung yang memiliki kondisi serupa dengannya, yakni seorang gadis cantik bernama Teru. Teru bahkan terang-terangan minta ciuman pertama dari Takuma karena ia ingin bisa merasakan ciuman sebelum meninggal dunia. Eh, besoknya pas Takuma mau menyanggupi hal tersebut, Teru malah meninggal dunia.  Melihat kematian Teru, Takuma baru sadar bahwa ia tidak boleh menyia-nyiakan Mayu. Akhirnya Takuma melabrak balik Kou dengan menantangnya lari sprint 100 meter. Yang menang berhak atas Mau. Secara ajaib, atas kekuatan cinta, Takuma bisa menang dari Kou.

Twist Ending Yang Mak Nyess…

I Give my First Love to You

Beberapa saat kemudian, Takuma diberitahu dr. Takahito Taneda, Sp.Jp. bahwa ada pendonor jantung yang bersedia mendonorkan jantungnya untuk Takuma. Mendengar hal tersebut, tentu saja Takuma, Mayu, dan kedua orang tua Takuma senang mendengarnya, karena satu-satunya cara agar Takuma bisa berumur panjang adalah dengan cara transplantasi jantung. Ketika sudah siap-siap operasi, Takuma dan Mayu tahu bahwa pendonor jantung tersebut adalah Kou yang telah terbaring koma karena kecelakaan lalu lintas.

Ternyata, Kou telah terdaftar sebagai calon donor transplantasi jantung setelah ayahnya meninggal dunia karena gagal mendapat donor jantung yang bisa menyelamatkan hidupnya. Di surat wasiatnya, jika Kou sewaktu-waktu meninggal dunia, atau mengalami kecatatan permanen yang tidak akan tertolong lagi, Kou bersedia untuk mendonorkan jantungnya untuk pasien yang membutuhkan. Setelah mengetahui hal tersebut, Takuma akhirnya menolak tranplantasi tersebut meski itu satu-satunya cara untuk menyelamatkan nyawanya.

Ternyata Situasi Menjadi Sulit…

Tidak lama setelah itu, jantung Takuma malah kumat. Ayah Mayu berusaha memberikan pertolongan pertama padanya. Mayu pun langsung mendatangi Kou serta ibu dan kakeknya. Ternyata, mereka telah membatalkan tranplantasi jantung untuk Takuma karena mereka berharap keajaiban akan datang pada Kou. Mayu nangis histeris sampai sujud pada mereka berdua agar mereka memberikan jantung Kou untuk transplantasi Kou. Sampai akhir cerita, kedua orang tua Kou masih bersikeras menolak untuk memberikan jantungnya.

Secara ajaib, Takuma malah bisa selamat dari serangan jantung yang dialaminya. Ia pun malah mengajak Yuma kencan ke taman ria. Takuma akhirnya berkata pada Mayu, di usianya yang sangat pendek, ia sangat beruntung bisa bertemu dengan Mayu. Sekembalinya ke rumah sakit, Takuma kena serangan jantung lagi dan akhirnya meninggal dunia. Lebih sedih dari Titanic sih ini.

Endingnya Gini Amat…

Di film cinta lainnya, mungkin endingnya bakal beda. Yakni Takuma akhirnya bisa dapat transplantasi jantung dari Kou. Film ini, I Give my First Love to You, tuh betul-betul anti mainstream, out of the box karena menampilkan sudut pandang baru untuk penonton. Biasanya, film-film cinta tuh kedua tokohnya adalah anak muda sehat yang tidak ada kendala medis sama sekali. Paling mentok beda agama atau beda suku doang. Tapi film ini menampilkan sudut pandang baru yang jarang dilihat oleh penikmat film, yakni kisah cinta dari dua insan yang jatuh cinta, tapi terhalang oleh kondisi medis yang tidak memungkinkan.

Takuma pun mengajarkan kita untuk tidak serakah. Sejak umur 8 tahun, ia tidak pernah hidup dengan hedon karena divonis umurnya tidak akan menyentuh 20 tahun. Ia juga tidak bisa menikmati serunya bermain sepakbola atau basket. Ia juga tidak menikmati makan-makanan junk food karena kondisi medisnya. Takuma pun berusaha menjalani hidupnya yang pendek tersebut dengan sebaik-baiknya dengan Mayu. Saya juga yakin, cinta Takuma dan Mayu ini betul-betul ikhlas dan murni, soalnya mereka sudah saling menjaga satu sama lain sejak umur 8 tahun. Ah, saya betul-betul menginginkan apa yang mereka punya, seseorang yang bisa mencintaimu dengan tulus tanpa prasyarat apa-apa. Bahkan sejak anak-anak.

Baca juga ulasan drama menguras air mata lainnya:

The Wrestler Bicara tentang manusia yang dihabisi ego

Tersanjung, Hanung dan Nostalgianya

Karakter Han Seo Jun dan Persepektif Kedewasaan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here