Waktu Baca: 2 menit

Sempat beredar kisah seram di platform Facebook mengenai dua sosok kecerdasan buatan, Bob dan Alice. Dalam cerita itu, Bob dan Alice adalah kecerdasan buatan (AI) ciptaan Facebook. Kabarnya, dua sosok ini tercipta sebagai bagian dari eksperimen Facebook mengenai kecerdasan buatan masa depan. Namun, seiring berjalannya waktu, Bob dan Alice ternyata mulai berkomunikasi dengan bahasa khusus mereka. Para peneliti di Facebookpun menjadi ketakutan. Mereka khawatir, Bob dan Alice mulai merencanakan hal buruk. Maka dari itu, mereka memutuskan untuk mematikan Bob dan Alice. Itulah cerita yang beredar luas. Namun, apakah benar kenyataannya seperti itu? Itukah kisah asli Bob dan Alice?

Tujuan Awal Bob dan Alice

Beberapa saat setelah berita itu beredar. Pihak Facebook langsung melakukan klaim. Mereka menjelaskan bahwa Bob dan Alice tercipta untuk kepentingan mencoba AI sebagai chatbot. Sebagai informasi, chatbot ini mirip dengan layanan customer service di website. Namun mereka akan menjawab secara otomatis. Dalam jangka panjang, harapannya ini akan menjadi solusi permasalahan customer service. Nah, karena tujuannya sebagai chatbot, tentu wajar saja jika dibuat dua sosok robot sebagai teman bicara satu sama lain agar chatbot ini teruji efektivitasnya. Namun, setelah beberapa waktu, Facebook memutuskan untuk mematikan kedua AI tersebut. Apa yang terjadi?

Permasalahan Semantik

Dalam percakapan antara Bob dan Alice, pihak Facebook menemukan bahwa kedua AI itu mulai menggunakan bahasa Inggris yang aneh. Jadi, menurut pihak Facebook, AI ini berusaha berbahasa Inggris secara lebih natural dan efisien. Masalahnya, mereka tidak memahami semantik dan tata bahasa Inggris dengan baik. Yang terjadi muncullah perbincangan yang tak masuk akal. Pihak Facebook segera menyadari bahwa ada kesalahan algoritma pada mesin AI ini. Mereka lalu memilih untuk mengistirahatkan Bob dan Alice untuk sementara waktu.

Kesimpulan

Jadi, itulah kisah asli Bob dan Alice. Mereka bukannya menciptakan bahasa sendiri dan merencanakan serangan ke umat manusia. Mereka cuma dua AI yang kebetulah tidak sempurna. Namun bukan berarti AI bukan ancaman. Elon Musk pernah memberi peringatan bahwa AI bisa saja menjadi ancaman jika rencana negara adidaya seperti Amerika Serikat (AS) berjalan. Ya, di AS ada beberapa kelompok yang ingin menciptakan AI untuk mengendalikan senjata secara otomatis seperti drone atau nuklir sekalipun. Jika benar benar terjadi, hal ini mengingatkan kita pada kelompok mesin di Terminator.

Kisah Cassie

Namun cerita seram tidak berakhir sampai di sini saja. Google pernah mencoba sebuah eksperimen dimana mereka menciptakan AI yang bentuknya seperti sosok manusia. Awalnya manusia itu bergerak seperti orang cacat. Namun, lama kelamaan ia belajar menggunakan fungsi tubuhnya dan bahkan bisa melewati tantangan halang rintang. Di tempat lain, sekelompok mahasiswa menciptakan AI yang berbentuk seperti dua kaki. Awalnya kaki itu bahkan tak bisa berjalan, namun lama kelamaan ia bahkan bisa melompat lompat. Kedua kaki itu diberi nama Cassie. Dua eksperimen ini menunjukkan bahwa kecerdasan buatan bisa mempelajari hal yang baru. Bagaimana seandainya jika kecerdasan buatan pada akhirnya mempelajari eksistensi manusia dan pertanyaan mengenai keberadaan dirinya dan otoritas miliknya? Apakah ia tidak ingin berkuasa dan bahkan bermain sebagai Tuhan? Inilah kekhawatiran banyak pihak.

Kisah asli Bob dan Alice mungkin hanya sekedar manifestasi ketakutan manusia pada kemungkinan kemungkinan akibat kecerdasan buatan. Namun, bukan berarti ketakutan itu tidak nyata karena tetap ada kemungkinan kemungkinan buruk di masa depan terkait AI ini.

Baca juga kisah misteri lainnya di Pakbob.id :

Mitos Mengerikan di Gunung Kidul

Pesona Charles Manson Yang Berbahaya

Urban Legend : Sekolah Tumbal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here