Waktu Baca: 3 menit

Komunitas pecinta motor yang bergerak di bidang otomotif menjadi salah satu trend yang baru-baru ini menarik minat generasi muda terutama laki-laki. Meski demikian, kadang komunitas motor mendapat label ugal ugalan dan kasar. Tapi ada yang berbeda dengan komunitas Tenka.

Terlepas dari banyaknya komunitas pecinta motor, grup ini menjadi salah satu komunitas yang menarik untuk diulas. Bagi sebagian orang, Komunitas Tenka masih terasa asing di telinga. Eksistensi Komunitas Tenka sendiri pun terbilang masih belum cukup familiar di kalangan masyarakat. Sebenarnya, Komunitas Tenka itu apa sih? 

Mengenal Komunitas Tenka

Berawal dari kegemarannya mengendarai sepeda motor, Vincentius Fernando atau Nando memutuskan untuk mengajak beberapa temannya membangun suatu komunitas. Yap! Komunitas Tenka namanya. Nama tenka sendiri pun bukan sengaja dipilih tanpa arti tersendiri. Tenka sendiri diambil dari bahasa Jepang yang berarti api atau pengapian. Sedang dalam bahasa otomotif sendiri, tenka merupakan salah satu bagian dari mesin motor yang berarti busi. Tanpa adanya busi, tentu mustahil bagi sebuah mesin kendaraan untuk dijalankan. “Meskipun kecil & harganya engga seberapa di bengkel tapi tanpa busi motor itu gabisa nyala,” ujar Nando. 

 

Mengenal Indonesia Drag Wars lewat Komunitas Tenka

Berangkat dari nama Tenka, Nando dan teman-temannya memiliki harapan besar agar komunitas yang mereka bangun dapat menjadi wadah bagi masyarakat yang memiliki hobi otomotif.

Dulu awalnya tu tenka diproyeksikan buat ikut Indonesia Drag Wars, itu kejadiannya sebelum pandemi,” ujar Nando. Indonesia Drag Wars sendiri merupakan ajang yang diselenggarakan oleh SurabayaDrag.com yang terbagi dalam beberapa kategori seperti drag race, drag moge, drag bike hingga drag potong rangka.

Drag race atau yang kerap dikenal dengan ajang balap lurus sendiri merupakan ajang pertandingan balap dengan jenis sirkuit/track lurus serta panjang track yang beragam. Ajang balap lurus sendiri tidak hanya terbatas untuk kendaraan roda dua saja, melainkan juga terbuka untuk kendaraan roda empat atau mobil.

“Balapannya itu dari mobil, superbike (motor dengan cc besar), sampai ke balapan motor rangka potong.” ujar Nando. Hal ini tentu menjadi satu keunikan dari Komunitas Tenka, melihat ajang balap seperti ini masih menyimpan kontra bagi beberapa pihak dan masyarakat.

Anak motor pasti suka balapan dan ugal-ugalan!
contoh charity yang dilakukan komunitas motor Tenma

Eksistensi Komunitas Tenka pun tidak terlepas dari para anggotanya yang juga tergabung di beberapa komunitas lain. Komunitas Tenka sendiri terbuka untuk umum, tidak membatasi diri pada jenis motor, merk ataupun mesin tertentu. Terbentuknya komunitas ini tentu bukan tanpa alasan. Para anggota grup ini mengaku bahwa mereka ingin sekali mengubah perspektif dan pandangan masyarakat terhadap anak motor.

Anak motor acap kali mendapatkan label hal-hal yang cenderung negatif seperti ugal-ugalan, balapan liar, hingga tidak taat aturan. “Kan udah banyak yang anggep kalo anak motor itu identik sama yang buruk-buruk lah pokonya, dari ugal-ugalan sampai balapan liar segala macem. Selain itu tenka juga pengen ngurangin gap antara komunitas motor modern sama motor klasik.” tambah Nando.

Seperti yang kita ketahui, keberadaan komunitas motor seringkali memicu bentrok atau keributan massal seperti tawuran hanya karena perbedaan jenis motor. Maka dari itu, dengan adanya Komunitas Tenka, Nando dan teman-temannya berharap agar para pecinta motor nantinya akan saling bekerja sama tanpa adanya gap.

 

Selain riding, Komunitas Tenka juga seringkali melibatkan diri dalam beberapa event charity atau penggalangan dana. Keberadaan komunitas ini bisa terlihat dalam partisipasi mereka di program Ride and Charity yang diselenggarakan oleh teko.su. Dalam acara ini, mereka juga ikut bergabung bersama komunitas motor lainnya seperti gilaklasik, oldbikesociety, winindependentjogja, dan masih banyak lagi. Dalam event charity ini, komunitas motor yang tergabung bertujuan untuk menggalang dana bagi para korban bencana alam NTT. Seperti kita ketahui, NTT sempat mengalami bencana banjir bandang. Terlepas dari event kolaborasi, Komunitas Tenka juga terbuka sebagai wadah untuk sekadar berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang otomotif. “Kami di tenka biasanya juga saling sharing pengalamannya soal mesin dan segala macem.” ujar Nando. 

Menghapus citra ugal-ugalan dengan safety riding

Komunitas Motor Tenma

Memperbaiki stigma atau perspektif masyarakat tentu menjadi hal yang terbilang cukup sulit untuk dilakukan. Sebagai salah satu anggota dan pendiri grup ini, Nando mengaku bahwa masih banyak masyarakat yang berpikir bahwa anak motor identik dengan ugal-ugalan. Hal ini tentu berdasar pada maraknya pengendara motor yang dijumpai masyarakat tanpa adanya edukasi tentang safety riding atau keamanan berkendara.

“Kelompokku setiap riding atau berkegiatan selalu safety riding dan engga semaunya sendiri di jalan raya, meskipun banyak yang pakai knalpot racing,” ujar Nando menambahkan. Nantinya, melalui Komunitas Tenka, Nando berharap bahwa semakin banyak masyarakat yang teredukasi dengan pentingnya keamanan berkendara atau safety riding. Sebab, mengendarai itu bukan hanya soal kecepatan dan keterampilan, melainkan juga soal keamanan dan kenyamanan.

Baca juga :

Kelompok penjaga kupu kupu

Sejenak Bersama Tim Kubur Cepat Jenazah Korona

Terima Kasih Ojek Online

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here