Waktu Baca: 3 menit

Kontingen pengungsi dalam Olimpiade Tokyo 2020 terasa unik bukan? Padahal mereka bukan aktor baru. Sebelumnya mereka sudah aktif sejak Olimpiade Rio 2016 lalu.  Saat itu kali pertama para Refugee mendapat kesempatan yang sama di mata dunia untuk bertanding di Olimpiade. Mereka tidak membela negara manapun, tidak membela negara asal mereka, bahkan tidak membela negara suaka mereka. Mereka membela atau berada di bawah panji ROT ( Refugee Olympic Team), yang dalam Bahasa Indonesia berarti, “Kontingen Pengungsi”.

 

Awal mula keikutsertaan

Menurut Rescue.org pada tahun 2016 IOC (International Olympic Committee) yaitu komite yang mengurusi perihal Olimpiade, membentuk Refugee Emergency Fund (Dana darurat Pengungsi). Dana yang terkumpul sebanyak 1.9 juta Dollar Amerika Serikat. Dana tersebut banyak membantu badan – badan bantuan Internasional, yang mengintregasikan pengungsi dalam olahraga.

Pada tahun yang sama pula, IOC mengumumkan akan mengundang atlet pengungsi untuk berlaga di Olimpiade Rio. Begitulah awal mula para pengungsi ini mendapat kesempatan yang sama di bidang olahraga.

Kehangatan untuk Kontingen Pengungsi di Olimpiade 2020

Yang menarik, kontingen pengungsi di Olimpiade 2020 mendapat sambutan sangat baik oleh tim penyelenggara Olimpiade. Pada Defile (jalan bersambung dari setiap negara) upacara pembukaan Olimpiade Tokyo 2020, kontingen pengungsi berada di urutan kedua setelah kontingen Yunani pada Olimpiade 2020 ini. Sebagai catatan, Yunani selalu berada di urutan pertama karena negara Yunani adalah tempat kelahiran Olimpiade.

Presiden International Olympic Committee (IOC) Thomas Bach bahkan berkata “”Dear rekan-rekan atlet pengungsi, dengan talenta dan semangat, kalian memperlihatkan betapa para pengungsi sedemikian memperkaya masyarakat, Kalian harus meninggalkan kampung halaman karena ada ancaman kekerasan, kelaparan, atau hanya karena kalian berbeda. Hari ini, kami menyambut kalian semua dengan tangan terbuka dan memberi kalian sebuah tempat yang aman.”. Woow nampak jelas sekali bahwa mereka disambut sebagai bagian dari warga dunia, dan mendapat kesempatan yang setara.

 

Selengkapnya Mengenai Kontingen Olimpiade 2020

Masih mengutip dari Rescue.org, pada tahun ini, tim Refugee mengirim 29 atlet. Jumlah pada tahun ini hampir tiga kali lipat lebih banyak dibandingkan pada Olimpiade Rio 2016. Saat itu kontingen pengungsi hanya mengirimkan sepuluh atlet. Para atlet yang berlaga tahun ini, berasal dari 11 negara, dan berlatih di 13 negara suaka yang berbeda. Berita gembira juga datang pada tahun ini karena kontingen pengungsi juga mengirim atlet untuk berlaga di Paralympic (Olimpiade khusus untuk penyandang disabilitas).

 

Keanekaragaman

29 atlet yang berlaga kali ini berasal dari negara, antara lain : Suriah, Demokratik Republik Kongo, Sudan Selatan, Eritrea, Venezuela, Iran, Afghanistan, dan Cameroon. Banyak dari negara tersebut sedang berada dalam konflik, perang saudara, dll yang berbahaya bagi para atlet untuk Kembali ke negara asalnya.

Kontingen Pengungsi di Olimpiade 2020 mengikuti 12 cabang olahraga, antara lain : Atletik, Badminton, Boxing, Canoe, Bersepeda, Judo, Karate, Taekwondo, Menembak, Berenang, Angkat besi, dan Gulat.

 

Lawan tanding Jonathan Christie
kontingen pengungsi di Olimpiade 2020
Aram Mahmoud si Pebulu tangkis andalan Kontingen Pengungsi

Salah satu atlet dari kontingen pengungsi di Olimpiade 2020 ternyata ada yang menjadi lawan tanding, Jonathan Christie atau yang akrab disebut “Jojo”. Atlet tersebut Bernama Aram Mahmoud. Mengutip dari Detik.com Aram Mahmoud, yang meninggalkan Suriah sejak 2015, berlatih di Belanda dalam mempersiapkan diri menghadapi Olimpiade Tokyo 2020 ini. Atlet 24 tahun itu mengawali kiprahnya dengan kekalahan 8-21 dan 14-21 dari Jonathan Christie pada pertandingan Sabtu 24 Juli 2021. Ahmad akhirnya berada di peringkat terbawah group G dan hal ini menghentikan langkahnya di olimpiade Tokyo 2020.

 

Don’t miss it

Menarik bukan cerita soal Refugee ini, walau mereka harus keluar dari tanah kelahiran mereka, tetapi Tuhan masih memberi mereka kesempatan kedua untuk memulai hidup baru, dan membuat banyak orang termotivasi. Hal – hal menarik lainnya perihal Refugee, dapat kalian lihat pada website resmi UNHCR (badan PBB yang menangani perihal Pengungsi) dan website resmi organisasi nirlaba lain yang konsen pada masalah Pengungsi.

Jangan lupa juga selalu dukung atlet kebanggaan Indonesia di Olimpiade Tokyo. Mari doakan supaya bendera Indonesia terus berkibar di Tokyo karena deretan medali emas.

Baca juga kisah olahraga lainnya:

Richarlison Gacor, Tapi Belum Memikat

Tiki Taka Arsenal Bakal Lengkap ?

Mengandaikan Karir Boaz Solossa Seandainya ‘Beruntung’

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here