Waktu Baca: 3 menit

Mencari jagoan di sisi kiri lapangan? Marc Cucurella si spesialis kiri adalah jawaban murah nan menjanjikan hari ini

Entah mengapa Barcelona melepaskan Marc Cucurella begitu saja tanpa memberinya kesempatan. Padahal. pemain asli Catalonia ini punya potensi besar. Mau melihat buktinya? Mari kita tengok pada pertandingan matchday terakhir melawan Argentina Olimpiade 2020 cabang Men Football, Cucurella menjadi ancaman nyata bagi timnas Argentina. Bisa kita lihat, salah satu operan kuncinya hampir menjebol gawang Albiceste. Seandainya Mikel Oyarzabal lebih tenang, pasti Espana bisa memenangkan pertandingan.

Dari pertandingan itu, ada beberapa fakta yang tak bisa kita abaikan. Jelas, Marc Cucurella benar benar membuktikan dirinya sebagai si spesialis kiri lapangan pada malam matchday terakhir Espana itu. Sepanjang pertandingan, Marc Cucurella meneror sisi kiri lapangan baik lewat passing, through pass bahkan gerakan cut inside yang mengagetkan. Jelas, ia fasih di sisi kiri. Ia menjadi mimpi buruk bagi bek Argentina yang di saat bersamaan harus sibuk menjaga gelandang gelandang dinamis Spanyol macam Pedri dan Merino sembari mengawasi Cucurella.

Ditinggalkan Catalonia, Berkibar di Eibar

Hidup Cucurella tidak mudah. Ketika pemain seusianya mendapat pujian dari banyak media, ia malah mendapat tekanan dan penolakan. Di usia muda, Cucurella sudah mengalami pembuangan saat ia menjadi pinjaman di klub Eibar. Ya, Ini Eibar yang sama yang Ibrahimovic sebutkan untuk membuat lelucon mengenai level kompetisi Copa America. Padahal, seburuk apa sih Eibar? Faktanya, Eibar bukan tempat buruk untuk berlatih dan mengembangkan diri.

Cucurella mendapat banyak menit bermain. Ia merumput sebanyak 31 kali dan menceploskan satu gol. Melihat level Eibar dan posisi Cucurella, Capaian itu jelas tidak buruk. Via Eibarlah bakat Marc Cucurella si spesialis kiri benar benar terasah.

Di pengasingannya, Ia menunjukkan bahwa ia tidak cuma jago sebagai bek kiri, ia juga mampu menjalankan peran lebih dinamis di sektor gelandang kiri. Faktanya, kemampuannya membawa bola baik, tapi ia tidak egois. Musim lalu, saat di Getafe, ia hanya melakukan rata rata hampir satu dribble per pertandingan. Namun key passnya cukup tinggi dan rataan passingnya mencapai 73 persen. Angka ini termasuk tinggi karena ia banyak beroperasi di sepertiga akhir lapangan.

Kiprah di Tim Senior Spanyol

Marc Cucurella si Spesialis Kiri

Sayangnya, Cucurella belum mampu menjadi reguler di timnas Spanyol. Maklum saja, sisi kiri lapangan timnas senior Spanyol  padat pemain top. Di sisi kiri legenda Barcelona Jordi Alba masih bercokol. Jelas susah menggeser pemain sekelas Alba meski pemain yang terkenal tidak bisa menyetir ini mulai memasuki senja karir.

Sementara itu, posisi gelandang kiri tengah alias nomor 8 bukan posisi yang biasa dimainkan Cucurella. Meski sama sama di kiri, Cucurella tidak sedinamis itu untuk mampu memegang peran di tengah yang merupakan arena pusat pertarungan.

Lebih sulit lagi, di sisi kiri tengah ada Pedri si anak ajaib. Terus terang, bakat Pedri memang sulit untuk disaingi Cucurella. Pada umur 18 tahun, Pedri mendapat banyak kepercayaan dan sudah memainkan lebih dari lima puluh pertandingan semusim. Sudah gitu, pas jam istirahat, Pedri masih menghabiskan waktu dengan main ping pong. Tak hanya lincah, Pedri juga memiliki stamina kuda. Cucurella tak perlu malu tidak berada pada level yang sama dengan Pedri.

Sungguh pilihan terakhir untuk Cucurella adalah sayap kiri. Posisi yang juga sulit karena ada Gerard Moreno, Ferran Torres dan Pablo Sarabia yang sedang tajam tajamnya. Walaupun Marc Cucurella adalah spesialis kiri, bukan berarti mudah merangsek dan menguasai pos kiri yang padat jagoan itu.

Berkelana ke Inggris

Kepindahan Ben White ke Arsenal membawa berkah untuk Cucurella. Kini Brighton selaku klub Ben White memiliki dana untuk mendatangkan Marc Cucurella dan berharap bisa memanfaatkan kemampuan si spesialis kiri ini dengan baik. Singkatnya, Brighton bisa kita masukkan ke kategori tim yang ideal untuk Cucurella. Pada hakekatnya, persaingan di sana tidak sulit, tuntutannyapun tak sebesar di tim top. Cucurella bisa menghabiskan waktunya untuk beradaptasi dengan iklim keras Liga Inggris.

Cucurella adalah pemain pintar yang tidak suka pamer. Ia tidak akan banyak melakukan solo run atau dribble ala Rainbow Flick yang bisa memprovokasi musuh. Seharusnya liga Inggris cocok untuknya. Masalah fisiknya saja yang perlu dibenahi. Jika ia bisa bermain maksimal, bukan tidak mungkin kepindahan si rambut kriwil ke top 6 tidak sulit. Seandainyapun tidak masuk ke Top 6, ia bisa mengintip kepindahan ke Liga Spanyol atau Liga Italia. Siapa tahu…Iya…Siapa tahu, Internazionale yang sedang membutuhkan wing back kiri jago mau merekrutnya.

Baca juga artikel terkait Olimpiade  Lainnya :
Kontingen Pengungsi di Olimpiade 2020, Siapa Mereka?

Richarlison Gacor, Tapi Belum Memikat

Corona di Jepang, Sebuah Cerita Dari Anak Negeri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here