Waktu Baca: 3 menit

Bicara soal McG, bisa dikatakan pria ini sering panen hujatan. Dahulu majalah film Indonesia, Movie Monthly pernah melabeli McG sebagai salah satu sutradara terburuk. McG sering mendapat label sebagai sutradara yang pintar membuat gambar keren namun miskin kesan. McG sendiri merasa ia hanya berusaha maksimal untuk menghadirkan karya berkualitas yang sesuai dengan tuntutan pasar. Ia merasa yakin kalau ia mendapat kebebasan dan kesempatan, ia bisa menciptakan karya yang monumental. McG bahkan pernah menggila setelah mengatakan ia bisa menciptakan karya sebagus milik Quentin Tarantino. Pengakuannya ini sempat membuatnya mendapat tertawaan dari berbagai pihak.

The Babysitter

McG yang tumbuh di era ‘80an tiba tiba mendapat inspirasi ketika Netflix datang padanya dan secara teknis membiarkan McG menggila. McG sendiri dalam sebuah wawancara mengakui bekerja bersama Netflix sangat menyenangkan. Ia tidak merasa mendapat beban harus mengembalikan uang studio di angka 75 juta dollar hingga 100 juta dollar. Ia cuma diminta membuat karya sebagus bagusnya, segila gilanya. McGpun bergerak cepat dengan menggandeng artis Australia, Samara Weaving.

Samara boleh dibilang agak aji mumpung. Namanya terkenal karena merupakan keponakan Hugo Weaving yang tampil mengesankan sebagai Mr. Smith dalam trilogy The Matrix dan juga ambil peran dalam Lord of the Ring. Hugo adalah nama besar, maka Samarapun seperti mendapat akses cepat. Namun Samara tidak mau modal numpang nama, iapun siap habis habisan untuk membuktikan kemampuannya.

Maka dari itulah lahir film kolaborasi sutradara gila McG dan Samara sebagai ajang pembuktian mereka berdua: The Babysitter.

Bukan Horor, Bukan Komedi, It is a Mixed Up!

Bicara soal The Babysitter, film ini merupakan sebuah film mashed up. McG mendeskripsikannya sebagai upaya menempelkan semua yang berkesan baginya dan melihat hasilnya kelak. Plotnya sendiri berkisar mengenai seorang anak nerd bernama Cole. Cole memiliki babysitter bernama Bee (Samara Weaving). Yang tak pernah diperkirakan Cole adalah bahwa Bee merupakan pemuja setan dan menginginkan darah Cole sebagai bagian dari ritual. Padahal, Cole selalu menganggap Bee sebagai babysitter favoritnya. Bahkan, diam diam Cole naksir Bee. Pada suatu malam, Cole harus bermain petak umpet dengan Bee dengan taruhan nyawanya.

Di sepanjang film kita akan mendapat banyak suguhan darah dan adegan sadis. Namun, adegan sadis ini tidak seseram yang kita bayangkan. Sebaliknya adegan darah di sini bersifat Gonzo atau Over the Top. Di sela sela banjir darah, banyak celetukan celetukan lucu yang muncul dari tokoh tokoh edan di film ini. Hasilnya adalah sebuah film unik dengan gaya khas ‘80an. Sebagian mengingatkan saya pada Evil Dead klasik yang juga bermain main dengan gaya gaya yang mirip.

Sejujurnya, saya terhibur dengan cara film ini tampil beda. Mungkin kita tidak akan bisa menyaksikan horor segila ini di bioskop umum. Tapi, pada akhirnya, ini adalah komedi horor. Horor banget tidak, komedi banyaak…

Unsur Home Alone dan Coming of Age

Film ini juga memiliki unsur khas Home Alone yang sering kita kenal sebagai genre home invasion. Kenapa saya merasa film ini memiliki kemiripan dengan Home Alone? Tak lain dan tak bukan tokoh utamanya adalah anak anak. Dan, dalam menghadapi Bee dan gengnya, ia harus menyiapkan berbagai jebakan dan adu pintar demi menyelamatkan nyawanya. Sedikit banyak mengingatkan pada Home Alone yang berdarah darah kan? He..he..

Selain itu, film ini juga bisa mendapat label sebagai film yang mengedepankan unsur coming-of-age. Cole yang awalnya penakut dan nerd tiba tiba mendapat motivasi untuk tetap hidup dan menjadi pemberani. Bahkan, di dalam film ini, karakter antagonis lama kelamaan malah takut dengan Cole yang mereka nilai sudah berubah jadi pembunuh berdarah dingin. Ini juga salah satu sisi menarik dari film ini karena karakter utama bertumbuh.

Pembuktian McG

Gaya McG dan kelebihannya tidak hilang dari film ini. McG tetap berhasil mengambil gambar gambar unik dan indah. Tak heran hal itu bisa ia lakukan karena ia dahulu terkenal dengan karya karya Music Videonya. Sembari menjaga kelebihannya, McG menunjukkan juga betapa pahamnya ia dengan dunia perfilman tahun 80an. McG benar benar menggila!

 

The Babysitter dapat anda saksikan melalui Netflix

Baca juga cerita film lainnya oleh Pakbob.id :

Film Slasher Untuk Pemula

Menonton Night of the Living Dead dan Belajar Darinya

Affliction Aman tapi Tidak Buruk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here