Waktu Baca: 3 menit

Sepertinya baru kemarin Peter White mendapat pertanyaan yang sangat menohok. Saat itu pelatih keturunan Inggris ini ‘ditembak’ salah satu wartawan asing. Mereka bertanya, Boaz Solossa ini pemain naturalisasi dari negara Afrika mana? Mendapat pertanyaan seperti itu, Peter White hanya bisa tertawa.  Boaz asli Indonesia. Tepatnya dari tanah Papua. Ketika muda, talentanya memang luar biasa. Cedera patah kaki mengurangi talentanya dengan signifikan. Ah, seandainya Boaz tidak cedera, mungkin karirnya sudah luar biasa hebat. Maka, marilah hari ini kita menghormati legenda Persipura ini dengan mengandaikan karir Boaz Solossa yang tanpa cedera.

Poacher Unggul, Inside Forward Mematikan

Boaz Solossa tidak sekedar cepat, fisiknyapun kuat. Tidak seperti Andik Vermansyah yang mudah jatuh ketika mendapat benturan badan, Boaz kekar dari lahir. Ketika Boaz sudah mendapat bola, ia bisa melakukan dribble yang sangat merepotkan lawan lawannya. Gara gara aksi Boaz ini, total Indonesia mengumpulkan 17 gol di fase grup Piala AFF 2004! Saat itu, meski tidak menjadi top scorer, keberadaan Boazlah yang membuat Indonesia tampil tajam.

Semifinal dan Finalpun terlewati dengan baik, sampai kemudian tackle keras pemain Singapura Baihakki Khaizan menamatkan perjuangan Boaz di Piala AFF. Boazpun harus menepi. Boazpun lalu baru bisa comeback  bersama Persipura Jayapura setelah menjalani perawatan.

Gaya main Boazpun kini sedikit berubah. Jika awalnya ia suka melakukan cut inside dan memberi operan manis pada Targetman, kini Boaz mulai pandai memainkan peran sebagai poacher. Ia tidak harus kerepotan menggiring bola dan menjadi sasaran tackle lawan. Ia pandai mencari ruang dan melakukan  run untuk kemudian mencetak gol dengan instingnya.

Mengandaikan Karir Boaz Solossa

Seandainya Saat itu Ada Program ke Eropa

Satu dekade sebelumnya, Indonesia memiliki program Primavera. Namun, saat Boaz berjaya, program itu malah tidak ada. Kayaknya waktu itu Boaz dan Christian Bekamenga tidak terlalu jauh lah levelnya. Bekamenga kemudian bisa mentas di Eropa sementara Boaz bahkan tidak sempat sekedar mencicipi liga A di Asia. Andai saja waktu itu, ada agen yang bisa membantunya, bolehlah kita berandai andai melihat Boaz bermain di Liga Jepang atau Korea Selatan. Dan…eh..siapa tahu Boaz bisa mentas ke Eropa.

Harus diakui, bakat Boaz sangat luar biasa. Namun kemudian, gempuran cedera kembali menghantuinya. Hantaman yang ia terima dari pemain Hong Kong membuat ia harus dilarikan ke rumah sakit. Boazpun harus lama menepi.

Mengandaikan Karir Boaz Solossa Seandainya Ada Youtube

 Mungkin di tahun 2004 kita belum akrab dengan platform Youtube. Padahal, Youtube pernah menolong Hachim Mastour mendapat kontrak di AC Milan. Aksinya di Youtube meninggalkan kesan mendalam. Kemudian, di Indonesia juga ada Terens Puhiri yang mendapat kontrak di Thailand karena aksi di Youtube.

Ya, seandainya aksi Boaz Solossa dilihat di Youtube, barangkali ia akan mendapat kesempatan untuk trial di klub Eropa manalah gitu. Mungkin kalau Liga Inggris bukan tempat yang terlalu ramah untuk riwayat cederanya, Boaz bisa saja melanglang sampai Perancis dan tampil di Ligue 1 atau bahkan Serie A Italia.

Di Usia 35, Semua Sudah Terlambat

Boaz kini sudah menginjak usia 35 tahun dan baru saja kehilangan kontraknya dengan Persipura. Ia memang masih membuka peluang untuk main di Liga 1 atau Liga 2 Indonesia. Namun untuk bermain di luar negeri, nampaknya sudah terlambat untuk Boaz. Padahal, Boaz bisa dibilang merupakan salah satu ‘bakat mentah’ terbaik di Indonesia.

Kombinasi cedera dan akses yang tidak available membuat Boaz tidak sempat merasakan kerasnya Liga Eropa. Kita jelas masih berharap akan ada bakat mentah sehebat Boaz. Namun itu sulit terwujud karena bahkan Egy Fikripun masih kesulitan di Liga Eropa sementara penampilannya dengan timnas tidaklah moncer.

Bagaimanapun juga, Good Luck untuk Boaz, semoga berhasil di klub manapun pilihanmu.

Baca juga:

Arthur Irawan Anak Siapa Kata Pengkritiknya, Padahal…

Lampard dan Kenangan itu

Inggris di EURO 2020 adalah drama usang tanpa perlu penghormatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here