Waktu Baca: 3 menit

Patah hati merupakan bagian dari pengalaman seseorang. Banyak yang merasa patah hati menyebalkan. Hal ini karena patah hati kerap kali membuat kita akrab dengan kehilangan, kemuraman, bahkan kesedihan. Sebagian besar orang telah mengalaminya, dan ketika mengingatnya kembali, seseorang akan berjaga-jaga untuk tidak mengulanginya kembali. Kita merasakan patah hati ketika kehilangan seseorang atau sesuatu yang penting, seperti putus dengan pacar, mendengar berita kematian, kehilangan pekerjaan, bahkan kehilangan suatu kesempatan besar. Momen-momen tersebut seringkali menyebabkan rasa sakit di “hati” seseorang yang mengalaminya dan seringkali disebut dengan “patah hati”. Sialnya, kita ini kurang mengenal patah hati.

Patah hati dapat menimbulkan tekanan yang besar, khususnya ketika kehilangan seseorang atau sesuatu secara tiba-tiba. Tekanan ini dapat mempengaruhi fisik dan psikis kita dalam kurun waktu tertentu. Lebih lanjut, setiap orang memerlukan waktu yang berbeda-beda untuk menyembuhkan patah hatinya.

Rasa Sakit ketika Patah Hati

Penelitian menunjukkan bahwa otak seseorang merekam rasa sakit emosional dari patah hati dengan cara yang sama seperti rasa sakit fisik. Itulah sebabnya ketika seseorang mengalami patah hati, ia seperti merasakan sakit fisik yang sebenarnya. Lebih lanjut, ketika seseorang mengalami patah hati, ia sering mengatakan hal-hal seperti “Saya merasa hati saya telah dicabut”, “Hati saya sakit seperti tersayat-sayat”, ataupun “Hati saya seperti tertampar” – kata-kata tersebut mengisyaratkan cara seseorang mengasosiasikan rasa sakit fisik dengan rasa sakit emosional.

Hal lain yang berhubungan dengan rasa sakit akibat patah hati adalah hormon. Hormon dalam tubuh kita tidak hanya muncul pada masa remaja awal. Hormon dalam tubuh diproduksi setiap hari untuk tujuan yang berbeda, termasuk jatuh cinta dan patah hati.

Jatuh cinta sendiri mirip seperti narkoba yang membuat ketagihan, sehingga otak melepaskan hormon dopamine dan oksitosin yang membuat kita merasa baik dan ingin mengulangi perilaku tertentu. Kedua hormone ini akan terlepas pada tingkat yang lebih tinggi ketika kita sedang jatuh cinta. Kemudian, ketika patah hati terjadi, kadar hormon ini turun dan munculah hormon kortisol. Hormon kortisol sendiri jika kadarnya terlalu banyak dalam kurun waktu tertentu, dapat berkontribusi pada kecemasan, mual, jerawat, dan pertambahan berat badan – segala gejala psikis dan mental tubuh terhadap patah hati. Inilah patah hati, saatnya mengenal patah hati secara jauh lebih dalam.

Patah Hati secara Medis

Sakit hati dan patah hati kerap kali diasosiasikan sebagai respon emosional atas kehilangan seseorang atau sesuatu. Namun, pernahkah kita bertanya-tanya apakah patah hati emosional dapat menghancurkan “hati” itu sendiri?

Takotsubo Cardiomyopathy merupakan nama medis untuk sindrom yang disebabkan oleh patah hati. Atau, lebih tepatnya, stress dari situasi yang memilukan. Stres emosional akut, dalam bentuk positif atau negative, dapat menyebabkan ventrikel kiri jantung “tertegun” atau bahkan lumpuh. hal ini menyebabkan gejala seperti serangan jantung, termasuk nyeri dada, nyeri lengan, bahu yang menegang, sesak napas, pusing, hingga kehilangan kesadaran.

Kabar baiknya adalah kondisi ini biasanya tidak menyebabkan kerusakan permanen seperti serangan jantung dan dapat sembuh ketika seseorang yang mengalaminya memiliki niat yang kuat untuk “sembuh” dari patah hati. Namun, berita buruknya adalah kondisi ini dapat menyebabkan stress yang menyakitkan hingga orang-orang di sekitar berpikir bahwa ia mengalami serangan jantung yang sebenarnya.

Pelajaran-pelajaran dari Patah Hati

Ketika mengalami patah hati, kita sering merasa seolah-olah dunia kita runtuh, gelap, atau bahkan tidak ada hari esok. Namun, patah hati bukan akhir dari segalanya. Ia hanya momentum di mana kita diminta untuk berhenti sejenak, merefleksikan diri, dan memperbaikinya untuk kebaikan diri kita masing-masing. Oleh sebab itu, ada beberapa pelajaran yang bisa kita ambil dari pengalaman patah hati itu sendiri.

Lebih mengenal diri sendiri

Patah hati secara tidak langsung mengingatkan kita untuk kembali “terhubung” dengan diri sendiri. Hal ini terjadi karena ketika kita merasakan sakit dalam diri, kita akan berusaha melihat apa yang salah dengan diri sendiri. Secara tidak langsung, kita akan “kembali” kepada diri sendiri untuk merefleksikan penyebab dari rasa sakit itu sekaligus menjadi pengingat bagaimana hubungan “kita” dengan diri sendiri.

Setiap orang dan sesuatu memiliki waktunya masing-masing

Patah hati kerap kali terkait sengan kehilangan, dapat berupa seseorang atau sesuatu. Kondisi ini dapat kita gunakan sebagai pengingat bahwa setiap hal dalam hidup ini bersifat fana. Kehilangan terjadi bukan karena kita tidak dapat mempertahankannya, tetapi karena “waktu” kita bersamanya mungkin dapat terganti dengan hal lain yang lebih baik.

Pelajaran tentang Memaafkan dan Melepaskan

Seringkali kita menahan diri untuk sesuatu dan seseorang yang pada kenyataannya tidak lagi untuk kita. Ketika titik nadir mulai tampak, semuanya seolah seperti bom waktu yang akan meledak pada waktunya. Kita  seolah-olah sudah tahu bahwa hal itu akan terjadi. Patah hati mengajarkan kita untuk ikhlas dalam memaafkan dan melepaskan. Memaafkan yang saya maksud adalah memaafkan diri sendiri atas kekurangan diri sendiri sehingga tidak menyebabkan beban hati di kemudian hari. Sementara melepaskan ialah proses membiasakan diri untuk tidak merasa terikat dengan sesuatu ketika sesuatu telah “pergi” dari diri kita.

 

Nah, teman-teman pembaca sekalian, semoga artikel ini dapat membantu kita semua yang sedang menghadapi ataupun menyembuhkan diri dari patah hati. Kelak ketika kita dapat melewatinya, kita dapat melihat dan merasakan bahwa diri kita telah tumbuh menjadi pribadi yang lebih kuat dan dewasa dari sebelumnya. Bahwa segala sesuatu datang membawa makna, baik secara nyata maupun tak kasat mata.

Baca juga :

Kesalahan Fatal Cewek Yang Mengandaskan Hubungan

Motivasi Hancur? Lakukan 5 Seconds Rule

Mengatasi Masalah Dengan Meditasi Buddhisme

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here