Waktu Baca: 3 menit

Berkeliling Jogja tentunya tidak cukup tanpa mencoba kuliner pinggiran. Dimulai dari Gudeg, Oseng Mercon, Wedang Ronde hingga angkringan menjadi destinasi warga lokal maupun turis. Namun, bagaimana jika nasi goreng? Ih, nasi goreng kan sudah biasa menjadi makanan sehari-hari! Eits, jangan salah! Pak Tugiran dan istrinya bukan menjajakan nasi goreng yang biasa kita temui lho. Gimana, udah penasaran belum? Yuk kita simak ulasannya langsung dari dapur Mie Ayam Jakarta Pak Tugiran.

Nasi Goreng Merah, gimana tuh rasanya?

Nasi goreng merupakan hidangan khas rumahan dan tidak sulit pembuatannya. Bahan-bahan untuk memasak nasi goreng pun bervariasi dan tersedia dimana mana. Bahan dasar untuk membuat nasi goreng sendiri terdiri dari nasi yang dicampur dengan bumbu yang dihaluskan seperti bawang putih, bawang merah, cabai, serta bahan tambahan lain seperti olahan daging hingga sayur-sayuran. Untuk sentuhan terakhir, biasanya ditambahkan kecap untuk membuat warnanya kecoklatan. Berbeda dengan nasi goreng kebanyakan, Pak Tugiran dan istrinya menyajikan hidangan nasi goreng yang unik dengan warna yang merah.

Konon katanya, warna merah ini bukan berarti pedas atau sangat pedas, melainkan penggunaan bumbu rahasia yang berwarna merah pekat. Berkat kelihaiannya dalam mengolah bahan-bahan, Pak Tugiran berhasil menyajikan cita rasa yang unik dan tidak terlupakan. Rasa manis dari bumbu racikan rahasia dan gurih yang bercampur jadi satu dalam sepiring nasi goreng merah membuat para konsumennya tidak pernah lupa untuk mampir. Untuk bahan pelengkap lain, Pak Tugiran biasanya menyajikan nasi gorengnya dengan potongan bakso, sosis, telur, dan daging ayam. Kalau ditanya, rasanya pedas gak sih? Sama sekali enggak! Karena bumbu merah yang dicampur pada waktu mengolah nasi goreng ini tidak hanya terdiri dari cabai rawit, namun juga bahan dan rempah lain yang membuat rasanya sangat pas dan nikmat untuk disantap. 

Selain nasi goreng, Pak Tugiran dan istrinya juga menyajikan hidangan lain seperti mie goreng, mie ayam, dan bakso. Untuk menu mie ayam dan bakso, Pak Tugiran menggunakan bumbu dan rempah yang sama namun tanpa racikan bumbu merah seperti yang ditemui pada nasi goreng dan mie goreng. Jadi, penampakan mie ayam dan bakso yang disajikan pun sama seperti mie ayam dan bakso pada umumnya, namun memiliki cita rasa yang berbeda.

Soal Nama “Mie Ayam Jakarta” Pak Tugiran

Kalau mencari nasi goreng Pak Tugiran ini harus jeli karena walaupun menu andalan yang Ia jajakan adalah nasi goreng merahnya, tetapi nama warung tendanya sama sekali tidak ada nasi gorengnya! Lantas apa dong namanya? Pak Tugiran dan istrinya menjajakan nasi goreng merahnya di bawah nama “Mie Ayam Jakarta Pak Tugiran”. Eits, tapi jangan salah. Meskipun yang paling favorit dari para pengunjungnya itu nasi gorengnya, mie ayam dan baksonya pun tidak kalah nikmat lho!

Baca juga : Leker Paimo Semarang: Kuliner Leker Asin yang Kekinian

Intinya sebagai salah satu penggemar berat nasi goreng Pak Tugiran, saya suka semua menunya! Berbicara tentang nama Mie Ayam Jakarta sendiri, sebenarnya hal ini masih menjadi misteri karena hampir 21 tahun saya sowan ke warung Pak Tugiran untuk makan nasi gorengnya, namanya masih tetap sama. Pak Tugiran dan istrinya pun tidak pernah bercerita tentang penamaan warungnya ini. Baginya, untuk menghidangkan sepiring nasi goreng yang nikmat dan hangat sudah cukup untuk para pengunjungnya. Tentunya selain hidangan yang lezat, Pak Tugiran dan istrinya juga menyediakan menu pendamping lain seperti pangsit kuah hingga acar mentimun yang memberikan rasa segar saat disantap bersama dengan nasi goreng hingga mie ayam.

Olahan acar dengan komposisi timun dan cuka yang pas membuat rasanya tidak terlalu asam. Untuk minumannya sendiri, Pak Tugiran dan istrinya menyediakan teh hangat, jeruk hangat, hingga es teh manis dan es jeruk. Biasanya, dalam melayani pengunjung, Pak Tugiran dan istrinya berbagi tugas. Bagian mengolah dan menyajikan makanan dilakukan oleh Pak Tugiran, sedangkan istrinya bertugas untuk membuat pesanan minuman dan mencuci piring yang telah digunakan.

Udah ngiler banget, ayo buruan spill lokasinya!

Berbicara banyak tentang kuliner pinggiran, rasanya tidak lengkap apabila belum berbicara soal harga yang dibanderol untuk tiap porsinya. Untuk menu nasi goreng, mie goreng, dan mie ayam dibanderol dengan harga Rp 11.000 – Rp 17.000, untuk bakso dan pangsit kuah dibanderol dengan harga Rp 10.000, dan untuk minumannya dimulai dari harga Rp 2.500 – Rp 3.000.

Lalu, lokasinya dimana sih? Jika ingin menyambangi warung Mie Ayam Jakarta Pak Tugiran, kalian bisa langsung menuju ke Jl. Brigjen Katamso, tepatnya di seberang Toko Elektronik Jogja Tronik. Spesifiknya, warung Mie Ayam Jakarta Pak Tugiran berada di dekat lampu merah sekitar 100m dari arah Jl. Brigjen Katamso. Pak Tugiran dan istrinya mulai menjajakan nasi gorengnya sekitar jam 17.00 sampai kurang lebih pukul 21.30. Warung Mie Ayam Jakarta Pak Tugiran umumnya buka setiap hari, namun jika sampai jam 18.00 tendanya belum terlihat, berarti nasib deh! Jadi gimana nih, udah masuk daftar kuliner wajib dicoba belum setelah PPKM nanti? 

Baca Juga :

Penyetan Mbak Asih: Sambal Terasi Mentahnya, Juara!

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini