Waktu Baca: 3 menit

Pada saat masa-masa mengerjakan skripsi, saya pernah merasa pada titik “buntu” yang membuat saya tidak memiliki motivasi  untuk melakukan apa pun. Motivasi saya hancur berkeping keping!  Penyebabnya macam-macam, mulai dari dosen pembimbing yang susah dihubungi, kondisi pandemi yang tidak kunjung usai, keuangan yang menipis, dan lain-lain.

Suatu ketika pada pagi hari yang malas, sembari bermain hp saya dan melihat sebuah story WhatsApp salah satu teman, isinya kurang lebih seperti ini: “Jika ingin mengerjakan sesuatu, hitung mundur dari 5 ke 1. Tepat pada hitungan 1, kerjakan hal tersebut tanpa pikir panjang lagi.”

Saya pun penasaran untuk mencoba. Dengan menghitung 5-4-3-2-1, saya langsung bangkit dari kasur, mengambil handuk, dan pergi mandi pada pukul 8 pagi. Padahal saya biasanya mandi pukul 12 siang. Setelah badan segar, saya mencari tahu apa yang baru saja terjadi pada saya. Ternyata metode yang baru saja saya lakukan biasa disebut dengan 5 Seconds Rule.

Apa itu 5 Seconds Rule?

Sederhananya, 5 Seconds Rule adalah suatu metode untuk melakukan sesuatu hal sebelum otak kita mencari alasan untuk tidak melakukannya atau menolak hal tersebut.

Otak kita memiliki jeda sekitar 5 detik antara keinginan dan penolakan. Di detik kita menginginkan sesuatu, 5 detik kemudian otak kita akan mulai mencari alasan untuk menolak sesuatu tersebut.

5 Seconds Rule pada prinsipnya bekerja dengan cara mencegah otak memikirkan ‘penolakan’. Dengan metode 5 Seconds Rule, otak kita tidak sempat memikirkan alasan untuk menolak keinginan tersebut.

Gimana caranya?

Simpel. Jika kamu punya suatu keinginan yang kuat, namun kamu merasa malas apalagi motivasi lagi hancur, cukup langsung hitung mundur dari angka 5 4 3 2 1. Tepat hitungan 1, bangkitlah dan lakukan apa yang menjadi keinginanmu.

Dengan hitungan tersebut, otak kamu tidak akan sempat untuk memikirkan hal-hal lain yang malah berpotensi menghambatmu. Kamu tidak memberi celah untuk rasa takut, rasa khawatir, rasa malas, atau overthinking menguasaimu. Motivasi hancur kamu balik menjadi semangat tiada henti.

___

Untuk memahami lebih lanjut, Mel Robbins, pencipta metode ini, menjelaskan ada setidaknya 5 unsur penting dalam 5 Seconds Rule ini yang dijelaskan sebagai berikut:

#1 Insting

Insting adalah dorongan untuk melakukan keinginan. Insting seringkali muncul secara impulsif. Namun jangan salah sangka, insting sesungguhnya adalah proses alam bawah sadar kita yang mendorong kita untuk melakukan sesuatu yang sesungguhnya memang kita butuhkan.

#2 Tindakan

Mel Robbins menspesifikan tindakan sebagai sesuatu hal yang kita lakukan berdasarkan insting yang memiliki suatu tujuan tertentu. Jadi tindakan yang dimaksud dalam hal ini bukan sekadar tindakan impulsif tanpa tujuan.

Semua tindakan berdasarkan insting yang kamu lakukan memiliki tujuan atau target yang jelas.

#3 Paksaan

Paksaan masih berkaitan dengan tindakan. Dalam 5 Seconds Rule, kita memaksa otak kita untuk melakukan sebuah tindakan.

Tanpa adanya paksaan, maka otak kita akan terlena dengan pikiran-pikiran yang menghambatmu melakukan sebuah tindakan.

#4 Lakukan hitungan 5 detik

Salah satu unsur yang tak kalah penting adalah jeda waktu 5 detik untuk melakukan sebuah tindakan. Waktu 5 detik tersebut sangatlah krusial. Dalam rentang waktu tersebut otak kamu tidak memiliki waktu yang cukup untuk memikirkan hal-hal lain selain hal yang ingin kamu lakukan.

#5 Otak membuat sebuah penolakan

Jika kamu tidak memaksakan untuk melakukannya dalam 5 detik, maka otakmu akan mencari alasan untuk menolak instingmu. Hal ini sesungguhnya wajar, sebab otak kita didesain untuk berpikir secara ragu-ragu atau hati-hati dalam setiap tindakan.

Namun yang menjadi permasalahan adalah ketika pemikiran ragu tersebut malah menguasaimu. Kamu tidak memiliki kendali atas dirimu sendiri melainkan rasa ragumu.

Jika sudah demikian, maka akan sulit rasanya untuk dapat melakukan aktivitas apapun.

Saya pribadi merasa sangat terbantu dengan metode 5 Seconds Rule ini. Terbukti, saya dapat menyelesaikan skripsi saya dengan waktu yang relatif cepat dibandingkan kawan-kawan seperjuangan saya.

Apakah kamu tertarik untuk mencoba?

Baca juga motivasi lainnya:

Mau jago ngomong? belajar dari tokoh ini!

Yang lain bikin kopi, dia malah jadi barista anti mainstream! Gak Bikin Kopi

Wahai kaum rebahan! Bangunlah!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here