Waktu Baca: 3 menit

Manchester United sudah meresmikan pembelian Winger Borussia Dortmund, Jadon Sancho dengan mahar 80 juta Poundsterling plus add on. Harga ini terbilang mahal karena Manchester United sebenarnya tidak memiliki pesaing berarti. Banyak yang tidak yakin dengan kemampuan Jadon Sancho. Bahkan di Euro 2020pun ia jarang bermain. Lalu kenapa MU membeli Sancho?

Kebutuhan Akan Inside Forward dan Winger

MU membeli Sancho karena Ole ingin memperkuat sektor sayap. Bukan rahasia lagi bahwa sektor sayap menjadi kelemahan MU yang cukup menonjol. Padahal, dahulu MU terkenal dengan sayap sayap legendaris macam David Beckham, Cristiano Ronaldo, Ryan Giggs dan banyak lagi. Kini MU memiliki Anthony Martial yang angin angin, Daniel James yang masih hijau dan Marcus Rashford yang inkonsisten.

Pertanyaannya, apakah dengan MU membeli Sancho maka masalah winger terselesaikan? Begini, kita harus membandingkan statistik mereka. Dua aspek yang akan saya soroti adalah dribble per game, passing rate dan key passes. Pertama, kita ambil contoh Marcus Rashford di Premier League, selama musim 20/21 ia mencatatkan angka 2,2 dribble per game, dengan key passes 1,2. Sementara untuk passing rate, Marcus Rashford mencatatkan 32 pass per game dengan kesuksesan 82 persen. Namun, dari 32 pass itu, hanya satu koma dua yang menjadi umpan kunci!

Bagaimana dengan contoh lain yaitu Martial (karena mereka berdua sering tampil sebagai pemain inti). Martial mencatatkan 1,6 dribble per game. Dengan keberhasilan passing sebanyak 84 % namun yang menjadi key pass hanya 0,8 saja! Cukup buruk.

Bagaimana dengan Sancho?

Tentu kita tidak bisa membandingkan Liga Jerman dengan Liga Inggris. Faktanya, Sancho melakukan 3 dribbles per game dengan key passes sebanyak 2,6 atau dua kali lebuh banyak dari Sancho dan Martial. Dia juga mencatatkan jumlah passing dua kali lebih banyak dari Martial dan Rashford (50 pass per game) dengaan rataan keberhasilan 82,4%. Nampak menjanjikan. Tapi ingat Sancho bermain di Liga Jerman.

Akankah Sancho akan banyak membantu MU di musim depan?

Sancho Hadir Untuk Pogba dan Bruno Fernandez

Keberadaan Sancho akan meringankan kerja Pogba dan Bruno Fernandez, kok bisa? Selama ini Pogba sering  terisolasi di tengah dan tidak memiliki opsi passing yang baik. Sementara itu, Jadon dengan statistiknya memiliki kelebihan untuk memberi Pogba pilihan passing. Hal ini membuat Pogba lebih mudah menemukan ruang dan mempertontonkan kelebihannya di sektor shooting dan dribbling. Pogba bukanlah pemain yang pintar mengatur tempo dan melepas pass dengan cepat, keberadaan Sancho akan membuat ia memiliki lebih banyak ruang dan kemungkinan. Hal yang sama berlaku dengan Bruno Fernandez.

Kelemahan Sancho

Sancho bermain dengan eksplosivitas tinggi, namun ia kadang belum terlalu berpengalaman untuk menuntaskan peluang menjadi gol atau menahan diri sembari mencari celah terbaik. Kelemahan inilah yang mungkin membuatnya tidak mendapat tawaran dari tim yang lebih besar seperti Barcelona dan Real Madrid. Tempo pertandingan Inggris yang cepat serta bek bek dengan agresivitas tinggi bisa membahayakan Sancho jika jumlah dribbles per game nya terlalu tinggi. Sancho bukan Alexis Sanchez yang cepat, berfisik kuat dan berteknik tinggi. Ia harus melakukan penyesuaian agar permainannya jauh lebih efektif. Sancho mengingatkan pada Cristiano Ronaldo muda yang masih ‘mentah’ dan sering membuang peluang. Namun, sekalinya Sancho menemukan ritme dan pengalaman, ia bisa menjadi senjata berbahaya bagi MU. Masalahnya, cukupkah Sancho seorang mengubah peruntungan MU?

Keputusan MU Membeli Sancho bisa membantu memberi opsi untuk tim Setan Merah. Namun harus dipikirkan juga bahwa MU belum memiliki seorang penyerang yang bisa menjadi andalan. Cavani mungkin bisa menjadi solusi jangka pendek, namun MU membutuhkan seorang striker bertipe Poacher atau Target Man untuk memastikan kehadiran gol. Rashford pernah menjajal posisi nomor 9, namun ia memang tidak memiliki insting mencetak gol. Martial juga tak bisa meniru Henry. Kalau sudah begitu, siapa nomor 9mu MU?

Baca juga kisah bal bal an lainnya:

Mengandaikan Karir Boaz Solossa Seandainya Beruntung

Komentar Mengejutkan Soal Pemain Bola (Dari tokoh Bal Bal an Lainnya)

Inggris di EURO 2020 adalah Drama Usang Tanpa Perlu Penghormatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here