Waktu Baca: 3 menit

Pengen denger cerita gimana guru (pengajar) online di kala pandemi gak? Yuk sini

Akibat pandemi Covid-19 membuat sekolah-sekolah merumahkan siswanya untuk menghindari penularan virus Covid-19. Sesuai aturan dari pemerintah juga, saat ini banyak sekolah yang melakukan pelajaran dari rumah. Setuju atau tidaknya dengan aturan ini membuat sekolah harus mematuhi aturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

Seperti yang sedang di alami oleh Farkhatuz Zahro, S.Pd seorang guru honorer yang mengajar di SD Negeri Bantul Timur sebagai guru PAI. Mulai mengajar sejak Juli 2020, sekarang ia melakukan pembelajaran dari rumah untuk memberi materi pembelajaran kepada siswa-siswanya.

Cerita Gimana Sih Awalnya Mulai Ngajar Di Sana?

Farkhatuz Zahro, S.Pd yang akrab dipanggil Faah ini mulai bisa ngajar di SD Negeri Bantul Timur karena dikasih tau tetangga yang juga menjadi guru kelas di SD tersebut kalau ada lowongan sebagai guru honorer.

Kenapa Sih Kok Memilih SD Negeri Bantul Timur Enggak Yang Lain?

Faah memberikan alasan pertamanya karena jarak dari rumah sangat dekat. Hanya butuh waktu kurang lebih 5 menit untuk sampai di SD tersebut. Alasan kedua adalah karena ada tetangganya. Jadi kemana-man tidak sendirian dan memudahkan beradaptasi di lingkungan baru.

Murid Kelas Apa Saja Yang Diajar?

Kalau untuk tahun ajaran ini megang 3 kelas yaitu kelad 1,5, dan 6, Faah menjelaskan. Hal ini karena sudah sesuai dengan kebutuhan guru yang dibutuhkan. Mungkin untuk tahun selanjutnya bisa berubah-ubah sesuai keputusan dari sekolah.

Suka Duka Pengajar Online Apa Nih?

Ini nih yang ditunggu-tunggu. Sesuai apa yang dituturkan oleh Faah, sukanya adalah tidak membutuhkan waktu lama dalam penyampaian materi cukup melalui aplikasi (zoom atau google meet) maksimal 1 jam sudah bisa menyampaikan materi yang ingin diajarkan kepada siswa-siswa. Terus apa lagi nih sukanya?

“Bisa disambi-sambi hehehe,” ujarnya.

Maksudnya dalam proses pengoreksian tugas siswa setiap saat, bisa kapan saja dan di mana aja untuk pengoreksiannya. Namun, untuk pengumpulan tugasnya siswa tetap diberi batasan waktu.

Kalau dukanya pengajar online itu karena daring dan ngajarnya anak SD yang mayoritas belum memegang telepon pintar sendiri . Terutama kelas bawah biasanya siswa mengumpulkan tugas menunggu orang tua pulang dari kerja. Kadang hal seperti itu yg menghambat penilaian tugas siswa jadi harus sering-sering mengecek google classroom. Memilah lagi siapa yang sudah dan belum mengirimkan tugas.

Duka lainnya kadang ketika mau menyampaikan materi melalui zoom atau google meet harus mengatur jadwal jauh-jauh hari. Alasannya karena menyesuaikan apakah orang tua bisa mendampingi anaknya dalam pembelajaran melalui zoom/google meet (khusus untuk kelas bawah).

Selain itu ada juga beberapa orang tua masih gaptek. Jadi, meskipun sudah disediakan classroom dalam pengumpulan tugas tapi masih ada beberapa yang mengirimkan tugasnya melalui WhatsApp. Hal itu juga kadang membuatnya harus memilahnya lagi.

Dukanya lagi juga merasa sebagai pengajar tidak maksimal dalam penyampaian materi. Terbukti masih ada beberapa siswa yang ketika evaluasi di akhir semester sebelum PTS atau PAS belum paham. Pokoknya yang jelas jauh lebih seneng jika bisa tatap muka lagi seperti biasanya.

Kira-Kira Tips Apa Yang Bisa Dilakukan Dalam Mengajar Online Agar Lebih Baik?

“Emm apa yaa sik iki tak mikir sikek (emm apa yaa sebentr aku pikir sebentar)” jawab Faah saat ditanya mengenai tips dalam mengajar online. Selang beberapa waktu, akhirnya Faah menemukan jawabanya yaitu dalam satu minggu jangan hanya disuruh mengerjakan soal, tapi diselingi dengan pemutaran video-video agar siswa tidak bosan.

Diusahakan sebagai pengajar tidak selalu hanya mengambil video pembelajaran dari Youtube tapi membuat sendiri minimal 2 minggu sekali. Bisa juga dengan diselingi dengan karya siswa misal disuruh membuat video, sebagai contohnya siswa diminta bercerita mengenai kisah nabi dengan alat peraga yang sederhana (misalnya kertas lipat) dibuat kapal Nabi Nuh.

Apa Sih Harapanmu Untuk Ke Depannya Untuk Dunia Pendidikan Khususnya?

Harapan ke depan untuk dunia pendidikan ya semoga sekolah kembali dibuka dan bisa tatap muka lagi seperti biasanya. Meskipun harus dengan protokol kesehatan hal itu lebih baik daripada melalui daring karena siswa lebih bisa aktif berinteraksi dengan guru. Sebagai pengajar tentu sangat ingin bisa tatap muka, karna merasa lebih dekat dengan siswa dan penyampaian materi merasa lebih tersampaikan dengan benar dan nyata serta bisa melihat kondisi siswa secara langsung.

Ada Hal Yang Ingin Disampaikan?

Selain harapan di atas, Faah juga melayani les privat (calistung untuk kelas 1,2,3) dan belajar mengaji untuk semua umur. Untuk yang kepo dengan Faah bisa langsung di follow akun Instagramnya @farkhatuz dan DM aja untuk tanya-tanya mengenai les privat atau lainnya. Tenang orangnya ramah dan baik hati kok, minta follow back pastinya juga boleh ehehe.

Kesimpulan

Seperti cerita dari Faah ternyata banyak dukanya karena merasa tidak sebagai pengajar seperti selaknya. Walaupun sudah dimudahkan menggunakan sistem daring, rasa untuk mengajar langsung masih sangat kuat. Semoga seperti apa yang disampaikan Faah, pandemi Covid-19 segera berakhir dan sekolah kembali dibuka. Sehingga guru bisa melakukan pembelajaran tatap muka dengan siswanya secara langsung. (*)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini