Waktu Baca: 3 menit

Terhitung Sabtu (26/06) lalu Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah mengeluarkan keputusan bahwa vaksinasi Covid-19 diperluas serta menghapus syarat domisili KTP. Hal tersebut membantu bagi pekerja luar kota serta mahasiswa dan pelajar yang merantau dan tidak pulang kampung selama Covid-19. Pemerintah mengharapkan proses vaksinasi bisa di atas 20 persen. Namun, kejadian sudah divaksin tapi masih positif masih sangat mungkin terjadi.

Target Vaksinasi Dan Relasinya Dengan Pencegahan Covid 19

Dilansir dari kemkes.go.id, keputusan menghilangkan syarat domisili memiliki tujuan strategis. Salah satu tujuan strategis itu berkaitan dengan target pemerintah memberikan vaksin 1 juta dosis sehari. Selain satu juta dosis vaksin, pemerintah ingin memperbanyak pos pelayanan vaksinasi dan Covid-19. Pemerintah ingin menekan angka pertumbuhan pasien yang terjangkit Covid-19. Ke depan, pemerintah ingin kondisi normal kembali. Salah satu yang menjadi keinginan pemerintah adalah mengembalikan pembelajaran tatap muka di lingkup pendidikan.

Pemerintah jelas memiliki harapan besar dengan vaksinasi ini, namun apakah kenyataan di lapangan sesederhana itu? Nampaknya tidak. Bahkan meski sudah divaksin tetap saja orang bisa positif.

Harapan Dan Kenyataan

Jika rencana pemerintah benar-benar terlaksana, berarti kita mulai bisa beraktivitas di luar rumah lebih leluasa. Namun tetap setelah mendapat vaksinasi bukan berarti kita langsung bisa beraktivitas tanpa protokol kesehatan.

Seusai divaksin juga tidak menjamin kita terhindar 100% dari Covid-19. Bahkan, kita masih perlu melaksanakan protokol kesehatan dan pembatasan bekerja di luar rumah sampai pandemi benar-benar bisa berada di bawah kendali pemerintah.

Vaksin Membantu di Imun Tubuh, Tapi…

Dilansir dari WHO, vaksin mengandung virus yang telah dilemahkan, dan dimasukkan ke dalam tubuh kita. Karena virus telah lemah, sistem pertahanan diri kita atau imun akan melawan virus tersebut. Vaksin mengandung data bagi imun tubuh yang akan berguna saat virus yang masuk ke bagian tubuh masuk kembali. Dengan data itu, imun akan lebih mudah melawan.

Tanpa adanya vaksin, tubuh dan sistem imun tubuh bekerja lebih keras dan bahkan membahayakan tubuh. Dengan adanya vaksin, tubuh lebih mudah menghadapi penyakit yang telah ada di sepanjang sejarah penyakit manusia.

Hal tersebut tidak menjamin bahwa tubuh akan kebal penyakit dan tidak terjangkit lagi. Jika tubuh dalam keadaan tidak sehat, walaupun sudah mendapat vaksin kita tetap dapat terkena penyakit itu lagi.

Masih Banyak yang Belum Mendapat Vaksin

Dilansir dari kemenkes.go.id, Sasaran Vaksinasi tahap 1 dan tahap 2 terhitung Senin (28/06) 11 per 100 penduduk sasaran vaksinasi sudah dapat 1 dosis, yakni sudah divaksinasi tahap 1. Secara statistik, jumlah tersebut masih kecil, terlebih pada vaksinasi tahap 1. Vaksinasi tahap akhir masuk perhitungan setelah vaksin tahap 2 telah selesai.

Dengan jumlah 11 per 100 penduduk yang sudah menjalani vaksinasi tahap 1, tidak ada jaminan kita bebas dari Covid-19 ketika keluar rumah dan bertemu dengan banyak orang. Kita masih harus melaksanakan protokol kesehatan agar 89 dari 100 penduduk tidak terjangkit Covid-19 dan memperbanyak pertumbuhan angka Covid-19.

Bahkan dengan jumlah sebanyak itu, tidak menjamin juga kita bebas terjangkit Covid-19. Jika kita tidak menjaga kesehatan dan mengabaikan protokol kesehatan setelah vaksin, justru  kita akan membahayakan orang lain dan menurunkan kesehatan diri sendiri. Selain itu, setelah vaksin tahap 1 kita perlu menjaga kesehatan kita pada vaksin tahap 2. Hal tersebut terjadi karena ketika vaksin, tubuh akan bereaksi dan dapat menurunkan kesehatan.

Masih Banyak yang Mengabaikan Protokol Kesehatan

Ketika keluar, entah jalan atau mengendarai motor pasti kita masih menemukan banyak orang yang tidak memakai masker, tidak menjaga jarak, ataupun kebersihan tubuh. Peningkatan jumlah yang terjangkit Covid-19 juga terjadi karena masih banyak yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

Hal tersebut bukan hanya kelalaian Satgas Covid-19 saja.  Kita yang berkegiatan di luar rumah terkadang masih mengabaikan protokol kesehatan. Ketika banyak yang mengingatkan, kita sering beralasan keluar tidak jauh dari rumah atau tidak bisa bernapas. Namun alasan tersebut berakibat buruk pada orang lain.

Setelah mendapat vaksin pun, bukan alasan kita melanggar protokol kesehatan. Memang benar jika proses vaksin membuat kita memiliki imun, tapi penting juga menjaga kesehatan orang sekitarnya dan diri sendiri. Ingat, sekali lagi harus menjadi perhatian bersama bahwa sudah divaksin bukan berarti aman, masih ada kemungkinan positif.

Benar bahwa sudah ada beberapa negara yang perlahan sudah lepas masker, tapi Indonesia pada saat ini masih mengalami peningkatan. Vaksin bukanlah alasan kita bisa keluar rumah ataupun melanggar protokol kesehatan. Vaksin ada untuk membantu kita beraktivitas di luar rumah dan kita harus bertanggung jawab penuh atas vaksin yang telah kita terima.

Baca juga Artikel lainnya terkait Korona di Pakbob.id :

Corona di Jepang, Sebuah Cerita Dari Anak Negeri

Konten 18+ Untuk Mempromosikan Vaksin

De-Globalisasi Hari Ini Bukan karena Corona

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here