Waktu Baca: 3 menit

Mencicipi susu ketan Cumlaude membuat kita pengen nyicipin lagi dan lagi…Untung sehat! Lho kok bisa?

Kalian pasti sudah tidak asing dengan minuman kekinian yang sedang menjamur saat ini seperti kopi, milk tea, thai tea, boba, atau lainnya. Minuman-minuman tersebut kini telah menjadi salah satu kebutuhan dalam hidup kita bahkan.

Namun di balik rasa manisnya thai tea atau gurihnya boba, terdapat bahaya yang mengancam. Bahaya tersebut  berwujud kandungan gula yang sangat tinggi. Terlalu banyak gula yang masuk dalam tubuh kita berpotensi menyebabkan penyakit seperti darah tinggi dan diabetes.

Berdasarkan keresahan tersebut, M. Ilham dan kawan-kawan membuat alternatif minuman kekinian yang menyehatkan, yakni susu ketan. Minuman apakah itu? Mari kita mengobrol bersama Ilham cs.

Gimana awal terbentuknya Susu Ketan Cumlaude?

Ilham, yang pada saat itu masih berstatus mahasiswa teknik Universitas Gadjah Mada, bersama Aly dan Memez memulainya dengan  membuat sebuah proposal ide bisnis yang diikutsertakan dalam Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) yang merupakan program UGM.

“Dulu itu ceritanya Aku dan Aly kan sudah lepas dari program beasiswa. Terus kami mikir kira-kira bisa dapat pemasukan dari mana lagi ya. Nah, kebetulan waktu itu UGM ngadain PMW. Ya udah ikutlah kita.” jelas Ilham.

Kok kepikiran bikin susu ketan?

Awal mulanya, mereka bingung ingin membuat apa. Mereka pun mengajak salah satu rekan seper-beasiswa-an mereka yang bernama Memez, mahasiswa teknologi pangan UGM. Memez pun menyarankan untuk membuat produk dari olahan beras ketan. Memez beralasan karena diversifikasi atau variasi olahan produk beras ketan di Indonesia masih sangat rendah.

Selain itu, Ilham dan Aly pada dasarnya tidak suka dengan minuman kekinian. Mereka berpendapat bahwa minuman tersebut tidak sehat. Dengan dasar tersebut, Ilham, Aly, dan Memez pun sepakat untuk membuat produk berupa susu ketan.

“Ketan itu punya kandungan antioksidan alami namanya Antosianin dan mikronutrien lain yang dibutuhkan oleh tubuh. Karakteristiknya kalau makan ketan menimbulkan efek kenyang di perut.” Ilham menjelaskan.

Mereka pun mulai bereksperimen untuk menciptakan formula susu ketan yang pas. Mereka menjajal dengan membuka stan pada acara Career Days UGM dan mendapatkan banyak feedback dari pelanggan. Dengan berbekal berbagai feedback dari pelanggan, teman-teman sekitar, dan konsultasi pada seorang ahli boga,  akhirnya mereka menemukan formula yang pas.

Kenapa namanya “Cumlaude”?

Ditanya perihal nama, Ilham pun menjelaskan filosofi di balik nama “Susu Ketan Cumlaude”. Ia bercerita bahwa awal mula menggunakan nama “Cumlaude” sebab mereka mencari suatu nama yang dekat dengan mahasiswa.

“Pas itu kan kami cari-cari nama apa ya yang dekat dengan mahasiswa. Nah kebetulan, pas itu si Aly mikir bahwa dia gak mungkin cumlaude. Terus dia mikirnya gini: Meskipun aku gak cumlaude di kuliah, setidaknya aku bisa cumlaude di bisnis.” Ujar Ilham.

Modalnya dari mana tuh untuk bisa bikin usaha Susu Ketan Cumlaude?

Untuk membuat sebuah bisnis, pasti membutuhkan modal. Ilham bercerita bahwa ia mendapatkan modal dari berbagai program-program wirausaha, seperti Program Mahasiswa Wirausaha, Kegiatan Berwirausaha Mahasiswa Indonesia, dan Diploma Succes Challenge.

“Awalnya kan PMW itu ya, terus kami juga ikut lainnya kaya KBMI yang merupakan progam Kemendikbud. Terus Diploma Success Challenge, walaupun cuma sampai tahap pitching. Yang terpenting sih, tujuan utama kami lebih ke komunitasnya, atau networkingnya.”

Gimana sih rasanya menjalankan bisnis di tengah pandemi?

Ilham pun bercerita bahwa mereka memulai bisnis susu ketan ini tepat pada saat pandemi baru mulai masuk di Indonesia. Ia pun tidak bisa menjawab pertanyaan ini karena tidak bisa membandingkan dampak pandemi.

“Jujur ya, aku sendiri juga gak bisa membandingkan sih. Karena dari awal kami buka ya pas pandemi itu, jadi kami gak punya data gimana rasanya kalau sebelum pandemi. Mungkin kalau dibandingkan dari awal pandemi hingga sekarang, mungkin bisa.” Ujar Ilham.

Namun demikian, pandemi ini menjadi hikmah tersendiri bagi Ilham. Kondisi pandemi yang menyebabkan terbatasnya berbagai hal, Ilham dan kawan-kawan mulai terpacu untuk memutar otak bagaimana mengoptimalkan keuangan bisnis mereka.

“Selain mikirin sisi keuangan, kami juga harus mempertimbangkan lainnya, kaya sisi marketingnya. Misal kalau seandainya kita hire food vlogger untuk promosi produk kita, tapi kapasitas kita tidak siap, ya mendingan tahan dulu.”

Penutup

Kini usaha Ilham dkk mulai menunjukkan hasilnya. Susu Ketan Cumlaude yang semula berjuaan di rumah kontrakan mungil di gang sempit jalanan Monjali, kini bisa kamu temukan di Jalan Selokan Mataram belakang Apartemen Taman Melati.

Tempatnya pun kini lebih luas dari lokasi sebelumnya. Dengan desain ala café, kamu bisa mengunjungi kedai Susu Ketan Cumlaude untuk nongkrong-nongkrong cantik atau sambil mengerjakan tugas. Kedai ini pun menyediakan layanan WiFi sehingga kamu bisa lebih nyaman dalam mengerjakan tugasmu.

Dari segi rasa, Susu Ketan Cumlaude sudah jelas enak. Rasa susu yang segar berpadu dengan gurihnya ketan hitam mampu memanjakan lidah penikmatnya. Tak hanya itu, segelas susu ketan berukuran reguler pun sudah cukup untuk membuat perutmu kenyang.

Harga susu ketan tidak mahal, berkisar Rp11.000 hingga Rp16.000. Terdapat banyak varian rasa juga lho, seperti red velvet, thai tea, hazelnut, dan lain-lain. Selain susu ketan, mereka juga menawarkan produk lain seperti bubur ketan dan smoothies buah. Sangat murah bukan?

Jika kelak kamu memiliki kesempatan untuk berkunjung ke Susu Ketan Cumlaude, jangan lupa ya untuk selalu menjaga protokol kesehatan.

Baca juga usaha rintisan makanan lainnya yang tidak kalah menarik!

Soto Sapi Magelang enak, carinya sampai ke desa!

Siomay Jogja Enak, Siomay Shin Chan dong!

Soto Babat Nikmat Sari Kartasura, Rajanya Babat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here