Waktu Baca: 2 menit

Pernahkah kamu merasa malas untuk melakukan sesuatu seperti malas mengerjakan tugas, malas bekerja, malas membereskan kamar atau bahkan malas untuk bangun dari rebahan? Jika ya, sepertinya ada tanda gangguan di otak. Jadi, mari kita cari tahu!

 

Rasa Malas

Rasa malas adalah teman sekaligus musuh. Namun seringkali ia menjadi musuh bagi kaum yang ingin terus produktif. Ia mampu membuat kita menjadi “terlanjur nyaman” dan akhirnya menghambat bahkan melupakan apa yang seharusnya kita lakukan.

Banyak sekali aktivitas kita yang menjadi terhambat karena rasa malas. Sebenarnya, rasa malas merupakan hal yang normal, namun apabila terjadi secara terus menerus dan berlebihan, pastinya akan membawa dampak buruk bagi kita. 


Mengapa Rasa Malas Bisa Muncul?

Beredar di masyarakat bahwa seringkali rasa malas muncul karena tidak adanya motivasi yang dapat membuat seseorang bergerak atau melakukan sesuatu. Nah, ada hal yang menarik yang dikatakan peneliti terkait sumber motivasi tersebut. Peneliti mengatakan bahwa kurangnya motivasi bukan hanya dipengaruhi oleh sikap dan kebiasaan, namun lebih banyak dipengaruhi oleh faktor biologis yang berkaitan dengan otak manusia. Bisa jadi malas merupakan tanda gangguan di otak.

Berdasarkan penelitian terkait pemindaian motivasi dan rasa malas melalui Magnetic Resonance Imaging (MRI) yang dilakukan oleh Live Science, diketahui bahwa ketika orang memutuskan sesuatu, maka korteks premotor pada otak akan menyala sebelum titik lain di otak mengendalikan gerakan hingga menjadi aktif. Korteks premotor terletak di lobus frontal dalam otak yang berkaitan dengan kebutuhan untuk mengendalikan dan mengkoordinasikan proses kognitif dan perilaku yang paling kompleks.

Hal yang menarik adalah, ketika  orang yang malas menjadi obyek, hasilnya adalah korteks premotor tersebut tidak menyala karena koneksi yang terputus. Para peneliti menduga bahwa ketika malas, koneksi yang terhubung ke otak menjadi kurang efektif sehingga otak harus melakukan upaya yang lebih keras agar keputusan yang diambil dapat diubah menjadi tindakan aktif.

Baca juga: Perpisahan Bukan Berarti Tak Lagi Sayang

Motivasi
Tanda Gangguan di Otak
courtesey: @averey

Selanjutnya, kita perlu mengetahui bahwa motivasi berkaitan pula dengan otak. Mengapa demikian? Motivasi seseorang untuk melakukan sesuatu, termasuk untuk melawan rasa malas itu adalah dengan meningkatkan oleh tingkat dopamin di dalam otak. Hal tersebut sesuai dengan jurnal Cerebral Cortex yang terbit tahun 2012. Tingkat dopamin dalam otak akan memberikan dampak beragam pada tingkat motivasi seseorang. Berikut beberapa cara yang bisa kita gunakan untuk meningkatkan dopamin secara alami; makan banyak protein, mengurangi konsumsi lemak jenuh, rutin berolahraga, istirahat yang cukup, mendengarkan musik, meditasi, dan berjemur di pagi hari. 

Baca juga : Coca Cola Berbahaya, Ah masa!

Jadi, Harus Bagaimana?

Malas boleh saja, mungkin fisik atau psikis kita sedang mengalami kelelahan. Hanya saja, poin utama yang ingin coba saya sampaikan dalam artikel ini adalah, malaslah dengan bijak. Jadi kita tahu kapan saat yang tepat kita malas, dan sebaliknya kapan waktu yang tepat untuk melawan rasa malas. Jangan biarkan rasa malas mengendalikan kita, tapi berusahalah untuk mengendalikan rasa malas. Jangan sampai otak kita terkontaminasi rasa malas secara berlebih hingga bagian-bagian otak tidak bisa bekerja dengan maksimal. Yuk sayangi otak dengan lawan rasa malas! 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here