Waktu Baca: 2 menit

Beberapa waktu lalu, saya mendapatkan vaksin pertama Covid-19. Di setiap pemberitahuan memberitahukan bahwa setelah divaksin akan ada gejala beberapa jam setelah, bahkan beberapa hari setelah vaksin. Itu bisa terjadi karena tubuh kita, khususnya sistem imun kita mulai bekerja setelah vaksin masuk ke tubuh. Efek pada tiap orang bisa berbeda-beda. Ada yang pusing, mual, demam, dan bahkan pegal-pegal. Memang benar setelah vaksin dianjurkan untuk di rumah saja dan tidak beraktivitas di luar, tapi apakah hal tersebut tidak bisa dijadikan alasan untuk bermalas-malasan? Berikut 3 hal yang harus dilakukan setelah vaksinasi

Hindari Melakukan Olahraga Berat

Ketika divaksin, pasti bagian lengan kiri kita yang bakal disuntik. Setelah disuntik, pasti tangan kita rasanya kaku dan sakit ketika digerakkan. Setelah disuntik, sekitar 15 sampai 30 menit hindari aktivitas berat yang membutuhkan kekuatan seperti push-up dan pull­up, atau bahkan memutar-mutarkan tangan,

Kegiatan tersebut justru semakin membuat tangan kita capek dan menambah rasa sakit. “kalau gitu mending ga digerakin sama sekali aja kan gampang,” malah jangan juga dibiarkan tangan kiri didiamkan saja. Justru kalau tidak digerakkan, tangan kita jadi kaku dan gak sakit ketika digerakkan.

Cara terbaik yakni dengan menggerakkan tangan perlahan secara dinamis. Hal tersebut untuk merilekskan tangan kita agar tidak kaku dan bahkan kram jika digerakkan. Kalau bisa tetap menggunakan tangan dengan sewajarnya, hal tersebut akan membiasakan kalian dengan rasa sakit dan mengurangi rasa sakit berkepanjangan setelah disuntik.

Kurangi Baringan di Kasur

Cuaca kali ini memang enak untuk rebahan. Dingin dan setiap sore hingga malam selalu hujan menyebabkan kita enggan keluar dari tempat tidur dan selimut. Namun kalau sudah divaksin, atau bahkan di hari-hari lain, kalau bisa dikurangi berbaring di tempat tidur.

Ketika gejala pusing atau demam mulai muncul, pasti kita tidak ingin enyah dari tempat tidur dan memilih untuk tidur saja. Namun hal tersebut tidak bisa lama-lama. Tubuh harus dibiasakan untuk beraktivitas di rumah.

Beberapa hal yang dilakukan bisa dengan duduk dan beraktivitas ringan seperti duduk dan membaca atau mengerjakan tugas di depan komputer. Justru dengan membiasakan diri beraktivitas, rasa pusing perlahan bisa hilang.

Bahkan, dengan aktivitas kecil tersebut kalian juga bisa menyelesaikan tugas dari rumah atau menghibur diri dengan cara lain. Hal tersebut untuk membiasakan kita bisa beraktivitas kembali setelah gejala vaksin sembuh. Menghindari pusing tiba-tiba atau lemas di keseharian.

Jangan Tidur Terlalu Larut

Ini yang penting, tubuh perlu waktu untuk istirahat. Malam pertama ketika divaksin beberapa dari kalian mungkin merasakan pusing atau demam, dan menyebabkan kalian tidak bisa tidur, walaupun sudah di kasur. Hal tersebut tidaklah nyaman dan pasti berujung pada memegang gawai dan menunggu tubuh telah dan tidur dengan sendirinya. Hal tersebut tidaklah baik untuk tubuh yang sedang menerima vaksin. Tubuh perlu waktu untuk membenahi diri dan memperbaiki ketika kita beristirahat. Ketika melakukan hal tersebut, justru ada kemungkinan besar tubuh kita semakin capek ketika bangun dan bahkan masih terasa pusing.

Selama 3 hari setelah divaksin, mulai dibiasakan tidur tidak terlalu larut malam, sekitar pukul 11 malam hingga 12 malam batas paling larut untuk beristirahat. Efeknya terasa ketika bangun. Terlebih setelah minum parasetamol yang diberikan setelah vaksin, kalau bisa tubuh dibuat rileks dan tidak melakukan pekerjaan berat. Jika tidur lebih larut atau bahkan di pagi hari, tubuh akan terasa lebih berat dan gejala setelah vaksin makin memburuk. Hal yang paling tampak adalah demam tak kunjung reda selama 3 hari.

Nah, itulah 3 hal yang harus dilakukan setelah vaksinasi. Jangan kebanyakan berbaring, jangan olahraga berat, jangan tidur larut malam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here