Waktu Baca: 3 menit

Memulai musim baru tanpa kompetisi Eropa dan memiliki keuangan terbatas karena pandemi membuat Arsenal tidak bisa memasang target muluk muluk musim ini. Seandainya bisa masuk kompetisi Eropa lagi, Arsenal sudah okelah. Yang penting jangan ndlosor banget begitu. Namun baru mulai musim saja Arsenal sudah harus menelan pil pahit karena mengalami kekalahan dari tim promosi, Brentford. Sekilas kayaknya Arsenal pasrah seperti fans fans mereka yang juga lebih realistis. Namun enggak juga, Arsenal mungkin kelihatan wajib pasrah, tapi musim ini mereka tidak akan ikhlas saja menjadi samsak tim lain. Setidaknya ada beberapa alasan yang membuat Arsenal layak optimis bahkan menjadi kuda hitam untuk mendapat kursi di Liga Champions.

Pembelian Komplit

Arsenal memang tidak melakukan pembelian pemain bintang, tapi mereka jelas lebih cerdas dibandingkan musim lalu ketika mereka mendatangkan pensiunan klub rival, Willian. Kali ini hampir semua masalah Arsenal musim lalu dapat terselesaikan dengan transfer pemain yang pada tempatnya. Di lini belakang, Pablo Mari, Calum Chambers dan Rob Holding tidak bisa ketawa ketiwi lagi saat melakukan blunder. Sebab, sudah ada Ben White yang memiliki kemampuan komplit dan potensi besar untuk menjadi bek terbaik Inggris dan siap menggeser mereka kapan saja.

Di tengah, Arsenal sudah memiliki Sambi Lokonga yang jelas lebih kompeten dalam menjadi gelandang box to box dibandingkan dengan Granit Xhaka dan Muhammad Elneny misalnya. Yang mengejutkan, Arsenal berhasil mendapatkan nomor 10 baru di diri Martin Odegard. Fans Arsenal yang hampir pasrah melihat timnya akan mengandalkan Smith-Rowe di musim depan kini menjadi lebih optimis. Kini masalah Arsenal tinggal satu, mencari penyerang yang mampu membuat Aubameyang dan Lacazette tau diri.

Analisa Arteta dan Kesigapan Edu

Dua mantan gelandang Arsenal ini ternyata cukup jago di bidang manajemen. Arteta membuktikan bahwa ia bukan sekedar KWnya Joseph Guardiola. Ia bisa bermain keras dengan umpan panjang terobosan kalau memang sedang terdesak. Arteta jauh lebih pragmatis dibanding mentornya yang memiliki berkah skuad bertabur bintang. Sementara itu, Edu juga mampu menjalankan peran sebagai direktur teknik dengan baik sehingga banyak pemain potensial berhasil masuk ke skuad Arsenal. Dua orang ini adalah modal bagus dalam leadership Arsenal yang kekurangan sosok pemimpin.

Merekahnya Potensi Lama

Tidak ada yang tidak setuju kalau Bukayo Saka makin matang dan Nicolas Pepe sudah mulai beradaptasi dengan model permainan Premier League. Kalau sudah begini, Arsenal boleh berharap dua sayap ini bisa meledak dan menyumbang banyak assist dan gol. Selain itu, Granit Xhaka yang tampil buruk lawan Brentford masih menyimpan banyak potensi. Toh di Euro 2020 yang lalu, Xhaka berhasil membuktikan bahwa dirinya masih bisa berguna.

By the way, kalian pasti heran kenapa saya tidak menyebut Pierre Emerick Aubameyang dan Alexandre Lacazette dalam daftar ini. Yah, sejujurnya saya gak yakin mereka masih bisa menawarkan sesuatu. Auba mungkin masih bisa menunjukkan sisa sisa ketajamannya. Kalau Laca? Jujur jika ia menjadi penyerang sayap atau tengah sama sama kurang meyakinkan. Arsenal benar benar dalam masalah besar jika mereka tidak membeli penyerang baru.

Masalah Utama : Mental!

Arsenal sudah membuktikan bahwa mereka tidak akan sekedar menjadi tim pasrah saja. Persiapan pramusim sudah mereka geber dengan maksimal. Namun, kelamaan di papan tengah bisa mempengaruhi mental Arsenal. Arsenal harus bisa bangkit dan menemukan sosok pembeda di lapangan. Dalam hal ini, Arsenal benar benar membutuhkan seorang penyerang jempolan yang bisa memberi jaminan gol dan kepemimpinan berkualitas. Target utama, Lautaro Martinez tampaknya sulit lepas. Sementara itu, pilihan lain ada dalam diri Mauro Icardi, Gerard Moreno, Moise Kean atau bahkan Malcolm. Namun, nampaknya pilihan pilihan yang tersedia itu sama sama sulit. Lalu, kenapa tidak Arsenal mencoba membeli Marcus Thuram? Atau mungkin Arsenal akan coba memaksimalkan Gabriel Martinelli dan Eddie Nketiah? Entahlah, yang pasti soal striker Arsenal tidak boleh pasrah pasrah saja. Buat apa punya gelandang top kalau tidak ada finisher handal?

Simak Kisah Arsenal lainnya dalam Pakbob.id :

Tiki Taka Arsenal Bakal Lengkap?

Locatelli Arsenal: Boleh dong Berimajinasi!

Kemantapan Hati Arsenal, Unai Emery dan Conte

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini