Waktu Baca: 2 menit

Banyak sekali sitcom atau komedi situasi di Amerika Serikat. Ada yang bertema persahabatan seperti Friends dan How I Meet Your Mother. Lalu kita juga melihat yang bertema kehidupan di sekolah seperti Big Bang Theory. Ada juga yang membahas kehidupan anak anak dan keluarganya dalam Malcolm in the Middle. Namun, tak ada yang seperti Brooklyn Nine-Nine. Brooklyn Nine-Nine adalah obat duka, bukan sekedar sebuah sitcom.

Utopia di Kantor Polisi

Brooklyn Nine-Nine hadir dengan tokoh beragam. Ada kapten Raymond Holt, seorang gay yang mengalami diskriminasi dan setelah berjuang bertahun tahun berhasil menjadi kapten. Ada Jake Peralta, detektif kekanak kanakan yang ternyata memiliki trauma bertahun tahun karena ayahnya. Lalu ada Amy Santiago, kekasih Jake Peralta yang lahir dari keluarga polisi dan sangat ingin membuktikan diri di depan ayahnya yang sangat sukses. Lalu ada Charles Boyle, pria baik baik yang ternyata mengalami masalah dengan hubungan lawan jenis karena ia ‘terlalu baik’. Selanjutnya, ada juga Rosa Diaz, gadis latina bi-seksual yang memiliki masa lalu misterius. Kemudian, ada tokoh Terry Jeffords yang mengidap masalah diet dan berakhir menjadi seorang berbadan kekar untuk mengatasi stresnya.

Brooklyn Nine-Nine adalah kumpulan orang orang aneh yang menerima satu sama lain. Setiap hari mereka saling berinteraksi dengan perbedaan perbedaan yang mereka miliki. Tak jarang mereka serius bermasalah satu sama lain, namun pada akhirnya mereka tidak bisa saling meninggalkan satu sama lain. Brooklyn Nine-Nine adalah sebuah utopia kecil dimana orang saling menghargai meski berbeda. Tak jarang kita berharap lingkungan sekitar kita juga bisa menerima kita seperti bagaimana Brooklyn Nine-Nine bekerja. Menonton Brooklyn Nine-Nine memberi kita kesempatan ‘kabur’ dari lelahnya dunia.

Meski Komedi, Tidak Ada Komedian

Kelucuan hadir karena interaksi tokoh yang berbeda karakter dan memiliki masalah masalah kepribadian. Di sini tak ada yang bertingkah konyol, mereka semua adalah orang serius dengan permasalahan hidup mereka. Yang membuat Brooklyn Nine-Nine menjadi solid adalah karena tokoh tokoh yang memiliki masalah serius ini malah menertawakan kehidupan mereka untuk meredakan rasa duka mereka.

Jake sering bercanda mengenai ayahnya yang tidak bertanggung jawab tapi berusaha mengemasnya sebagai hal lucu. Boyle juga banyak mengajak rekan rekannya untuk lebih santai menerima bahwa gaji Boyle banyak dikuasai mantan istrinya dan mantan istrinya sering mengancam Boyle. Holt juga menanggapi dingin diskriminasi pada dirinya meski jelas itu menyakitkan hatinya karena banyak polisi tidak kompeten sudah memiliki karir yang lebih baik darinya.

Komedi di Brooklyn Nine-Nie adalah para outsiders yang mentertawakan masalah mereka secara tidak langsung. Ketika melihatnya, kita seakan mendapat dorongan untuk bersikap lebih tenang dalam kehidupan. Pada akhirnya, kita benar benar merasakan apa yang kita sebut perasaan ‘kamu gak sendirian’ dan masalah itu bisa kita tertawakan.

Belajar Tertawa Meski Berat

Masalah yang dialami para penggawa Brooklyn Nine-Nine bukanlah melulu masalah kepolisian. Brooklyn Nine-Nine mengajak kita memahami bagaimana hidup tak selamanya mulus dan tak semua harus kita hadapi dengan kepala pusing. Di Brooklyn Nine-Nie, kita menyadari bahwa mungkin kita tidak perlu kata kata motivasi. Kita cuma perlu mendapat kesempatan mengintip bagaimana utopia itu terjadi dan setengah (atau seperempat?) berharap akan terjadi keajaiban. Tidak hanya itu saja, perasaan apalagi yang lebih baik daripada perasaan bahwa kamu tidak sendirian. Di dunia macam begini, perasaan sendirian adalah perasaan paling membunuh. Memiliki teman-teman, meski dalam bentuk fiksi seperti di Brooklyn Nine-Nine adalah obat duka terbaik meski sakitnya masih terasa.

Baca juga :
Seorang Pedagang Jajan Pasar Itu Bernama Mbah Satinem

Piye Kabare Kowe? Dan Sebuah Pertanyaan Renungan

Lirik Apa Kabar Mantan NDX Adalah Sebuah Kekuatan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini