Waktu Baca: 2 menit

Bicara soal bubur, banyak sekali versi dari makanan ini. Ada bubur model Bandung yang biasanya diberi kacang dan kaldu ayam. Lalu ada bubur model Tiongkok yang kadang kelihatan polos saja tapi biasanya memiliki banyak teman pendamping. Lalu kita juga memiliki bubur yang kelihatan mahal sekali dalam bentuk bubur kepiting. Nah, dari banyak jenisnya bubur itu, anda perlu mencoba bubur bakar 221 Sleman.

Bubur bakar 221 Sleman

Mengapa Bisa Lembut?

Owner dari bubur bakar, Hoshi Rahma, menyebut bahwa ia menggunakan teknik khusus dalam menciptakan bubur bakar ini. Bubur dimasak dengan menggunakan claypot. Nah, claypot ini mampu menahan dan menyebarkan panas secara merata. Hasilnya? Bubur tetap lembut dan hangat saat tiba di meja pelanggan.

Hoshi mengatakan bahwa untuk claypot ini ia memiliki persyaratan tertentu. Menurutnya, kalau claypotnya tidak pas, hasilnya tidak akan seenak yang ia harapkan. Menurut catatan saya, claypot semodel milik Hoshi Rahma ini pernah menjadi andalan restoran restoran bubur kelas atas. Ya, claypot memang alat makan unik yang memiliki banyak kelebihan.

Harga Murah dan Bersaing

Jika biasanya bubur yang menggunakan claypot memiliki harga mahal, maka bubur bakar 212 Sleman justru memiliki harga yang bersaing. Ia menjual harganya di kisaran sepuluh ribu rupiah. Untuk mendapatkan bubur claypot di Jakarta misalnya, anda harus merogoh kocek hingga 50 ribuan. Tentu menyenangkan bisa menyantap claypot dengan harga yang jauh lebih ramah dompet. Soal rasa juga tidak kalah. Bubur milik Hoshi Rahma ini benar benar lembut dan sesuai yang kita harapkan dari sebuah bubur yang sempurna. Untuk melengkapinya, Hoshi juga menyediakan kuah kaldu untuk memperkuat rasa.

Topping yang bervariasi

Hoshi Rahma tak lupa menyediakan beraneka ragam topping untuk bubur miliknya. Beberapa topping yang bisa anda nikmati adalah jagung manis, ayam, sosis, beef dan bakso juga Chaipo. Hoshi tampaknya ingin bubur bakar 221 Sleman benar benar akrab dengan millennial, maka dari itulah berbagai pilihan topping sangat millennial.

Awal Mula Usaha

Tentu menarik sekali mengenal cerita di balik bubur bakar 221 Sleman ini. Hoshi mengaku ia mendapat resep bubur ini dari Solo. Ya, ia banyak melakukan eksplorasi usaha kuliner. Sebab, secara niat Hoshi memang ingin membuka usaha sendiri meski saat ini masih berstatus sebagai mahasiswi hukum di sebuah perguruan tinggi di Yogyakarta. Setelah menemukan resep tersebut, Hoshi lalu memodifikasi agar resepnya bisa masuk ke lidah orang Yogyakarta. Hasilnya lumayan, meski hanya buka di saat weekend. Bubur milik Hoshi bisa menjual puluhan mangkok setiap buka.

Hoshi juga mengaku berusaha benar menjaga kualitas buburnya dan memperhatikan keinginan pelanggan. Hal itu agar pelanggan tidak kecewa dan melakukan order ulang setiap datang ke gerainya.

Ekspansi

Hoshi menyebut bahwa ia memang pengen mandiri dan membuka lapangan kerja bagi banyak orang. Jelas, ia sudah memikirkan ide untuk melakukan ekspansi. Saat ini, usaha bubur bakar 221 Sleman miliknya memang masih berkutat di satu tempat. Namun, pikiran membuka cabang sudah tergambar di benaknya. Rencana yang ia pikirkan adalah membuka usaha bubur serupa di Yogyakarta. Ia berharap bisa merealisasikan mimpinya. Sebelum itu terjadi, Hoshi tetap berkomitmen menyelesaikan kuliahnya.

Semoga berhasil Hoshi. Buat kamu yang pengen ke Bubur Bakar 221 Sleman, langsung saja klik di sini dan nikmati bubur lembut ala Hoshi.

Baca juga kuliner kuliner tersembunyi lainnya:
Soto Sapi Enak di Magelang, Nyarinya Sampai di Desa!

Selow Ala Ngatini, Sang Peracik Soto Bebek Jumirah

Menjaring Rasa Alami Lewat ‘Iwak Kali Kwilet’

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini