Waktu Baca: 3 menit

Natasha M.G. atau kerap dipanggil Tasha adalah mahasiswi di Fakultas Hukum Universitas Tarumanagara yang saat ini pulang kampung karena kampus melaksanakan kuliah online. Mahasiswi angkatan 2018 yang memasuki semester 7 ini terpaksa menjalani masa transisi dari perkuliahan offline menjadi online akibat pandemi Covid-19. Sebagai mahasiswi yang mengalami kuliah jarak jauh, ia punya banyak kesan dalam cerita kuliah online yang ia alami.

Cerita ini dirangkum dari sesi Live Instagram bareng Official Account IPTI Jakarta dengan tema “Sekelumit Kisah Dari Negeri Serumpun Sebalai”.

Awal Mula Cerita Tasha Kuliah Online

Pada awal mula pandemi Covid-19 pada bulan Maret 2020 Universitas Tarumanagara mulai melakukan pembatasan kegiatan kampus dan melaksakan kuliah secara online. Tasha mengaku kebijakan kampus ini dirasanya mendadak dan gak biasa.

Kegiatan kampus banyak yang dibatasi, hanya kegiatan penting saja yang boleh dilaksanakan. Selain itu harus lewat online. Nah, hal tersebut membuat Tasha terpaksa pulang ke kampung halamannya yaitu di Pulang Bangka untuk mengikuti perkuliahan online. Untungnya sih, ia cuma tinggal mengerjakan skripsi dan magang jadi tidak begitu repot.

Magang Offline di Kejaksaan Negeri

Saat ini Tasha sedang melalukan magang di Pangkal Pinang di kejaksaan negeri tingkat kota selama 3 bulan di mulai dari Juli sampai Oktober 2021. Awal mula magang disitu ya karena sudah pulang kampung dan emang terjebak pandemi Covid-19. Jadi tidak jauh-jauh dari rumah dan kalau magang virtual rasanya kurang puas. Ingin mencoba magang secara offline sepertinya seru. Bahkan Tasha satu satunya mahasiswi UNTAR yang magang di kejaksaan negeri Pangkal Pinang.

Selama magang Tasha menangani tugas di pidana khusus biasanya kerjaannya di kantor atau di persidangannya. Sering tuh bolak balik ke kantor dan PN (pengadilan negeri). Alangkah lucunya nasib Tasha, kampusnya online tapi magangnya offline.

Kuliah Online Membuat Mahasiswa Tetap Aktif Atau Gak Sih?

Tasha menuturkan itu tergantung keaktifan dari pribadi masing-masing, karena sistem kelasnya gak ada breakout room. Jadi, apabila dosen mengajukkan pertanyaan ke mahasiswa ya harus dijawab.

“Ada cerita lucu sih mengenai shifting kelas. Ada beberapa dosen yang tidak tetap. Nah, kan baru awalan semua pakai media online pasti pada kagok bingung pakai aplikasi apa. Eh malah waktu kelasnya abis dipakai untuk pindah-pindah platform” – Ujar Tasha sambil tertawa

Kalau membahas ujian sih tetap bisa seperti biasa. Ada yang mengetik dan ada yang harus menulis tangan sebelum kemudian kita scan untuk dosen. Nilai bagusan mana pas pandemi atau tidak? Sambil ketawa Tasha menjawab sama aja sih tergantung kemampuan masing-masing dan kemurahan dosen. Absensi juga berpengaruh aktif dan tidak aktif di kelas.

Rasanya Diskusi Lewat Online Tuh Enak Gak?

Rasanya pasti tidak seenak offline ya tapi saat diskusi online tetep keep in touch tapi tidak se intens dulu soalnya dulu bisa diskusinya ketemu setiap hari di kampus.

“Ada sih yang tetap intens yaitu grup aku berempat sama temenku yang setiap hari bahas kehidupan, kuliah dan sebagianya” – Ujar Tasha

Namun jelas, rasa rasanya pas diskusi online itu kagok. Kadang, sedang asyk asyknya diskusi. Jaringan malah mati.

Tips Cara Konsen Belajar Kalau Online Ala Tasha?

Ya, jelas bahwa di rumah tuh pasti banyak gangguan dan rumah seharusnya bukan tempat untuk belajar apalagi kuliah selama berjam jam. Memang beda sih belajar di kampus dan belajar di rumah. Tapi, agar bisa konsen dalam belajar harus fokus dengan pertimbangan ingin segera cepet lulus, harus memiliki motivasi belajar, dan yang terpenting harus memaksakan diri agar konsen belajar. Karena ya memang kondisinya sedang tidak ideal begini.

Untuk lengkapnya, berikut tips-tips kuliah online biar cepet lulus Ala Tasha;

  1. Fokus datang dari diri sendiri, misalnya cari tujuan kuliah itu apa bukan hanya main main saja. Selalu comit sesuai tujuan kuliah.
  1. Menjaga hubungan dengan teman, butuh effort antar keduanya dengan selalu keep it touch. Misalnya saling kirim go food atau sering bantu-bantu temen jika ada masalah.
Planning Setelah Mendapat Gelar Sarjana Hukum?

Tasha menjawab lebih memilih berkarir di Jakarta daripada di kampung halaman. Alasannya karena banyak lawfirm, dan chance nya lebih besar di Jakarta.

Ya segitu dulu kutipan cerita dari Natasha M.G. dalam sesi Live Instagram bareng Official Account IPTI Jakarta. Itulah cerita kuliah online yang menjadi keseharian Natasha M.G. Semoga memberikan inspirasi dan gambaran perkuliahan online di fakultas hukum.

Baca juga kisah kisah kuliah online lainnya:

Tipe Tipe Guru Online

Pengajar Online dan Suka Duka Yang Dihadapinya

Pengalaman Wisuda Online

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini