Waktu Baca: 3 menit

Tik Tok adalah media sosial baru. Keberadaan Tik Tok bagaikan revolusi media sosial 3.0. Jika dahulu kita harus membuat video panjang dan menguploadnya ke Youtube, lalu harus menunggu bertahun tahun sampai video kita hilang begitu saja, Tik Tok membuat semuanya lebih mudah. Di Tik Tok anda hanya perlu membuat video pendek dan berkat algoritmanya yang ‘lebih fair’, video anda bisa trending tanpa anda harus mencari followers dulu. Namun, bagaimanapun bagusnya Tik Tok, ada efek negatif Tik Tok yang harus kita waspadai. Lalu apa efek negatif Tik Tok?

Membuat Anda Memiliki Kelainan Syaraf

Tik Tok mengajari kita bahwa menjawab umur saja harus pakai joged. Umur berapa? Anda harus goyang kiri dan kanan dulu untuk nanti menunjuk ke pop up tulisan yang akan memberitahu kita umur anda. Kenapa nggak langsung saja gitu lhoh? Umur berapa? 20 tahun! Kan sudah selesai.

Saya khawatir, jika kita terbiasa menjawab semua pertanyaan dengan joged, itu akan menjadi kebiasaan. Bayangkan anda sedang melakukan interview dengan HRD perusahaan. Mereka lalu bertanya apa impian anda. Anda malah menjawabnya dengan menyetel lagu dan joged dahulu sambil menunjuk nunjuk ke ruang kosong, berharap ada pop up tulisan yang menunjukkan mimpi anda. Please, jawab saja langsung, tidak perlu berjoget! Takutnya tidak cuma kebiasaan, bahkan alam bawah sadar akan terbiasa menjawab apa apa dengan joged. Anda bisa memiliki kelainan syaraf gara gara Tik Tok.

Baca Juga : Literasi Media dalam Transaksi COD

Membuat Anda Jadi Orang Paranoid

Tik Tok menjadikan anda orang yang suka berprasangka. Lihat saja beberapa jenis konten Tik Tok. Tentu anda akrab dengan akun yang suka mengunggah konten dengan judul seperti ‘nama cowok cowok yang romantis’, ‘nama cowok yang playboy’ dan seterusnya. Indonesia negara bebas, kita boleh berpendapat. Akan tetapi, setiap pendapat harus memiliki dasarnya dong. Iya kan?

Sebagai contoh, ada yang mengunggah video nama nama cowok brengsek. Tentu menjawabnya tetap dengan joged. Saat menyebutkan nama nama cowok brengsek itu, si pengunggah tidak menjelaskan alasan di balik analisanya. Ia cuma joged, nunjuk nunjuk udara kosong untuk kemudian menunggu pop up tulisan yang memunculkan nama laki laki secara random. Ada Benny, Jason, Kevin dan lain lain…Lah, itu kan nama cowok yang umum, kenapa bisa mereka mendapat label brengsek tanpa alasan? Apa salah mereka?

Ya itu tadi, gara gara Tik Tok kita belajar paranoid.

Membuat Anda Menjadi Sombong

Banyak akun di Tik Tok memamerkan keberhasilan mereka. Namun, bukannya menginspirasi, kadang saya malah jengkel. Standar kesuksean yang harus anda tampilkan di media sosial adalah standard kesuksesan yang luar biasa. Minimal punya usaha omzet ratusan jutalah. Lha ini, bisa ternak lele hidup semua saja dijadikan konten dengan lagu megah seolah ia baru saja memenangkan medali emas Olimpiade. Hei, kita tidak melarang anda untuk berbagi inspirasi tapi ada perbedaan tipis antara memberi inspirasi dan sombong terselubung. Orang melihat konten ini bukannya mendapat inspirasi, malah kepikiran untuk memamerkan kesombongan yang sebenarnya ya gak gimana gimana juga.

Membuat Anda Tidak Realistis

Setiap melihat Tik Tok, rasanya tidak ada cewek yang biasa biasa saja, semua cantik. Tapi kita lupa bahwa cantik di Tik Tok itu banyak yang filter. Kalau kena filter, memang banyak cewek tiba tiba kulitnya super putih, hidungnya mancung, bibirnya merah merona tanpa lipstik dan seterusnya. Tapi tentu saja mereka nggak nyata.

Gara gara Tik Tok, kita jadi berpikir bahwa banyak banget cewek cantik, kenapa pacar saya enggak salah satunya? Padahal pacar kita okay, they are fine. Karena kita kebanyakan lihat Tik Tok dengan ciwi ciwi yang (kelihatan) cakep, udah gitu kelihatan ‘berani’, kita menjadi tidak realistis dan tidak bersyukur pada keadaan. Bisa bisa, anda menjadi tidak bahagia.

Baca Juga : Atasi Stres Saat WFH? Simak Tips Berikut Ini!

Membuat Anda Salah Fokus

Efek negatif Tik Tok selanjutnya adalah membuat kita salah fokus. Misalnya saja, kalau olahraga seharusnya membuat kita menjadi sehat, kita malah berfokus untuk olahraga demi konten Tik Tok. Kan gak bener ini! Kalau orang lain pengen sukses untuk membahagiakan orang tua, kita pengen sukses untuk membuat Tik Tok kita banyak viewers dan likenya. Hidup bukan cuma soal Tik Tok! Hidup juga soal Instagram dan Twitter…wkwk…bercanda  gaes, hidup ya soal bagaimana kita menjalani dan bersyukur. Kalau Tik Tokmu rame ya amin, kalau sepi ya bukan rezekinya aja, gak usah harus olahraga pake Be-Ha biar Tik Tokmu rame. Selow aja gitu.

Nah, itu tadi adalah efek negatif Tik Tok versi saya. Apa versimu?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini