Waktu Baca: 3 menit

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat yang lagi-lagi diperpanjang hingga tanggal 9 Agustus 2021 menjadi topik yang hangat sekali dibicarakan di kalangan masyarakat, terutama para pelaku usaha. Orientasi pemberlakuan pembatasan ini pun dilakukan demi mengurangi kuantitas dan mencegah kualitas penyebaran virus Covid-19.  Namun, pada praktiknya, pemberlakuan pembatasan ini justru dianggap kurang efektif dan cenderung mematikan usaha kecil karena terbatasnya jam operasional hingga mobilitas para pelaku usaha untuk beroperasi. Lantas, gimana sih kata UMKM soal PPKM terkait hal ini? Yuk, kita simak!

UMKM atau yang dikenal sebagai usaha mikro, kecil, dan menengah merupakan suatu bentuk usaha yang saat ini sedang berkembang pesat di kalangan masyarakat. Bentuk UMKM pun terbilang cukup beragam dimulai dari penjual kebutuhan pokok seperti sembako, penjual kerajinan tangan, penjual olahan/masakan rumahan, bisnis keluarga, hingga online shop. Berbagai jenis UMKM ini pun bergerak di bidang yang berbeda-beda yang mencakup hampir di seluruh aspek kehidupan. 

Dilihat dari berbagai sisi, kebijakan pemerintah dalam menerapkan PPKM ini menimbulkan cukup banyak pro dan kontra untuk masyarakat di berbagai kalangan. Hampir di setiap sektor usaha baik negri maupun swasta mengalami penurunan penjualan dan pemasukan karena pemberlakuan PPKM yang lagi-lagi diperpanjang. Bahkan tidak dapat dipungkiri bahwa beberapa perusahaan besar hingga UMKM yang memutuskan untuk gulung tikar. Hal ini menjadi salah satu solusi yang akhirnya dipilih dan dengan berat hati harus dijalankan oleh para pelaku UMKM demi bertahan hidup ditengah pandemi.

Soal PPKM yang Diperpanjang: Capek deh!

Beberapa UMKM yang saya kenal pun merasa bahwa pemberlakuan PPKM ini sangat memberatkan para pelaku usaha. Disamping menurunnya pendapatan dan pemasukan, beberapa rekan pelaku UMKM yang saya kenal juga merasa bahwa mobilitas mereka dalam melakukan usaha juga menjadi sangat terbatas. Berikut ini adalah kata UMKM soal PPKM.

“Sebelum PPKM biasanya kami ada pesenan banyak yang dari kantor-kantor itu belinya borongan kan, tapi sejak PPKM ini dan kebanyakan kantor menerapkan sistem WFH jadi ya pendapatan sudah pasti berkurang,” ujar Chrysant. Berbekal kepiawaiannya mengolah rempah-rempah tradisional, Chrysant dan ibunya menjajakan jamu botol yang sudah berjalan selama kurang lebih 10 tahun.

Baca juga : Thrifting Online untuk Pemula: Yuk Kenalan!

Pesanan jamu yang diterima tiap harinya pun terus bertambah karena jamu yang disajikan merupakan racikan alami tanpa bahan pengawet. Jamu Putri Ayu dikemas dalam bentuk botolan yang kemudian dijajakan melalui komunitas-komunitas gereja, social media hingga Car Free Day. Bahkan, tak jarang pesanan Jamu Putri Ayu membludak karena pesanan borongan seperti pesanan kantor. “Gak cuma dari pesanan kantor, biasanya kami juga ada stand di Car Free Day, itu bisa 100 botol sekali buka stand,” tambah Chrysant menambahkan.

Pemberlakuan PPKM di berbagai daerah juga berdampak pada peniadaan kegiatan yang bisa mengumpulkan massa seperti Car Free Day. Hal ini tentunya juga lebih kurang membuat mobilitas para pelaku usaha sangat terbatas dalam menjajakan produknya. 

Tak hanya Chrysant, pelaku UMKM lainnya pun merasa cukup keberatan dengan penetapan perpanjangan PPKM. “Selain pendapatan berkurang, pemasok barang (stok) juga cukup sulit buat masuk ke toko, karena banyak jalan yang ditutup,” ujar Audi. Audi mengaku bahwa semenjak pemberlakuan penetapan PPKM di berbagai daerah yang mencakup berbagai sektor tidak terkecuali sektor logistik, pemasokan barang-barang untuk persediaan stok juga agak tersendat. Selain karena penutupan beberapa jalan lintas kota, pengurangan jumlah personil yang bertugas di lapangan juga mempengaruhi distribusi para pemasok ke tiap daerah.

Baca juga : Thrift Shop Korean Style? Gingerline Jawabannya!

“Dan lagi, karena beberapa penjual juga memutuskan untuk tidak berjualan, itu juga berpengaruh ke pendapatan. Karena konsumen kan juga jadi berkurang,” tambah Audi. Berkurangnya konsumen hingga menurunnya pendapatan tentu menjadi salah satu pertimbangan bagi para pelaku UMKM dalam menanggapi pemberlakuan penetapan perpanjangan PPKM. Disamping memenuhi kebutuhan hidup yang kian hari kian meningkat, kebutuhan akan perlindungan diri demi memerangi wabah virus Covid-19 ini juga menjadi pengeluaran yang harus disiapkan dan dipertimbangkan oleh tiap pelaku usaha. 

Pada akhirnya, para pelaku UMKM mengharapkan agar pandemi ini segera berlalu dan laju penyebarannya pun segera menurun. Tentu kita semua juga berharap agar keadaan cepat membaik. Meskipun pada akhirnya kita semua hanya bisa berserah dan berjaga diri, namun alangkah lebih baiknya jika kita juga tetap mematuhi anjuran pemerintah agar pandemi ini segera berlalu. Semangat!

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini