Waktu Baca: 2 menit

Dia ini tergolong cerdas. Untuk menyuarakan aspirasi penolakan perpanjangan PPKM Level 4, ia cukup turun ke jalan memakai bikini, membawa papan tulisan protes. Hasilnya viral, menimbulkan pergunjingan dan membuka kebobrokan pola pikir masyarakat kita. Meski aksinya tidak mengubah keputusan pemerintah soal PPKM, tetapi saya salut dengan keberhasilan aksi ala Dinar Candy. Ia berhasil menarik perhatian publik.

Stress karena PPKM 

Yang ia lakukan kemarin di jalan sebetulnya ringkas, murah, dan banyak pesan. Ia membawa papan bertuliskan “Saya stress karena PPKM diperpanjang”. Jangan anggap bahwa stressnya dia seolah gimmick. Meski dia selebgram yang punya passive income dari media sosial, tapi kerjaan dia sebagai Disk Jockey pasti terganggu. Tempat-tempat hiburan jelas ditutup selama PPKM level 4. Dinar Candy juga punya usaha kuliner Se’i Sapi Langit yang sudah buka cabang di berbagai kota. Semua juga tahu, meski PPKM ini mengijinkan usaha kuliner untuk tetap buka, tapi toh pendapatan tetap merosot. Kalo dia punya hutang modal milyaran, dia bakal butuh waktu balik modal makin panjang gara-gara PPKM ini. Stress karena PPKM ? Ya jelas saja.

Happening Art

Aksinya Dinar Candy sebetulnya masuk di Happening Art alias seni kejadian. Gampangnya, seni kejadian ini adalah serangkaian peristiwa yang sengaja dirancang sebelumnya, untuk menggambarkan persoalan yang hendak diangkat. Kita biasa mengenal happening art dari banyak aksi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa. Mereka memperagakan kondisi atau peristiwa masyarakat yang sedang dikeluhkan.

Nah, mengapa aksinya Dinar Candy jadi Happening Art ? Ya jelas tindakannya pasti dirancang hari-hari sebelumnya. Lokasinya juga tidak asal pilih. Setidaknya jalan tempat ia beraksi tidak kena penyekatan dari polisi. Kalo dia beraksi di depan istana negara, jelas dengan mudah disikat aparat. Dia memakai bikini merah, itu juga ada maksudnya.

Kecerdasan Menyampaikan Pesan

Mindset orang pada Dinar Candy memang soal penampilannya yang seksi dan mengundang gairah pria. Kebetulan sekali di hari yang sama, netizen kita sedang ribut soal bikini di olimpiade Tokyo, yang ditampilkan di televisi. Yeah, suatu keributan yang sangat unfaedah. Lagipula, siapa sih penonton yang akan terangsang melihat atlet berbikini ?
Nah untuk Dinar Candy, siapa juga pengguna jalan raya yang sekian detik melihat Dinar Candy lantas terangsang ? Kelihatan aneh, iya. Siang bolong di trotoar memakai bikini merah, membawa papan bertuliskan “Saya stress karena PPKM diperpanjang”. Jangan-jangan dia beneran stress ?

Namanya juga artis, aksinya tentu dengan mudah viral. Tidak usah mengundang banyak jurnalis untuk datang meliput, video nya tetap cepat sekali viral kok. Dengan mudah pula aksinya masuk top of mind para netizen yang budiman. Bandingkan dengan demonstrasi yang dilakukan massa di Bandung tempo hari. Isunya sih sama, soal penolakan PPKM. Tapi siapa yang bisa ingat sosok inisiator demo? Siapa yang ingat detail aksi mereka?

Tindakan aparat

Kalau pun polisi kemudian memeriksa Dinar Candy, paling persoalannya adalah ijin unjuk rasa. Apalagi ini di masa PPKM. Tapi hebatnya, dia tidak butuh kerumunan untuk membuat ramai. Dinar Candy seorang diri maju, beres !
Ya ada sih, kelompok mahasiswa yang melaporkan aksi Dinar Candy karena dianggap bentuk pornografi dan pornoaksi. Katanya sih tidak sesuai dengan budaya ketimuran. Cuma saya sendiri tidak yakin, budaya timur mana yang dimaksud ? Mungkin timur tengah. Kalo budaya Indonesia timur sih memakai daleman doang buat berenang itu biasa-biasa saja kok.

Kalau pun dia diperiksa kepolisian karena pelaporan itu, ya urusannya nggak panjang lah. Minta maaf juga selesai. Tapi yang penting bagi saya, dia cerdas ! Hayo, Siapa lagi mau mengikuti keberhasilan aksi ala Dinar Candy ?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here