Waktu Baca: 3 menit

Presiden Barcelona, Joan Laporta terlihat terpukul saat mengumumkan kepergian Messi. Ia mengatakan bahwa ia sudah mengusahakan segalanya. Namun, beban finansial karena kesalahan pendahulunya, Bartomeu, menghalangi Laporta untuk memperpanjang kontrak Messi. Messipun resmi meninggalkan Barcelona dengan status bebas transfer. Tidak ada yang menyalahkan Laporta karena situasi memang sulit. Namun, bagaimana kalau Laporta memang berencana membuang Messi? Mungkin ia melakukan berbagai drama untuk menjadikan konspirasi ini berakhir manis sehingga ia bisa cuci tangan. Nah, pertanyaannya, kenapa Laporta ingin membuang Messi, apa alasannya?

Messi Sudah Habis

Cepat atau lambat Messi akan segera mencapai akhir karirnya. Usianya sudah menginjak 34 tahun dan itu berarti fisiknya mulai menurun. Posturnya sendiri cenderung kecil dan pendek. Dengan gaya main yang mengandalkan dribble licin, waktu Messi tidak banyak lagi. Berbeda halnya dengan Cristano Ronaldo yang beralih rupa menjadi poacher handal, Messi sulit beradaptasi dengan peran itu. Ada kemungkinan Messi akan bermain sebagai trequarista di belakang Griezman-Depay, namun Barcelona jujur saja jarang menggunakan sistem trequarista dan lebih memilih memanfaatkan gelandang box to box yang lebih dinamis.

Jikapun Barcelona memaksakan beralih ke sistem trequarista, apakah ini sebanding dengan tipe pemain Barcelona yang sudah kadung nyaman dengan sistem 4-3-3? Belum jika kita berbicara mengenai beban finansial karena kehadiran Messi, apakah layak Barcelona berkorban sebanyak itu?

Indikasi Dari Laporta

Laporta sendiri memang keceplosan sudah merencanakan era tanpa Messi saat ia melakukan konfrensi pers. Saat keceplosan itu, Ia menyampaikan bahwa ia merencanakan hal itu terjadi dalam dua tahun. Namun, ternyata kepergian Messi jauh lebih cepat. Apakah ini berita buruk? Tidak juga. Laporta memang perlu membuang Messi. Kepergian Messi ini berarti Laporta bisa langsung tancap gas dengan rencana revolusi tim. Lalu, kalau dia memang ingin membuang Messi, kenapa tidak melakukannya sedari Juli?

Laporta tidak bodoh. Ia tahu bahwa posisi Messi di Barcelona sangat kuat. Setidaknya, ia harus menunjukkan niat untuk mempertahankan Messi. Jika tidak, ia akan mendapat tekanan saat timnya tidak meraih hasil yang menggembirakan.

Ada Penyebab Lain…

Laporta Membuang Messi

Ya, selain alasan utama di atas, Laporta membuang Messi karena Messi bisa disebut sebagai sumber utama masalah Barcelona (meski sering menjadi solusi juga). Messi sangat sensitif, ketika Zlatan Ibrahimovic datang, Messi langsung murung dan ingin pindah karena perannya sebagai penyerang tengah diokupasi ‘The Lion’. Ia juga menunjukkan ketidakprofesionalan dengan perlakuannya pada Antoine Griezman. Messi yang sempat sakit hati dengan Griezman kedapatan ogah mengoper penyerang Prancis ini. Tidak hanya itu saja, beberapa transfer Barca diduga terjadi karena pengaruh Messi seperti misalnya kedatangan Coutinho dan Gerardo Tata Martino. Ia juga ‘menyingkirkan’ sosok yang dia anggap mengganggu seperti David Villa misalnya. Ketika Messi sedang dalam peak perform, tingkahnya bisa dimaafkan. Namun untuk masa depan, kebiasaan Messi berakibat buruk pada Barcelona. Bahkan, Ronaldinho saja tidak mempengaruhi tim layaknya Messi.

Rencana Laporta?

Oke, anggaplah Laporta sudah berhasil menyelesaikan misi menyingkiran Messi. Kini apa yang akan dia lakukan?

Tahun pertama adalah pembenahan. Ini sama ketika ia memegang tampuk kepemimpinan Barcelona pertama kalinya. Ia telah melakukan beberapa transfer yang cukup baik. Ia juga terus membenahi sisi finansial Barcelona. Sejujurnya, Barcelona hari ini tidak seburuk saat ia pertama kali mengambil alih. Bolehlah Laporta merasa optimis.

Selain itu, keberhasilan Laporta membuang Messi tepat di tahun pertama adalah berkah. Kepergian Messi bisa dibilang telah melepas beban berat pada tim. Tim kini jauh lebih tenang karena mereka bebas mengekspresikan diri tanpa harus menyesuaikan diri dengan Messi.

Laporta kini bisa memberikan panggung untuk Griezman, Depay, Pedri dan De Jong untuk membuktikan talenta kelas A mereka. Sembari melihat bintang bintang tersebut menaklukan tantangan di musim depan, Laporta menyiapkan rencana di tahun kedua untuk membangun tim yang kompak dan mematikan.

Percaya Pada Laporta

Meski perpisahan dengan Messi terasa menyakitkan, namun penggemar Los Cules seharusnya berada di pihak Laporta. Laporta setidaknya beberapa kali berhasil membangun tim juara dengan transfer minim bintang tapi efisien. Tentu masih kita ingat generasi juara pertama Barca di tangan Laporta. Saat itu trio Ronaldinho-Eto’o-Deco mendikte sepak bola Spanyol dan melahirkan gelar juara Liga Champions 2006. Setelah era mereka selesai, selanjutnya masuk era Tiki Taka yang malah jauh lebih mengerikan. Untuk menyelamatkan Barcelona, Laporta tahu kuncinya.

 Baca juga kisah Bal-Balan Lainnya:
Tiki Taka Arsenal Bakal Lengkap?

Richarlison Gacor Tapi Belum Memikat

Jepang Bisa Juara Dunia! Ini Alasannya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini