Waktu Baca: 3 menit

Nggak, saya belum vegan. Sulit menjadi vegan, namun saya mencoba vegan separo separo bahkan lebih karena obrolan saya dengan Jeffrey dari ‘Fortunate Coffee Jogja’. Sebagai pengetahuan, Fortunate Coffee Jogja berlokasi di dekat pasar Pathuk dan merupakan salah satu café vegan di Jogja. Jeffrey adalah manajer di situ.

Posisi manajer di Fortunate Coffee tidak lepas karena Jeffrey juga vegan dan paham seluk beluk Veganisme. Ya, Jeffrey ini sudah menjadi vegan sejak kuliah karena pengaruh dosennya. Ia termasuk pentolan vegan Jogja. Menurut Jeffrey, sejak menjadi vegan, ia merasakan kemajuan pesat dalam kesehatannya. Konon, ia meminta ibunya untuk mencoba diet vegan. Hasilnya? Kondisi ibu Jeffrey yang sempat terkena stroke berangsur angsur membaik.

Dimotivasi begini, saya jadi mencoba vegan. Seenggaknya, saya mencoba menggunakan rumus ‘piring’. Apa itu rumus piring?

Rumus Piring Jeffrey

Menurut Jeffrey, komposisi makanan yang dibutuhkan manusia itu bisa dirumuskan dengan piring. Nah, piring kan bentuknya lingkaran. Anggaplah satu lingkaran itu setara dengan 100 persen. Kemudian, dari 100 persen itu kita membaginya lagi menjadi beberapa bagian. Kita anggap 33 persen atau sebagian dari piring itu wajib untuk karbohidrat. Menurut Jeffrey, manusia tetap membutuhkan karbohidrat. Karbo tidak perlu harus berasal dari nasi. Kamu juga bisa mendapat karbo dari gandum utuh, ubi, nasi merah dan sebagainya. Kemudian 33 persen lainnya haruslah protein. Di sini masalahnya, protein kan biasanya dari daging kan ya? Jeffrey menyanggah, protein bisa kita dapatkan dari tahu, tempe dan sejenisnya.

Lalu sisa dari 100 persen itu apa? Kata Jeffrey itu termasuk sayur, buah buahan dan seterusnya. Bagi Jeffrey, jatah makan daging itu cuma dua persen saja! Wow, padahal kita jelas makan daging lebih dari dua persen dari komposisi lauk kita.

Jangan Makan Daging, Bisa Kanker!
mencoba Vegan
salah satu menu Fortunate Coffe

Ya, beberapa penelitian menunjukkan terlalu banyak daging merah bisa menyebabkan kanker. Daging merah ini termasuk babi, sapi dan kambing. Kok bisa ya? Menurut Jeffrey, tubuh manusia memang desainnya tidak untuk makan daging.

“Coba kamu lihat gigi kamu, gak ada taringnya kan kayak kucing?” tanya Jeffrey. “Ada taringpun cuma empat. Kita memang desainnya tidak makan daging. Kalau desain kita makan daging, pasti kita bisa mencabik daging dengan mudah dan tidak perlu memasaknya dahulu.”

Masuk akal juga!

Jeffrey lalu menambah penjelasannya. “Usus kita itu panjang lho, beda dengan usus karnivora yang pendek pendek. Kalau karnivora asli, ususnya pendek, makanya daging begitu tercerna langsung bisa keluar. Kalau usus panjang, daging akan lama mengendap di badan dan keburu membusuk, pembusukan daging di dalam badan ini bisa membahayakan kesehatan kita karena menjadi sumber kanker.”

Waduh! Ngeri juga ya.

Sebagai informasi, daging memang lebih cepat membusuk dibandingkan dengan sayuran. Karena itulah teori Jeffrey ini, meski harus kita buktikan lebih jauh, cukup masuk di akal juga. Apakah kita harus benar benar berhenti makan daging?

Mencoba Vegan Tapi Juga Mempelajari Diet Lain
mencoba vegan
suasana Fortunate Coffee

Saya lalu mencoba mencari narasumber untuk membicarakan bahaya makan daging terlalu banyak. Dan, ya memang daging merah dalam jumlah banyak tidak sehat. Salah satunya adalah karena lemak hewani tidak mencair dalam tubuh manusia. Hewan berkaki empat seperti sapi dan kambing memiliki suhu melebihi manusia. Lemak yang mereka produksi aman untuk mereka, tidak untuk kita. Di suhu yang lebih rendah, lemak sapi akan membeku di arteri dan bisa menyebabkan stroke serta penyumbatan pembuluh darah.

Ngeri ya? Tapi kalau mau lepas sama sekali dari sapi atau kambing repot juga. Karena itulah saya kini mencoba menggunakan rumus piring Jeffrey. Saya mencoba vegan meski gak sesaklek itu. Sehari saya membatasi asupan daging saya sebesar dua persen saja, bahkan seringkali gak makan daging kecuali weekend. Dengan begitu, saya tetap bisa menikmati daging sapi dan kambing, namun tubuh saya tetap fit dan bugar.

Kalau anda penasaran, silahkan mencoba menjadi vegan dan ngobrol langsung dengan Jeffrey di Fortunate Café Jogja. Monggo!

Baca juga cerita gaya hidup positif lainnya:
Bangun Pagi itu Hal Yang Seru!

Cara Bahagia? Berbagi Tugas Harus Anda Lakukan!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini