Merayakan Negeri Lewat Jaya Wijaya Indonesia

Waktu Baca: 3 menit

Donny Verdian sang superblogger Indonesia belum lama ini merilis lagu berjudul Jaya Wijaya Indonesia. Meski cover single nya bergambar puncak gunung yang identik dengan Puncak Jaya Papua, tapi ini bukan sekadar tentang tanah Papua. Ini tentang romantisnya Indonesia. Menjelang ulangtahun Indonesia ke 76 ini, mari kita merayakan negeri lewat lagu Jaya Wijaya Indonesia.

Sejenak kita lupakan pandemi yang melelahkan ini, setidaknya satu hari saja. Kalo kita merayakan Indonesia dengan pikiran yang keruh dengan pandemi, kita akan sulit menikmati keindahan negeri. Ingatlah, negeri kita jauh lebih tua ketimbang perkara pandemi.

Lagu soal Indonesia, bicara alam atau manusianya?

Kembali ke lagu Jaya Wijaya Indonesia. Sebetulnya sudah banyak lagu yang mengangkat tema tentang Indonesia, mulai dari gubahan angkatan 1945 hingga era milenial. Sebagian besar dari lagu kita masih bercerita tentang keindahan alam Indonesia. Tidak banyak yang mampu mengangkat isu tentang aspek humanis dari Indonesia. Bagi saya ini menjadi tanda bahwa orang lebih mudah ingat Indonesia karena pesona alam fisiknya, bukan karena manusianya. Suasana yang sama saya temukan pada lagu Jaya Wijaya Indonesia.

Aspek Humanis Lagu

Tetapi pemikiran saya berubah ketika memperhatikan bagian refrain. Rupanya mas Donny dan mas Alvon tetap mengangkat aspek humanis. Memang, mereka tidak bersuara soal aktivitas manusia Indonesia. Justru lebih dalam lagi, mereka menyuarakan perasaan kerinduan dan rasa cinta pada Indonesia. Cinta dan rindu itu manusiawi banget. Sisi spiritualitas juga dimunculkan dengan niatan batin mendaraskan doa bagi negeri. Toh namanya mengisi kemerdekaan itu nggak selalu dengan bertindak konkret dengan ikut aksi bela negara atau kerja keras secara fisik. Berdoa dengan tulus ikhlas itu juga penting.

Romantisme Indonesia, so what?

Tidak hanya rasa cinta dan rindu, mereka juga menawarkan motivasi bagi kita untuk bertindak. Ya memang, cinta dan kangen saja tidak cukup. Setelah kangen, njur ngapa? Mas Donny dan Mas Alvon mengajak kita untuk tetap menaruh harapan. Ada keyakinan bahwa di masa depan negeri kita akan berjaya, meski hari ini kita bergulat dengan krisis.

Cita-cita Indonesia

Kita juga perlu fokus pada tujuan berbangsa atau bernegara yang jelas. Kita ingin negeri kita sejahtera dan berjaya. Penggambaran soal kesuksesan negeri sebetulnya bisa kita rujuk dari pembukaan Undang-undang Dasar 1945. Ada empat tujuan bernegara, yang sampai hari ini kita belum benar-benar tuntas. Pertama, melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah negara Indonesia. Kedua, memajukan kesejahteraan umum. Ketiga, mencerdaskan kehidupan bangsa. Keempat, ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Nah, meski negeri kita tergolong sudah berumur tua dan kita belum juga sampai pada tujuan, tetapi baik kalo kita tetap mensyukuri keadaan. Setidaknya negeri kita masih utuh, rakyatnya masih gembira hati tinggal di rumah besar yang bernama Indonesia.

Berikut adalah lirik lengkap dari Jaya Wijaya Indonesia.

Di balik pematang sawah
Lekuk sungai menari
Di kaki gunung, di sisi lembah
Tempat yang kusebut rumah

Di antara gerlap kota
Deru hidup bermakna
Satu berpadu, pacu negeriku
Berbakti untuk pertiwi

Di simpang rindu nan menggebu
Kudaraskan di doaku
Cinta bakti Tanah Airku
Berdenyutlah di nadiku
Jaya Indonesia, Jaya Indonesia, Jaya Indonesia,
Indonesiaku cinta negriku

Berderap penuh harap
Menyongsong hari depan yang cerah
Janganlah sampai goyah
Satu cita untuk selamanya

Di simpang rindu nan menggebu
Kudaraskan di doaku
Cinta bakti Tanah Airku
Berdenyutlah di nadiku
Jaya Indonesia, Jaya Indonesia, Jaya Indonesia,
Indonesiaku cinta negriku
Indonesiaku Tanah Airku
Indonesiaku ya Indonesiaku

Di balik pematang sawah
Lekuk sungai menari
Di kaki gunung, di sisi lembah
Tempat yang kusebut rumah

Di antara gerlap kota
Deru hidup bermakna
Satu berpadu, pacu negeriku
Berbakti untuk pertiwi

Di simpang rindu nan menggebu
Kudaraskan di doaku
Cinta bakti Tanah Airku
Berdenyutlah di nadiku
Jaya Indonesia, Jaya Indonesia, Jaya Indonesia,
Indonesiaku cinta negriku

Berderap penuh harap
Menyongsong hari depan yang cerah
Janganlah sampai goyah
Satu cita untuk selamanya

Di simpang rindu nan menggebu
Kudaraskan di doaku
Cinta bakti Tanah Airku
Berdenyutlah di nadiku
Jaya Indonesia, Jaya Indonesia, Jaya Indonesia,
Indonesiaku cinta negriku
Indonesiaku Tanah Airku
Indonesiaku ya Indonesiaku

 


Mari kita merayakan negeri Lewat Jaya Wijaya Indonesia !

Baca juga : Saat Ku Pulang Nanti, kerinduan Donny Verdian pada Kampung Halaman

Benny Pudyastanto
Benny Pudyastanto
Peneliti lepas untuk isu kesehatan mental di sekolah, merangkap bapak asrama anak-anak SMA

Similar Articles

Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Advertisment

TERKINI