Waktu Baca: 2 menit

“S.. S.. K.. S.. Jiro-jiro, Nyawiji!!” Kurang lebih kalimat yang sering terdengar dari pojok Kelas Pagi Yogyakarta tiap sore. Pada ngapain sih mereka? Teriakan kompak ini bukan datang tanpa alasan. Mereka adalah salah satu dari sekian banyak siswa Sanggar Seni Kinanti Sekar. Wah, apa tuh? 

Sanggar Seni Kinanti Sekar adalah komunitas seni yang mendapat pembinaan dari Dinas Kebudayaan Yogyakarta. Sanggar Kinanti Sekar sendiri dikelola oleh sepasang suami istri yaitu Bagas dan Sekar. Nama Kinanti Sekar sendiri diambil dari nama Sanggar Kembang Gunung. Namun karena pertimbangan beberapa hal maka nama Kinanti Sekar tetap dipakai untuk menamai sanggar tari ini. Apa saja sih yang dilakukan di Sanggar Tari Kinanti Sekar? Yuk, kita lihat!

Sanggar Seni Kinanti Sekar dan Ceritanya

Pada awalnya, Sanggar Seni Kinanti Sekar berdiri pada bulan Juli tahun 2015. Seiring berjalannya waktu, Sanggar Seni Kinanti Sekar ini tidak hanya terbatas pada pengajaran tari tradisional dan daerah. Pembelajaran budaya Jawa lainnya juga diberikan seperti aksara Jawa dan tetembangan.

Tak hanya berhenti di pengajaran, Sanggar Seni Kinanti Sekar juga mengajarkan unggah-ungguh pada tiap siswanya. “Dalam segi program, Sanggar Seni Kinanti Sekar berdiri bukan hanya sebagai tempat untuk belajar menari tapi juga belajar budaya Jawa serta sosial (unggah-ungguh),” ujar Mas Bagas.  Sanggar Seni Kinanti Sekar juga memiliki orientasi yang terlihat dari para pengajar dan sistem pengajarannya. Ini dibuat untuk mempersiapkan para siswanya untuk mampu berkolaborasi dalam dunia kesenian. “Sanggar yang lain berusaha mempersiapkan muridnya untuk mampu “bersaing” dalam dunia kesenia, Sanggar Seni Kinanti Sekar mempersiapkan muridnya untuk mampu “berkolaborasi” dalam dunia kesenian” tambah Mas Bagas. Selain untuk melestarikan budaya Jawa, program latihan juga bermanfaat untuk melatih kepercayaan diri serta bersosialisasi agar lebih peka terhadap lingkungan.

Baca juga : Sastra Anak Untuk Semua Usia

Di Sanggar Ngapain Aja Sih?

Sanggar Seni Kinanti Sekar membuka berbagai jenis program dan kelas yang bisa diikuti oleh umum dimulai dari usia 8-tidak terbatas. Selain kelas pelatihan yang mencakup kelas tari anak-anak, kelas tari dewasa (kreasi dan klasik), kelas aksara Jawa, tetembangan, dan kelas pantomime. Ada banyak program yang bisa diikuti oleh masyarakat di berbagai kalangan. Dimulai dari Workshop, Podcast Cerita Kinanthi, Jumat Wagen, Kelas Alam, Berkunjung ke Rumah Nenek, Klithih Kwaruh, hingga Sowan Sanggar.

Tentunya, tiap kelas dan program yang disajikan memiliki daya tarik tersendiri bagi para pengajar dan siswanya. Namun, sebagai alumni Sanggar Seni Kinanti Sekar saya sendiri paling antusias dengan Pentas Nyawiji. Ini adalah Pentas Kenaikan Kelas dan Kelulusan bagi para siswa di kelas tari anak-anak maupun dewasa. Dalam Pentas Nyawiji sendiri, para siswa diminta untuk menghafal satu tarian. Tarian ini diperagakan dan dinilai untuk membawa para siswa ke jenjang/kelas yang lebih tinggi. Normalnya, di kelas dewasa, tiap kelas akan dibagi kedalam 3 jenjang yang masing-masing akan diisi 3 tarian yang berbeda. Hasil akhirnya akan bergantung pada performa saat para siswa tampil pada Pentas Nyawiji yang akan diselenggarakan tiap caturwulan (4 bulan). Wah, gimana nih jadi tertarik ga sih buat ikutan kelasnya?

Sanggar Seni Kinanti Sekar dan Harapannya 

Mas Bagas dan Mbak Sekar berharap bahwa nantinya budaya Jawa akan tetap lestari dan bisa dinikmati hingga generasi berikutnya. “Dengan adanya Sanggar Seni Kinanti Sekar, masyarakat sekitar (kampung Prawirodirjan) berharap kegiatan seni dan budaya tetap ada dan lestari,”  ujar Mas Bagas. Mereka berdua juga berharap supaya sanggar ini menjadi wadah bagi masyarakat yang ingin mengembangkan potensi seni sebagai aktivitas kebebasan ekspresi. Sanggar Seni Kinanti Sekar :  Nyawiji!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini