Waktu Baca: 3 menit

Banyak cara melakukan sosialisasi prokes, salah satunya dengan cara menarik yang dilakukan mahasiswa Universitas Diponegoro. Ya, sosialisasi prokes ala mahasiswa UNDIP ini menggunakan bahasa Inggris! Mungkin supaya sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. He..he..he..

Awal Mulanya

Minggu pertama, saya, Ranu Dipo Alam selaku salah satu mahasiswa tim II KKN Undip  yang dibimbing oleh Ir. Marry Christiyanto, M.P, I.P.M terjun di kelurahan Jatisari. Saya melakukan sosialisasi prokes dengan cara istimewa ala mahasiswa UNDIP. Tentu, saya tidak mau asal asalan.

Target utamanya adalah warga RT 2 dan RW 7 serta ketua RT dan sekretaris RW tersebut. Awalnya saya mengenalkan pentingnya kebersihan lingkungan, bagaimana cara membersihkan, menjaga dan merawat lingkungan. Penyampaian  itu saya lakukan secara lisan dan menggunakan bahasa Inggris sebelum kemudian diterjemahkan oleh saya sendiri.

Alasan saya menggunakan bahasa Inggris adalah agar program sosialisasi ini bisa membuat mereka akrab dengan bahasa Internasional meski mungkin tidak bisa menangkap keseluruhan kata kata saya.

Proses Sosialisasi

Meski saya menyampaikan dalam bahasa Inggris, saya tidak lupa untuk memberi terjemahan agar mereka tidak kebingungan.

Dalam acara sosialisasi itu, saya berpendapat bahwa saat ini bukan waktunya untuk menyibukkan diri dalam ketakutan akan pandemi. Kita harus bisa lebih fokus kepada hal-hal esensial seperti atensi pada tempat dimana kita hidup, beraktivitas dan beristirahat. Sikap positif sangat penting sekali agar kita tidak terpaku pada masalah semata.

Saya berpendapat, lebih baik fokus menjaga lingkungan lewat hal hal kecil terlebih dahulu. Ya, hal hal kecil inilah yang bisa menyelamatkan komunitas bahkan nyawa individu. “Salah satu indikator bersihnya lingkungan adalah air di selokan tidak tersumbat, sampah-sampah berada pada tempatnya, minim bahkan tidak ada polusi udara serta tidak ada kotoran-kotoran yang berceceran berhamburan disekitaran tempat tinggal.” Begitulah kata saya, sederhana bukan? Tentu saja mudah bagi masyarakat untuk melakukannya asal ada niat.

Banyak diskusi di antara kami

Tatkala diskusi dan edukasi itu berlangsung, terjadi semacam dinamika dan dialektika. Saya mengedukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan beserta manfaat cairan disinfeksi untuk mendukung prokes. Saya banyak berdiskusi mengenai hal ini. Beberapa yang menjadi teman diskusi saya adalah  pak Sigit selaku ketua RT, pak Moko selaku sekretaris RW, pak Hidayat dan kak Rozi selaku warga masyarakat.

Pak Hidayat mengusulkan dan mendorong mahasiswa bisa lebih melek teknologi sehingga bisa mengajarkan hal hal positif. Selain masalah lingkungan, Pak Hidayat juga berkelakar bahwa masyarakat ingin belajar terkait perihal investasi masa depan seperti bitcoin, saham, forex dll. Ya, di era pandemi, investasi demikian memang sedang mencapai popularitas tertinggi. Saya juga paham. Pak Hidayat menyimpan banyak ekspetasi. Harapannya, masyarakat kita selangkah lebih futurologist dalam menentukan cita-cita ekonomi kemasyarakatan serta menghindari culture shock.

Sayapun menyambut usul ini dengan senang. Namun sejujurnya, saya juga belum begitu mengerti sih soal saham dan forex. Mungkin lain kali saya akan mengundang teman saya yang jauh lebih ahli.

Dorongan Dari Saya

Saya juga mendorong adanya follow up setelah sosialisasi yang saya lakukan. Salah satu program saya adalah “DALAMI” yakni Disinfektan Kala Pandemi. Disinfektan saat ini adalah hal yang umum kita temukan untuk mencegah pandemi. Bisa saya katakan bahwa program disinfektan adalah social enginering demi kepentingan bersama.

Bagi saya ini adalah upaya preventif yang solutif, disinfektan dengan bahan-bahan dasar sederhana sudah cukup untuk  menjadi program desa dan menolong desa lebih berkembang dan tahan dari bahaya pandemi.

Targetnya sederhana saja, tempat dinamika masyarakat yang berpotensi besar menjadi asal penularan virus seperti taman bermain, pos kampling dll. Sebelum melakukan proses penyemprotan ini, saya berkonsultasi pada pak Sigit selaku ketua RT, kemudian diarahkan bagaimana mekanisme penggunaan alat semprot disinfektan, dilanjutkan pula arahan tempat-tempat strategis mana yang harus disemprot disinfektan.

Begitulah sosialisasi prokes ala mahasiswa UNDIP yang saya lakukan. Hal kecil ini saya berharap bisa bermanfaat untuk banyak orang.

Baca juga usaha lain melawan Corona berikut ini:

Tim Kubur Cepat Jenazah Corona : Kisah Tentang Mereka

Corona dan Idul Adha: Soal Empati dan Tanggung Jawab

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini