Waktu Baca: 2 menit

Takut sama ular tentu hal yang biasa. Takut dengan singa, juga bisa kita katakan hal yang normal. Nah, kalau takut dengan benda besar, tentu membuat kita heran. Kok bisa ya orang takut sama yang besar besar? Penyakit apakah itu?

Saya lalu mencari cari teman ngobrol yang mengalami hal ini. Kebetulan saya memiliki sahabat bernama Ludovikus Eka. Konon, pria yang akrab dipanggil Ludo ini bahkan ketakutan melihat tandon penampungan air yang sering kita jumpai di rumah rumah. Saking takutnya, ia bahkan sampai menangis.

Tidak Hanya Tandon

Bisa kita bayangkan tandon air itu adalah benda yang cukup umum ada dimana mana. Namun, kita kan masih bisa menghindari kontak mata dengan tandon air karena toh letaknya suka tersembunyi. Lha tapi bagaimana kalau ketakutan si Ludo ini sampai ke tingkat bahkan ia trauma melihat bak mandi? Masa dia gak mau mandi kan?

“Saya tuh pernah melihat semut terjebak di bak mandi. Jujur saja, saya langsung ketakutan. Saya membayangkan diri saya itu ya si semut,” kata Ludo.

Menurut Ludo, masalah dirinya takut sama yang besar besar bahkan membuatnya takut saat melihat instagram. Ya, karena instagram sering ada postingan yang besar besar. Eits, ini bukan bercanda saru ya. Beneran ini. Ludo suka kaget sendiri melihat gambar binatang yang besar. Ia juga suka kaget melihat foto cerobong raksasa.

Ketakutan Ludo sama yang besar besar bahkan pernah membuatnya bertindak aneh saat ke pelabuhan.

“Saya tahulah kapal tanker atau angkutan itu besar. Tapi saya gak pernah membayangkan ukurannya sebesar itu. Makanya saat melihat kapal besar itu pertama kali. Wah, saya benar benar ketakutan, jongkok, sambil menangis,” ujar Ludo. Waduuh…

Terapi Penyembuhan

Jujur, penyebab Megalomania ini kurang jelas juga. Mungkin ada hubungannya dengan genetik. Karena itulah dokter juga menyarankan pengobatan dengan terapi, tidak dengan obat. Pasien misalnya diminta membicarakan ketakutannya sama yang besar besar. Psikolog biasanya coba mengajak pasien melakukan dekonstruksi terkait ketakukan akan hal hal besar.

Kadang juga pasien merasa malu karena ketakutannya sehingga kurang terbuka. Hal itu dapat teratasi dengan melakukan sesi konseling kelompok agar si pasien tidak merasa sendirian. Selain terapi kelompok, jika memang sudah mentok dan mengganggu kehidupan si pasien, maka obat obatan boleh untuk digunakan. Fungsi dari obat obatan ini untuk mengatur hormon agar si pasien merasa nyaman.

Cara Ludo Sendiri

Ludo juga enggan berpangku tangan juga. Ia mencoba mendekatkan diri dengan yang besar besar. Misalnya saja melihat gajah, pesawat terbang dan sebagainya. Tujuannya adalah agar ia cepat terbiasa. Jika ia tidak terbiasa, ya ia akan terus ketakutan.

“Kalau dulu suka pusing bahkan kayak demam sama yang besar besar, sekarang ya saya cuma takut sedikit,” kata Ludo. Ia mengakui, kalau terbiasa ya ketakutannya tidak seburuk itu. Misalnya saja melihat gedung yang menjulang tinggi. Ia tidak sangat takut. Ia hanya merasa seperti halnya sedikit down. Berbeda misalnya saat ia melihat benda yang besarnya tidak ia perkirakan sebelumnya. Di situlah ia sering merasa gugup dan bahkan panik.

Megalophobia Bisa Sembuh!

Ya, jangan terlalu khawatir dengan megalophobia karena penyakit ini mungkin sekali untuk sembuh. Kamu bisa berkonsultasi dengan psikolog agar bisa menemukan terapi yang tepat untuk menyembuhkan penyakit ini. Memang, jenis jenis fobia ada banyak dan kamu tidak perlu terlalu rendah diri jika mengidap phobia tertentu. Yang penting, kamu konsisten berusaha untuk sembuh.

Baca juga liputan psikologi khas Pakbob.id lainnya:
Cara Bahagia: Berbagi Tugas Harus Anda Lakukan

Mendengarkan Omongan Motivator Malah Bikin Emosi

Mengapa Ada Orang Muda Yang Melakukan Bunuh Diri

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini