Waktu Baca: 3 menit

Tidak semua barang yang kita butuhkan tersedia di platform e-commerce macam Bukalapak, Tokped, Shopee, atau Blibli. Apalagi ketika bicara barang bekas, berbagai platform itu bukan tempatnya. Justru di Marketplace FB itulah tempatnya. Maka kalo kamu anggap bermain Facebook itu tidak asyik atau tidak menguntungkan, kamu salah besar. Fitur marketplace adalah surganya pemburu barang bekas. Berikut adalah tips berburu barkas di marketplace Facebook.

Algoritma

Marketplace FB memiliki algoritma yang khas. Begitu 2 kali kita mencari dengan kata kunci helm bekas, berikutnya di feed marketplace kita akan tersedia makin banyak tawaran helm. Saking canggihnya, aktivitas pencarian yang kita lakukan di HP akan berdampak pada algoritma feed marketplace. Baru mikir mau cari setrika bekas aja, tiba-tiba di feed muncul tawaran setrika bekas.

Baca juga : Thrifting, Barang Bekas Kok Mahal?

Kata kunci

Marketplace adalah fitur jual beli yang menurut saya tidak tertib. Orang bisa ngaco dengan nulis apapun, harga berapapun. Bahkan tanpa keterangan barang yang ditawarkan pun bisa saja muncul jadi sebuah penawaran. Maka kalo kita mau mencari barang, kita perlu tahu padanan katanya, atau konteks barang yang dimaksud. Misal mencari magic com bekas, kita bisa saja mencari dengan kata kunci barang kos. Ya, karena banyak anak kos yang menjual perabotan mereka. Bahkan seringkali tawaran disajikan dengan gambar saja, tanpa keterangan nama barang.

Periksa waktu posting

Kalo kamu menemukan aitem barang yang kamu minati, perhatikan waktu posting. Apakah diposting beberapa jam lalu, beberapa hari lalu, atau lebih dari seminggu yang lalu. Kalo ada keterangan lebih dari seminggu yang lalu, itu artinya barang ditawarkan sudah berbulan-bulan lalu. Mungkin barang masih ada, tapi bisa saja barang sudah terjual dan user lupa menghapus tawaran. Maka paling baik, pilihlah tawaran yang diposting maksimal seminggu yang lalu.

Periksa kota asal penawaran

Perhatikan juga kota asal penawaran. Sebaiknya sih berasal dari area yang sama dengan tempat tinggalmu. Meski kamu sudah setting agar yang dimunculkan adalah tawaran dalam radius 20km dari posisimu, tapi kadang-kadang ada user yang nakal. Misalnya dia menawarkan penjualan untuk area Jogja, padahal aslinya dia berjualan dari Tangerang. Nah, penawaran macam ini malah merepotkan.

Pilihan transaksi

Kalo kamu pakai marketplace FB, transaksi paling cocok adalah COD. Hindari transaksi yang dengan pengiriman, karena tingkat kepercayaan rendah, resiko tertipu lebih besar. Kalo kamu ingin beli aitem dari luar kota, paling baik adalah mencari barang di platform e-commerce yang lain. Nah, ketika kamu melakukan COD, pembayaran bisa saja tunai, bisa pula transfer ke rekening penjual. Soal ini sih tergantung kesepakatan antara kamu dan penjual.

Cara mencari informasi

Umumnya tawaran di marketplace bisa kita tanggapi dengan kirim pesan inbox pada penjual. Ada pula yang mencantumkan nomor WA yang bisa dihubungi. Kalo ada nomor WA, hubungi saja. Tetapi kalo tidak ada, pakai fasilitas messengger / inbox FB. Kalo kontak kita dijawab, berarti penjual ini serius menawarkan barang. Tetapi kalo pertanyaan kita tidak ditanggapi, berarti dia tidak niat berjualan.

Kalo kamu menemukan lebih dari 1 foto yang sama di feed marketplace, perhatikan juga nama penjualnya. Jangan-jangan banyak tawaran aitem tapi penjualya sama. Pola ini mungkin terjadi karena ada saja penjual yang membuat spam. Misal dia jualan helm, tetapi membuat banyak sekali penawaran di marketplace. Kalo kamu memang merasa cocok dengan aitem barang yang ditawarkan, hubungi saja, meski itu cara berjualannya dengan spam.

Cek kondisi barang

karena COD adalah koentji dalam transaksi marketplace, maka kamu perlu cek langsung barang yang kamu minati. Tidak banyak penjual yang mau menjelaskan dengan detail kondisi barang yang mereka tawarkan. Umumnya hanya memberikan info sepotong-sepotong. Maka dari itu, sediakan diri untuk meluncur ke tempat COD, cek barangnya. Bila cocok, bayar. Bila tidak, batalkan saja.

Pahami harga barang

Tidak semua penjual mau menuliskan harga yang sebenarnya. Kalo dia menuliskan harga Rp 1 , Rp 100, Rp 123, Rp 12345, atau gratis, itu artinya dia minta dihubungi untuk negosiasi. Kalo kamu tidak yakin dengan harga yang sebenarnya ditawarkan, kamu bisa cari perbandingan dengan barang yang serupa di marketplace. Biasanya harga yang ditawarkan tidak jauh berbeda antar penjual.

Soal cara berjualan yang boleh dikata tidak informatif ini, kamu perlu memaklumi. Pengguna Facebook di Indonesia masih didominasi kalangan menengah ke bawah. Literasi mereka juga belum tentu bagus. Maka cara mereka berjualan di marketplace sebetulnya adalah ekspresi mereka untuk menawarkan sesuatu secara online, namun tidak tahu strateginya. Mereka niat berjualan, hanya saja tidak tau tekniknya.

Merasa tertipu atau dirugikan?

Kalo dalam proses penawaran hingga transaksi kamu merasa ada yang ganjil, jangan segan-segan untuk melaporkan. Di marketplace FB juga ada fitur report. Tetapi keganjilan yang saya maksud adalah indikasi penipuan. Misal ada tawaran speaker aktif bekas dengan merk terkenal, harga jauh di bawah harga pasaran, tetapi si penjual mengaku ini barang baru. Nah itulah penipuan. Penawaran yang kurang informatif jangan dianggap penipuan lho ya. Misal penjual menuliskan harga Rp 1 , itu tidak perlu dilaporkan.

Nah, itulah tips berburu barkas di marketplace facebook. Selamat mencoba.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini