Waktu Baca: 3 menit

Mendengar kata psikolog, kita dengan cepat mengasosiasikan dengan kata stress, gila, jiwa, dan mental. Sebagian dari kita udah takut duluan kalo mau konsultasi dengan psikolog. Mungkin juga kita masih samar dengan perbedaan antara psikolog dan psikiater. Saking takutnya, niatan ingin berkonsultasi malah tertunda dan akhirnya buyar. Lalu bagaimana supaya proses konsultasi kita jadi bermanfaat? Berikut adalah tips jitu memulai konsultasi dengan psikolog

Memilih psikolog

Ada banyak tawaran layanan konsultasi psikologi yang beredar di internet, media sosial, klinik, dan praktek mandiri. Mungkin ketika kita sedang jalan-jalan di kota, sesekali kita melihat papan kecil bertuliskan “Praktek Psikolog”. Rata-rata yang buka layanan konsultasi adalah psikolog klinis, yang memang kompeten untuk menangani masalah psikologis secara umum. Jadi sebetulnya mau memilih berkonsultasi dengan psikolog manapun untuk pertama kalinya, tidak masalah. Bahkan kalo mau mengakses layanan psikolog puskesmas pun juga oke.

Soal biaya konsultasi

Perihal tarif alias biaya juga perlu dipertimbangkan. Makin expert psikolog tersebut, makin mahal pula tarifnya. Ruang lingkup kawasan juga berkaitan dengan tarif jasa psikolog. Harga Jogja dengan harga Jakarta jelas berbeda, meskipun mungkin kompetensinya sama. Di Jogja, tarif konsultasi psikolog mulai dari harga 250ribu. Sementara di Jakarta, tarifnya mulai dari harga 450 ribu hingga jutaan untuk sekali sesi pertemuan. Durasi 1 sesi adalah 90 menit. Nanti lain lagi harganya kalo sudah perlu asesmen dengan alat tes.

Siapkan dana yang cukup untuk berkonsultasi. Jangan pernah meminta diskon atau membayar dengan cicilan. Kalo tarif konsultasi seorang psikolog expert sampai di harga 1 juta per sesi, itu sebetulnya kita tidak membayar 1 juta untuk layanan 90 menit. Kita sedang membayar 1 juta untuk proses belajar dia selama bertahun-tahun menjadi psikolog.  Kalo mau yang murah, puskesmas lah jawabannya. Dengan duit 10 ribu bisa konseling dengan psikolog di puskesmas. Layanan psikologi di puskesmas bisa murah karena dapat subsidi pemerintah, bukan karena mereka menurunkan standar profesionalitas.

Baca juga : Berkembangnya Kesadaran Kesehatan Mental Kita

Konseling, Konsultasi, Terapi, atau Tes ? 

“Kak, misal saya butuh tes kepribadian, bisa ke psikolog mana ya?” Hmm.. psikolog tidak semudah itu langsung memberikan tes tanpa tahu tujuan pengetesan. Maka dari itu pertama-tama berkonsultasilah dengan psikolog, untuk menentukan layanan psikologi macam apa yang sebetulnya kita butuhkan. Demikian pula hal nya dengan terapi dan konseling. Baik terapi maupun konseling sebetulnya adalah salah satu cara untuk menyelesaikan persoalan psikologis. Tapi sebelum kita secara mandiri memilih cara penyelesaian, langkah yang terbaik adalah tanya dulu pada psikolog. Siapa tahu persoalan kita sebetulnya tidak harus dicek dengan tes. Mungkin cukup dengan konsultasi wawancara.

Hindari Self Diagnosis

Sekarang dengan mudahnya kita googling masalah-masalah psikologis. Celakanya, ketika kita ketemu dengan satu istilah gangguan psikologis yang 15 persen cocok dengan kondisi diri kita terkini, lantas kita self diagnosis. Kita mencocok-cocokkan keadaan diri dengan daftar gejala. Bukannya tercerahkan, kita malah makin panik. Untuk menetapkan persoalan psikologis, tidak secepat dokter yang menempelkan stetoskop ke dada. Maka, ketimbang kita panik karena self diagnosis, lebih baik konsultasikan keadaan diri pada psikolog.

Bersikap Kooperatif

Waktu berjumpa dengan psikolog hanyalah 90 menit untuk satu sesi. Itu bukan waktu yang lama untuk menangani kasus yang kompleks. Maka manfaatkanlah sebaik mungkin durasi itu. Semakin lama kita banyak diam, kita lah yang akan rugi dan buang-buang uang. Bila psikolog menanyakan situasi kita, jawab saja secara jujur apa adanya. Tidak perlu cerita dengan berputar-putar. Sekalipun kita merasa kuatir atau takut bercerita, ungkapkan saja bahwa diri kita sedang takut untuk bercerita. Nantinya psikolog akan membantu kita untuk berani bercerita. Ingat, setiap kisah kita adalah suatu rahasia bagi psikolog yang tidak akan dibocorkan ke manapun. Tapi kalo kita memilih diam saja ketika berkonsultasi ke psikolog, artinya kita buang-buang waktu dan uang.

Nah, itulah Tips Jitu Memulai Konsultasi dengan Psikolog. Kalo ada masalah psikologis, jangan sungkan-sungkan untuk bertemu psikolog. Salam sehat mental.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini