Waktu Baca: 2 menit

Kalo ada orang yang gagal nagih hutang ke temennya, itu sebetulnya biasa-biasa saja. Banyak kasus lalu berakhir deadlock. Tidak berhasil menagih uang pada teman, lalu hasilnya adalah penyesalan. Ya, penyesalan selalu datang terakhir. Sebab kalo datangnya di awal itu namanya pendaftaran, bos. Supaya teman-teman tidak menyesal, berikut saya bagikan tips menolak teman yang mau pinjam duit pada kita.

Anggap sebagai hibah, bukan pinjaman. 

Cara paling sholeh untuk membantu teman yang kesulitan keuangan adalah dengan bersedekah. Kalo dia pinjem duit, dan kita bisa memberi, anggaplah itu sebagai bentuk hibah, bukan pinjaman. Hibah berarti kita memberikan uang itu secara ikhlas. Kalo dikembalikan ya syukur, tidak ya sudah tidak apa apa. Tetapi ketika kita menghitungnya sebagai pinjaman, berarti ada kewajiban dia untuk mengembalikan uang pinjaman. Nah, karena hibah, maka kita tidak ada keharusan untuk memberi uang sesuai dengan jumlah yang dipinjamnya. Kalo dia mau pinjam 300 ribu dan kita hanya mampu mau meyediakan uang 100 ribu, ya hibahkan aja uang 100 ribu itu. Sekali lagi, dikembalikan ya syukur, tidak ya anggaplah sebagai sedekah.

Berpikir profesional, bukan pertemanan

Soal kehidupan, kita bisa friend. Tetapi ketika di hadapan uang, maka relasi kita dengan teman berubah menjadi transaksional, antara kreditur dan debitur. Jangan sampai pikiran kita dikacaukan dengan melihat bahwa pinjaman uang sama dengan investasi kebaikan demi persahabatan. Meski dia adalah teman akrab kita, tetapi kalo urusan duit, lebih baik teman kita meminjam pada lembaga penyedia jasa keuangan. Berhutang pada koperasi lah, bukan malah mengakses pinjol. 

Uang selalu jujur dan benar. Begitu kata Tuan Krab. Kalo kawan kita adalah orang baik, maka dia akan berusaha tepat waktu membayar cicilan atau mengembalikan pinjaman uang dari kita. Tapi kalo kawan kita itu lambat-lambat mengembalikan pinjaman dengan berbagai alasan, itu satu gejala dia bukan teman yang bertanggung jawab.

Baca juga : Melihat Peluang Pinjaman Super Mikro

Kedepankan akal sehat, bukan emosional

Rasa iba dan kasihan terhadap teman bisa jadi toxic untuk kita. Gara-gara merasa kasihan, yang mestinya duit 500 ribu untuk investasi jangka panjang, malah dipinjamkan pada teman dan tidak kembali. Betapa ruginya itu. Maka ketika ada teman yang mau pinjam duit pada kita, buatlah penilaian alias profiling teman kita. Apakah dia sungguh-sungguh butuh pinjaman duit? Jangan-jangan dia sebetulnya berpenghasilan cukup, tapi jadi susah karena salah urus anggaran bulanan?

Kalo menurut penilaian kita, si peminjam diprediksi tidak akan lancar mengembalikan uang, ya jangan coba-coba memenuhi permintaannya. Sebagai peminjam, tentu dengan mudah teman kita memanfaatkan kata-kata baik untuk mempengaruhi pikiran kita. Ketika kita terjerat oleh rasa kasihan, atau pengalaman relasi masa lalu yang menyenangkan, maka itu akan merugikan kita.

Bersikap asertif

Asertif berarti sikap terus terang dan terbuka pada orang lain. Katakan ya, bila memang keadaannya ya. Katakan tidak bila memang keadaannya tidak. Kalo ada teman yang pinjam uang dan kita tidak punya ‘uang bebas’ yang bebas dari alokasi anggaran bulanan, kita harus berani katakan : “Maaf, aku sedang tidak ada uang yang alokasinya untuk pinjaman. Duit ada sih, tapi bukan untuk dipinjamkan ke kamu.” Mungkin saat mengungkapkan itu rasanya kita berdosa karena tidak bisa membantu orang lain. Tapi sebetulnya soal utang piutang, kita sama sekali tidak ada kewajiban harus memberikan hutang kepada kawan.

Sialnya kita di Indonesia, terutama masyarakat Jawa, ada konsep mental bernama ewuh-pekewuh dan sungkan. Orang jadi takut menolak permintaan teman untuk pinjaman uang, karena takut kena cap serakah dan pelit. Orang takut dapat penolakan dari masyarakat gegara kena cap pelit. Padahal ya biasa saja. Kalo dia gagal pinjam padamu, dia bisa cari pinjaman di tempat lain.

Nah, demikian tips dari kami untuk menolak teman yang akan pinjam duit. Selamat berjuang, teman-teman.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini