Waktu Baca: 2 menit

Kita pasti sudah tidak asing lagi mendengar kata “cyberbullying”. Cyberbullying merupakan tindakan perundungan yang dilakukan di dunia maya dengan maksud menakuti, membuat marah, atau mempermalukan seseorang secara agresif. Kasus ini sudah tak terhitung lagi jumlahnya, khususnya di Indonesia. Nampaknya masyarakat kita masih minim pengetahuan tentang pemahaman cyberbullying, karena di beberapa kasus orang menganggap itu sekadar candaan saja. Rasa-rasanya baik bila kita serukan, “Tukang bully di medsos, bertobatlah!” . Tapi ngomong-ngomong, kenapa cyberbullying masih lestari sampai sekarang ?

Kurang Edukasi

Semua teman suka bercanda dengan satu sama lain, tetapi terkadang sulit untuk mengatakan apakah seseorang hanya sedang bersenang-senang atau mencoba menyakitimu, terutama saat di internet. Kadang-kadang mereka akan menertawakannya dengan mengatakan “yaelah baperan amat,” atau “cuman bercanda kok.” Ada beda tipis antara bercanda dan bullying. Kalimat atau kata yang dipakai boleh jadi sama. Tetapi efek samping di hati dan pikiran bisa berbeda. Nah, untuk membuat perbedaan, begini caranya :

Kalo kamu merasa terluka atau berpikir “sepertinya mereka sedang menertawakanku” bukan ‘tertawa bersamamu’, maka itu sudah tidak masuk ranah candaan.  Kalo itu terus berlanjut meski kamu meminta orang itu untuk berhenti, maka itu sudah termasuk dalam kategori bullying.Jaman sekarang tidak banyak orang yang peka untuk membedakan mana menertawakan orang lain dan mana tertawa bersama-sama.

Baca juga : Kiat Jitu Melawan Body Shaming

Sikap Pasif Korban Bullying

Kebiasaan bullying semakin menjadi-jadi ketika kita dibully, dan kita tidak berbuat apapun. Lebih celaka lagi ketika kita justru ikut menertawakan meski dalam benak kita merasa sakit hati. Mungkin kita takut bereaksi melawan karena kuatir teman-teman akan menjauh dari kita. Padahal namanya penolakan atau perlawanan itu adalah hak yang sewajarnya diperjuangkan.

Peran Orangtua

Pengawasan serta didikan orang tua juga peran yang sangat penting terutama pada anak – anak remaja. Orang tua memiliki kewajiban untuk memberikan edukasi kepada anak – anaknya agar mampu menggunakan media sosial sebagai hal yang positif. Orang tua juga bertanggung jawab untuk melindungi sang anak dalam membatasi penggunaan media sosial apabila sekiranya hal itu sudah membawa dampak negatif kepada anak. Kenyataannya, masih banyak orang tua yang lalai dalam menjalankan perannya untuk melindungi anak di dunia maya.

Bertindak tanpa Berpikir

Kebanyakan kasus cyberbullying terjadi pada orang – orang yang sangat terbuka di media sosial. Hal privasi pun terkadang mereka bagikan pada dunia maya. Memang, mengekspresikan diri di dunia maya bukanlah hal yang dilarang. Namun kita perlu berpikir dua kali “Perlukah semua orang tau segala kehidupan saya?”. Terkadang kita perlu membatasi diri untuk melindungi diri kita juga. Tak jarang pula public figure atau artis mendapat cyberbullying ini karena terlalu mengekspos semua kehidupannya ke media sosial. (kecuali memang mereka ingin dihujat biar bisa viral hehehe).

Lalu, apa yang harus kita lakukan ketika kita mendapat cyberbullying?

 

Lapor pada orang terdekat yang bisa dipercaya

Jangan segan – segan untuk bercerita ke keluarga, teman dekat, sahabat, atau siapapun yang bisa dipercaya jika kita mengalami cyberbullying. Dengan bercerita, kita tidak merasa lagi untuk menanggung beban sendirian. Kita juga bisa memblokir akun yang melakukan cyberbullying itu. Kumpulkan bukti – bukti chat atau pesan suara yang bisa Kita laporkan untuk ditindak lebih lanjut.

Dampak dari cyberbullying ini sangat kuat salah satunya adalah merasa malu, tidak dihargai, marah, dan kesal. Seseorang yang pernah di bully akan kehilangan kepercayaan diri dan kepercayaannya kepada orang lain. Paling parahnya apabila mereka tidak kuat mental bisa terjadi kasus bunuh diri. Persoalannya, para tukang bully ini tidak menyadari efek berkepanjangan dari ucapan-ucapannya. Kalau pun menyadari, biasanya sih tidak mau bertanggung jawab atas akibat yang ditimbulkan.

Bila Vladimir Lenin punya kalimat viral “Kaum buruh sedunia, bersatulah!” Nah, kita bisa serukan, “Tukang Bully di Medsos, bertobatlah!”

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini