Waktu Baca: 4 menit

Baru – baru ini terjadi insiden kontroversial instagram dan berlanjut ke twitter. Lagi lagi artis yang terlibat adalah Adhisty Zara. Sebelumnya Zara dan medsos juga menjadi perbincangan hangat ketika Zata dengan entengnya membiarkan teman prianya menyentuh area pribadinya. Kenapa ya dengan Zara?

Muda dan Berprestasi

Siapa yang tak kenal dengan Adhisty Zara ? Mantan personil JKT48 ini semakin melejit ketika dia memutuskan untuk terjun ke industri film. Karirnya termasuk cepat jika kita membandingkan dengan teman teman seangkatan di JKT.

Sudah banyak film yang menggunakan pesonanya. Beberapa karyanya antara lain Dua Garis Biru, Keluarga Cemara, Mariposa, dan lain – lain. Film film yang ia bintangi banyak mengandung pesan moral dan pesan bagus. Makanya, ketika Zara dan kelakukannya di medsos tidak sesuai dengan film filmnya, banyak yang merasa gelo.

Review Kasus

Kasusnya bermula dari postingan yang membagikan rekaman layar dari second account snapgram Zara yang di bagikan secara close friend. Dalam video tersebut terlihat jelas bahwa Zara melakukan hal tidak senonoh dan tidak layak menjadi konsumsi publik. Saat itu Zara melakukan adegan mesra dengan seorang pria yang jauh lebih tua darinya. Kebetulan si pria, Okin, juga baru saja menjalani proses perceraian yang menjadi drama pula di Indonesia.

Berita ini viral karena menjadi pusat perhatian netizen Indonesia. Video tersebut banyak mendapatkan respon negatif dari masyarakat. Sebelumnya, saya sudah melakukan research dari berbagai sumber dan bertanya soal pendapat dari teman – teman saya di Instagram. Saya cukup banyak mendapat perspektif yang berbeda mengenai kasus Zara dan medsos ini. Yuk, langsung kita bahas.

Salah Siapa ?

Pertanyaan ini saya lontarkan kepada teman – teman untuk mendapat perspektif pribadi dari mereka. Beberapa teman memberikan jawaban demikian ;

“Salah si Zara, dia kenapa nggak belajar dari pengalaman kasusnya sendiri? Kalo dilihat – lihat, kayanya Zara seneng banget mengulangi kesalahan yang sama. Terus juga ngapain sih dia post di medsos?….”

Mungkin Zara senang mendapat perhatian? Entahlah…

“Menurut gue sih salah temen yang bocorin video itu. Kan dia masuk jadi cf ig nya Zara, berarti dia mendapat kepercayaan dong? Kenapa dibocorin? Cepu banget dah.”

“Gue pribadi menyalahkan Okin. Apa  nggak sadar kalo hal yang dia lakuin itu ke anak umur 18 tahun? Are you seriously, Okin? Walaupun udah cerai sama Rachel Vennya, apa dia nggak mikirin anak – anaknya?”

“Nggak ada yang salah. Si pembuat video cuma pingin mengabadikan momen itu di media sosial, yang cepu tadi cuma pingin viral, netizen pingin dipandang keren terus berkomentar banyak kayak gitu. Udah sih diemin aja. Kalo lu nggak suka, skip aja. Ribet”.

Kalau menurut saya, kita tidak bisa menentukan ‘benar’ atau ‘salah’. Balik lagi sebenarnya, lebih penting buat kita mengkoreksi diri.

Masih di Bawah Umur

Hal yang membuat saya tertarik untuk membahas kasus ini sebenarnya adalah persoalan adat dan umur. Sekali lagi, terlepas dari hak dia untuk mengunggah apapun di media sosial, tapi ini di Indonesia? She’s really doesn’t know or act like a stupid people? Indonesia menganut adat timur, kalau tinggalnya di luar negeri mungkin sah – sah saja ( bahkan itu hal yang lumrah ). Selain itu persoalan umur menjadi concern utama saya. Oke, ketika kita bicara kasus ini dari segi umur, kemungkinan besar saya akan menyinggung oknum cowo    ( Okin ).

Disini kita semua tahu bahwa Okin duda beranak dua dan umurnya sekitar 30 tahun keatas, sedangkan Zara baru berumur 18 tahun. Bukan berarti perempuan tidak punya kuasa, tapi Okin punya kontrol yang lebih besar terhadap Zara. Sudah seharusnya Okin tahu dan paham hal – hal yang tidak boleh dilakukan.

Bahaya Grooming dan Pedohilia

Kasus ini bisa jadi contoh salah satu bentuk grooming dan pedophilia. Kok bisa? Sederhananya, grooming adalah proses predator seksual untuk ‘mempersiapkan’ korbannya. Pelaku menggunakan powernya ( fisik, emosional, finansial, dan sebagainya ) untuk membangun hubungan dan ikatan emosional dengan tujuan memanipulasi, mengeksploitasi, bahkan melecehkan targetnya yang masih anak – anak.

“Loh, kan Zaranya juga mau? Bahkan dia juga yang minta untuk cium?”

Bukan berarti ketika ada anak di bawah umur yang meminta seperti itu lalu orang dewasa meng ‘iya’ kan hal tersebut. Seharusnya orang dewasa memberi arahan dan edukasi yang benar. Bukan malah langsung melakukannya ( modus itu mah ).

Penting nggak sih ?

Rasa – rasanya terdengar aneh kalau kita berusaha mencari tahu ataupun mempertanyakan soal salah dan benarnya dalam kasus kali ini. Satu pertanyaan yang pas yaitu “Penting atau nggak penting?”. Mungkin bisa dibuat dengan pertanyaan begini ;

“Apa pentingnya untuk Zara memposting hal senonoh seperti itu?”

( Kalau memang hanya untuk momen pribadi, kayanya akan lebih pas kalau di keep untuk konsumsi pribadi saja. Toh, yang ingin menikmati juga mereka, bukan kita )

“Apa pentingnya netizen mengurus kehidupan pribadi public figure?”

( Anehnya netizen Indonesia, sudah tau hal itu tidak senonoh kok ya masih terus mengurus hal itu toh? Pinginnya berita yang mengedukasi, tapi disenggol dikit skandal artis langsung nyerang. Kalau kita stop untuk tidak terus – terus an mencari tahu, berita kaya gitu ngga akan viral kok. )

Kesimpulan

Saya tahu bahwa itu adalah hak dia untuk berbuat sesukanya di media sosial dan juga itu kehidupan pribadinya. Namun, ketika sudah menjadi public figure harus siap dengan segala risiko dan tanggungjawab yang dipikul. Bukan karena “artis kan juga manusia”, tapi mereka akan selalu highlighted. Jadi, mau tidak mau semua yang  mereka lakukan bakal jadi bahan perbincangan publik. People make mistakes. Yap, saya tahu itu dan memang benar. But as I said before, once you are spotted by a camera, your mistakes spotted too. I think people should understand there will always be a risk whenever you put something on social media. You have to take it.

Begitupun dengan netizen. Di Indonesia bebas menyuarakan pendapat baik di media sosial maupun media massa. Tapi alangkah lebih baik apabila berkomentar seperlunya saja dan jangan semua hal turut ikut campur ( terutama dalam kehidupan pribadi seseorang ). Yuk, jadi netizen yang bijak ? Zara dan medsos kayaknya bukan pasangan yang baik. Tapi kita gak perlu menghujat Zara terus juga.

Baca juga artikel kami lainnya terkait media sosial :

Puasa medsos yuk mungkin kamu butuh

Kisah Asli Bob dan Alice di Facebook

Konten 18+ ala Kemenkes viral

Nikmat Ngrasani

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini