Waktu Baca: 2 menit

Kopi tidak hanya sekadar minuman, namun jika minum secangkir kopi di pagi hari bisa menjaga stamina tubuh. Lalu minum secangkir kopi di sore hari bisa membantu agar mata tetap terjaga pada malam hari untuk menyelesaikan tugas yang menumpuk. Namun yang lebih menarik, ternyata banyak mengandung senyawa antioksidan kopi sehingga memberikan pengaruh positif terhadap kesehatan tubuh.

Hal itu dikemukakan oleh Guru Besar FTP UGM Prof. Dr, Ir. Sri Anggrahini, M.S., dalam pidato orasi ilmiah dalam puncak Dies Natalis FTP UGM ke-58 di auditorium FTP UGM, Senin (20/9). Dalam orasinya, Sri Anggrahini menyampaikan pidato ilmiah yang berjudul “Kopi untuk Kesehatan di Masa Pandemi Covid-19”.

Khasiat Antioksidan Kopi

Di berbagai penelitian di luar negeri, kata Sri, disebutkan bahwa kopi menduduki peringkat teratas sebagai asupan yang dinilai mampu mencegah paparan covid-19. Hal itu mendukung banyak penelitian sebelumnya yang menemukan bahwa kopi bisa meningkatkan kekebalan tubuh karena adanya kandungan polifenol dan fenolik yang memiliki sifat antioksidan kopi. Meski mampu meningkatkan kekebalan tubuh, imbuhnya, namun dianjurkan tidak mengonsumsi kopi dalam keadaan perut kosong. “Minum kopi saat perut kosong bisa memungkinkan naiknya kadar gula darah, asam lambung naik dan resiko kena sakit maag,” katanya.

Penelitian soal khasiat kopi ini menurutnya perlu ditindaklanjuti agar bisa mendorong masyarakat kita gemar mengonsumsi kopi serta mengetahui batas aman mengonsumsi kopi sesuai dengan dianjurkan. Tidak hanya itu, kopi juga bisa digunakan untuk mendeteksi seseorang terkena covid atau tidak. “Umumnya penderita covid mengalami gejala hilangnya indera penciuman atau anosmia. Kopi bisa digunakan untuk mendeteksi gejala tersebut karena memiliki rasa dan aroma yang kuat,”ujarnya.

Sementara Dekan FTP UGM Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc.,dalam puncak  peringatan Dies Natalis ke 58 FTP UGM, mengatakan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (FTP UGM) telah berkiprah selama 58 tahun dalam mengabdi untuk ibu pertiwi. Perjalanan Panjang ini telah menghasilkan ribuan alumni yang bergerak di berbagai bidang, khususnya pengembangan teknologi pertanian dalam memajukan kesejahteraan masyarakat. Sejak didirikan pada 19 september 1963, FTP telah menghasilkan 9 ribuan alumni yang bergerak di berbagai bidang.

Eni mengatakan teknologi pertanian merupakan salah satu penyokong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemenuhan kebutuhan pangan nasional melalui penerapan agroindustri yang berdaya saing dan berkesinambungan.

Meski dalam suasana pandemi, kata Eni, FTP UGM terus melakukan diseminasi berbagai hasil-hasil penelitian melalui webinar dengan narasumber yang mewakili masing-masing departemen untuk memaparkan penelitian unggulannya. Ia menyebutkan sepanjang januari hingga september 2021 sebanyak 92 penelitian yang sudah dilakukan. Dalam laporannya soal data penelitian, publikasi dan kekayaan intelektual yang dihasilkan FTP UGM sepanjang 2021 disebutkan ada 91 penelitian, 191 publikasi di jurnal internasional dan 29 publikasi di jurnal nasional. Lalu ada 7 buku dan book chapter yang diterbitkan, 8 kekayaan intelektual dan 1.422 jumlah sitasi.

Selain bidang riset, kata Eni, FTP UGM juga mendirikan pusat kajian kuliner dan gastronomi Indonesia. Pusat kajian ini diharapkan menjadi wadah bagi para penelitian dan praktisi dalam mendalami bidang-bidang yang terkait gastronomi dan kuliner. “Kita melakukan pengkajian pengetahuan asli dan kearifan lokal soal makanan agar demikian lebih dikenal dan dicintai,” katanya. Gimana sudah ngopi belum ini? Kalau belum yuk ngopi dulu…

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini