Waktu Baca: 3 menit

Problem lini depan Arsenal termasuk pelik, jadi kenapa gak mencoba striker alternatif yang bisa jadi subur? Misalnya saja Sebastien Haller. Siapa tahu, Arsenal butuh Haller.

Membicarakan Sebastien Haller adalah sebuah rasa pahit di lidah. Haller merupakan bagian dari trio maut Frankfurt pada musim 2018/2019. Bersama dengan The Eagle, Haller dan kawan kawannya, Ante Rebic dan Luka Jovic menyumbang lebih dari 80% gol untuk Frankfurt. Meski tidak memiliki skill yang luar biasa, tiga trio ini bak memiliki satu otak saja dan mereka bisa memindahkan bola dengan sangat cepat. Di musim itu, Haller juga menjadi top assister, hanya kalah dari Marco Reus. Ironisnya, setelah musim 18/19 berakhir, Haller bak anak tiri.

Tidak Laris Di Bursa Transfer

Ya, ketika Ante Rebic menjadi buruan tim Serie A, AC Milan dan Luka Jovic malah menjadi incaran Real Madrid, Haller sepi peminat. Haller lalu berhasil menuntaskan transfer ke tim Liga Premier Inggris, West Ham. Di West Ham, Haller tidak buruk. Ia berhasil menceploskan sepuluh gol dari 48 pertandingan liga dan total 14 gol di semua kompetisi

Namun, ia terkena kasus. West Ham gagal membayar cicilan ke Frankfurt. Hal ini sempat mengganggu konsentrasi Haller hingga akhirnya ia malah berlabuh ke Ajax Amsterdam. Perpindahan ke Belanda ini seperti kemunduran karir bagi pria keturunan Pantai Gading ini.

Tajam di Ajax

Ternyata, Haller tajam di Ajax. Di Ajax, ia menemukan partner yang tepat seperti David Neres dan Dusan Tadic. Haller adalah tipe striker yang pintar melakukan pergerakan dan memanfaatkan fisiknya untuk mencetak gol. Di Ajax, ia benar benar mencetak gol untuk bersenang senang. Puncaknya, ia mencetak empat gol dalam satu pertandingan saat melawan Sporting Lisbon minggu lalu. Padahal, itulah pertandingan debutnya di Liga Champions! Haller membuktikan kelasnya sebagai striker andal.

Sayang, memang sinar Haller selama ini tertutup karena waktu yang tidak tepat. Di Frankfurt, Luka Jovic tampak lebih andal. Sementara di timnas Prancis, deretan striker macam Olivier Giroud, Kylian Mbappe dan Antoine Griezmann tak mudah digeser. Haller yang lelah menunggu kesempatan akhirnya menerima kesempatan menjadi striker Pantai Gading, negara leluhurnya.

Meski belum menjadi protagonist, Haller tetaplah berkualitas. Ia malahan bisa menjadi solusi untuk meriam London. Arsenal butuh Haller.

Bagaimana Haller Bisa Masuk di Arsenal

Arsenal Butuh Haller

Harga Haller tak terlalu mahal. Ia juga tidak bermain di tim super top, artinya Arsenal masih mungkin menggaetnya dengan harga yang masuk akal. Arsenal butuh Haller dalam berbagai aspek. Haller akan memberikan opsi berbeda. Saat ini Arsenal memiliki Lacazette, Aubameyang dan Martinelli. Mereka ini adalah striker yang sama sekali berbeda dengan Haller. Haller memberikan pilihan bagi Arsenal untuk memainkan bola atas sekaligus menggunakan fisik dan pergerakannya untuk mencetak gol. Ya, Arsenal butuh Haller agar umpan umpan manis dari kedua sayap Arsenal tidak terbuang sia sia.

Saat ini Arsenal sudah memiliki Nicolas Pepe selaku partner Haller di timnas. Selain itu ada juga Bukayo Saka yang eksplosif. Di belakang striker utama juga ada Odegard yang bisa memberikan umpan umpan terobosan nan berbahaya. Haller lebih dari mumpuni untuk memanfaatkan kelebihan tiga tridente di belakangnya yang bisa memberinya kenyamanan sekaligus menguatkan potensinya. Selain itu, Haller juga bisa turun ke belakang sebagai deep lying forward dan justru memberikan umpan umpan manis kepada Pepe dan Saka yang bisa merangsek maju dan mencetak gol. Arsenal bakal jauh lebih berbahaya.

Pertanyaan Besar

Yang menjadi masalah adalah fakta bahwa Haller tak cukup moncer di West Ham. Padahal, West Ham jelas kalah kelas dari Arsenal. Mungkin ada suara suara miring di Arsenal yang mempertanyakan bagaimana striker gagal West Ham menjadi jawaban doa Arsenal. Tapi, kita harus fair juga. Haller tidak memiliki partner yang mumpuni di West Ham United, sementara di Arsenal adalah cerita yang jauh berbeda.

Arsenal butuh Haller, mereka harus menutup rasa gengsi mereka. Apa guna memiliki lini tengah mewah ketika dua striker utama tidak konsisten. Mengharapkan Lacazette atau Aubameyang berubah moncer seketika nampaknya tidak realistis. Apalagi usia mereka sudah mencapai kepala tiga. Usia yang cukup uzur untuk ukuran seorang striker.

Nah, gimana Arsenal? Siap boyong Haller ke Emirates Stadium?

Baca juga :
Tiki Taka Arsenal Bakal Lengkap?

Inggris di Euro 2020 adalah Drama Usang Tanpa Perlu Penghormatan

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here