Arteta Sadar Diri, Arsenal Berubah

Waktu Baca: 2 menit

Sepakan dari Odegard memecah kebuntuan Arsenal. Arsenal akhirnya berhasil membungkam Burnley. Mungkin sulit anda percaya, Arsenal hampir tidak pernah menang melawan Burnley selama beberapa musim terakhir. Edan juga ya kalau dipikir pikir. Namun kini Arsenal mulai berubah. Salah satu faktor yang mendukung adalah Arteta sadar diri dan itu membantu Arsenal tampil jauh lebih baik.

Secara umum, Arteta tidak mikir terlalu ribet dan mulai memainkan sepakbola pragmatis dengan tujuan hasil. Ya, buat apa maen cakep cakep kalau tidak menghasilkan kemenangan. Berikut adalah beberapa perubahan yang menunjukkan Arteta sadar diri.

Aaron Ramsdale Mendapat Tempat

Arteta Sadar Dirirse

Salah satu perubahan positif yang muncul adalah mulai seringnya Aaron Ramsdale dimainkan. Arteta kini memang mulai belajar pragmatis. Asyk sih punya kiper yang jago memainkan bola dengan kaki. Tapi, tugas kiper kan bukan untuk memainkan bola. Buat apa punya kiper yang jago memainkan bola tapi tidak becus menahan tembakan?

Inilah yang akhirnya mendorong Arteta untuk memberikan Ramsdale kesempatan. Seandainya saja Arteta sadar diri sesegera mungkin, Arsenal tidak perlu membeli Ramsdale. Ya, sebab sebelumnya Arsenal sudah memiliki kiper dengan refleks dan jangkauan hebat dalam diri Emiliano Martinez. Tapi anyway, lebih baik terlambat daripada enggak sama sekali.

Meminggirkan Granit Xhaka

Jangan salah, Granit Xhaka pada saat terbaiknya adalah gelandang energik dan lugas. Namun, pemain satu ini terlalu sering membuat kesalahan nggak penting. Rasa rasanya menaruh Xhaka terlalu sering membuat frustasi kawan kawannya. Partey jauh lebih tenang dan nyaman dalam mengontrol bola. Bahkan Smith-Rowe memiliki kemampuan defensif yang lebih mapan. Bukan dengan gaprak gaprakan tentu saja, tapi melalui kemampuan membaca bola yang cerdas.

Selain itu masih ada Maitland-Niles yang bisa memainkan banyak peran. Jadi keberadaan Xhaka sebenarnya antara penting gak penting juga sih. Malah lebih banyak resiko kalau Arteta memainkan Xhaka.

Memberikan Banyak Ruang Pada Bukayo Saka

Jangan menilai Saka dari kegagalannya mencetak penalti pada final Euro lalu. Saka adalah pemain yang dewasa dan memiliki skill mengagumkan untuk anak seusianya. Saka layak mendapat pujian dan bahkan pemain sekelas Giorgio Chiellini harus menarik kausnya agar si Saka tidak mencuri gol. Arteta yang sadar diri kini harus mulai berhenti menempatkan Aubameyang di pinggir dan membiarkan Saka berkreasi di sana. Saka adalah mesin berbahaya Arsenal.

 

Langsung mempercayai Tomiyasu

Sudah bukan jamannya lagi membeli pemain dari Jepang hanya untuk mempopulerkan tim di negeri Sakura. Pemain Jepang seperti Maya Yoshida punya kelas untuk bermain di Liga Inggris. Demikian juga dengan Takehiro Tomiyasu yang memiliki kemampuan defensif jauh lebih baik dari Bellerin meski tak terlalu eksplosif. Arteta sudah tepat mempercayai Tomiyasu karena Tomiyasu mampu membuat keder lawan yang menyerang melalui areanya. Saat melawan Burnley, Tomiyasu benar benar menjadi benteng bagi timnya.

Bukan Berarti Tanpa Masalah

Kata siapa Arsenal tanpa masalah? Kenyataan bahwa Arsenal kesulitan masuk ke sepertiga lapangan Burnley adalah buktinya. Arsenal harus segera menemukan solusi atas inefisiensi Pepe dan Aubameyang. Kini, Arsenal harus mencoba berbagai solusi sembari menunggu musim dingin dan membeli striker baru yang jauh lebih baik dari Aubameyang. Pertandingan melawan Burnley membuktikan pergerakan Aubameyang tak seindah saat ia masih jaya. Untuk hal ini, Arteta tak hanya harus sadar diri tapi juga realistis. Seperti kata saya kemarin. Apakah ini saatnya Haller?

Baca juga :
Tiki Taka Arsenal Bakal Lengkap?

Arsenal pasrah, Tapi Tidak Ikhlas

Thierry Chota
Thierry Chota
Pengamat bola amatir, juara 53 kali Champions League di Football Manager 15. Tidak Mau Melatih Timnas Indonesia Karena Peduli dengan kesehatan mental pribadi.

Similar Articles

Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Advertisment

TERKINI