Waktu Baca: 3 menit

Konflik dalam sebuah relationship seringkali menjadi momok setiap pasangan. Kalau mau menghindarinya susah juga. Tetapi, seperti halnya memasak, bumbu bisa membuat masakan jadi lezat apabila takaran dan penggunaannya tepat, sebaliknya rasa masakan bisa jadi ga karuan kalau bumbu tidak pas. Nah, untuk menghindari konflik yang berlebihan, kamu harus mempelajari bahasa cinta pasangan anda.

Mempelajari bahasa cinta pasangan membuat anda mengerti apa harapan pasangan anda sekaligus mengurangi masalah masalah yang mungkin terjadi.

Kenali Bahasa Cinta diri sendiri dan Pasangan

Menurut Dr. Chapman, ada lima bahasa cinta :

Yang pertama adalah kata kata affirmasi. Secara mudahnya, ini merupakan kalimat kalimat pujian, ungkapan cinta, rasa terimakasih. Kata kata yang bisa membuat pasangan merasa mereka mendapat kasih sayang dan penghargaan.

Percayalah, ada orang yang sangat butuh mendengar ungkapan ungkapan seperti ini dari pasangannya. Pujian membuat mereka merasa mendapat cinta. Seperti misalnya “terimakasih sudah menemani hariku, kehadiranmu sangat berarti, aku bersyukur karena Tuhan memberiku pasangan yang cantik/tampan, kamu menarik, I love you” dsb. Namun dalam pengucapannya tetap harus jujur dan tulus ya.

Yang kedua adalah tindakan melayani, mewujudkan rasa sayang melalui tindakan konkret seperti membukakan pintu mobil, menarikkan kursi, memasak masakan kesukaan pasangan, menyiapkan kebutuhan pasangan.

Yang ketiga adalah Menerima Hadiah, tidak berkaitan dengan matrealistis tetapi lebih dinilai pada makna hadiah tersebut. Bisa saja hadiah kecil sederhana namun menyentuh hati.

Berikutnya adalah quality Time, menyediakan waktu khusus untuk pasangan yang benar benar bebas gangguan. Melakukan aktivitas Bersama pasangan tanpa memikirkan pekerjaan, tanpa mengecek HP, bermain game, dan lain lain. Mencurahkan waktu untuk memperhatikan pasangan.

Lalu kemudian ada Sentuhan Fisik, seperti bergandengan tangan, berpelukan, kecupan, usapan di kepala. Sentuhan fisik tak melulu bicara tentang sex. Hal ini lebih mengarah kepada keintiman perasaan satu sama lain.

Dengan pedoman lima bahasa cinta oleh Gary Chapman ini mana saja yang merupakan Bahasa Cinta kamu? Menurut saya setiap orang bisa memiliki satu atau tiga bahasa cinta, atau bahkan kelimanya. Perlu mengenali apa yang diri sendiri butuhkan sebelum memutuskan untuk mencari pasangan.

Diskusikan dengan Pasangan tentang Bahasa Cintamu

Setelah tau betul seperti apa yang terbaik untuk dirimu, cobalah untuk terbuka dan membicarakan tentang bagaimana kamu ingin mendapat perlakuan oleh pasangan. Jangan lupa dalam proses ini kamu juga perlu menanyakan bagaimana Bahasa cinta calon pasanganmu dan bagaimana dia ingin kamu memperlakukan dirinya.

Kesepakatan ini adalah kunci sukses sebuah hubungan. Menurut saya cinta itu mudah apabila terdapat kenyamanan di dalamnya. Sebaliknya, cinta mudah pudar jika tidak ada kenyamanan di dalamnya.

Sepasang insan yang siap mengambil komitmen dalam sebuah hubungan sudah seharusnya memiliki tanggung jawab kepada pasangannya. Salah satunya dalam bentuk bersedia memahami Bahasa cinta pasangan dan mau memperlakukan pasangan seperti yang mereka butuhkan. Pergunakanlah waktu di masa perkenalan untuk mempertimbangkan hal ini, agar tidak terjadi ketidak-cocokan di  masa depan.

Jangan sampai hanya manis di awal, lalu berakhir penuh kesalah-pahaman, kekecewaan, suami menganggap istrinya tidak peduli, istri menilai suaminya kurang romantis, kedua belah pihak merasa tertekan dalam menjalani pernikahan. Lebih baik menyadari sedini mungkin kemampuan untuk menerima pasangan kamu.

Dalam Menjalankan Relationship Harus Melepaskan Egosentris

Setelah proses perkenalan berlanjut dalam hubungan yang berkomitmen, sepasang kekasih wajib berfokus pada pasangan dan bukan diri sendiri. Dalam sebuah hubungan dibutuhkan kerja sama yang baik, dan fokus mengerjakan bagiannya. Bukan lagi “kebutuhankulah yang harus terpenuhi, kok aku ga diperhatikan? Kok aku ga dibahagiakan?” tetapi “aku harus melakukan apa ya untuk membuatnya bahagia?”

Tetapi tentu saja hal ini harus menjadi komitmen oleh kedua belah pihak secara bersamaan, niscaya sepasang kekasih mampu saling mengisi. Saya mengajak anda membayangkan atau mempraktekkan bersama pasangan anda (buat yang ga jomblo aja) : sepasang kekasih berdiri berhadapan, di atas kepalanya ada sebuah pot dan salah satu tangan memegang  teko berisi air, keduanya harus menuangkan air kedalam pot yang berada diatas kepala pasangannya. Dengan begitu maka akan saling mengisi. Selamat mencoba, semoga kalian semua yang dalam relationship akan selalu rukun dan berbahagia yaa.

Baca juga :
 Toxic Relationship Itu Apa? Apakah Kita Juga Mengalaminya?

Bahaya Mudah Tersinggung, Bikin Hidup Jadi Lebih Sulit

Kesalahan Fatal Cewek Yang Mengandaskan Hubungan

Gambar oleh : Mike Fenton

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini