Waktu Baca: 3 menit

Saya itu suka bingung dengan orang orang yang kebelet pesta, kebelet nongkrong dan kebelet nikah. Woy! Ini pandemi, pada gak takut mati apa? Atau mungkin manusia saking frustasinya sudah gak peduli lagi mau mati apa hidup. Toh mati kan sudah ada garis takdirnya, jadi ngapain kita terlalu pusing memikirkannya. Gitu toh? Jadi tanpa peduli bahwa mereka bisa mati, mereka tetap nongkrong di Holywings Kemang. Tempat yang katanya sangat gaul dan seru. Saya aja jujur gak tahu Holywings tempat apa. Maklum, saya pensiun dari dunia party ketika Holywings baru naik namanya. Tua ya? He..he…

Nah, saya penasaran, kenapa orang masih mau menyabung nyawa dengan berkerumun di Holywings. Makanya saya melakukan wawancara dengan beberapa teman saya yang berpengalaman di dunia party dan belum pensiun.

Kebelet Party Karena Kita Ini Mahluk Sosial

Saat saya berbicara dengan teman saya, ia sempat menyebut bahwa kita ini mahluk sosial. Pandemi yang sudah berulang tahun ke satu setengah dan menuju dua  ini adalah penyiksaan psikologis bagi manusia yang pada dasarnya mahluk sosial. Apalagi kayaknya usaha pemerintah gitu gitu aja, seolah belum ada perkembangan. Makanya, daripada jadi gila, mending pada party. Itu logikanya.

Tapi saya segera menyanggah. Ah, saya yang tidak tahu Holywings ini tempat apa meyakini bahwa bersosialisasi tidak harus dengan kumpul kumpul di ruang tertutup, padat berkerumun dimana orang memang saling bisa bersentuhan di lantai dansa. ‘Kan banyak cara begitu kita bisa bersosialisasi. Contohlah orang Jepang yang memilih bersosialisasi dengan cerdas. Mereka mencari tempat terbuka. Lalu, mereka berkumpul dengan maksimal lima orang saja dan tentu saja tetap jaga jarak serta bermasker.

Logikanya begini. Kalau di udara terbuka, jaga jarak, dan bermasker, virus itu gak akan ngendon bersama kita. Mereka akan terbang bersama angina sepoi sepoi (halah!). Nah, kalau kamu di ruangan tertutup. Virusnya muter muter di sekitar kamu hingga saat kamu lengah langsung hap! Lalu ditangkap…(emang cicak?). Kalau sudah ditangkap, ya kena corona kamu.

Lalu, kenapa cuma berlima? Ya biar aman. Kalau ternyata corona masih hinggap, seenggaknya ngetracknya cuma lima orang gitu lho, bukan ratusan orang di satu ruangan ber AC di Holywings!

Takut Ketinggalan Pengalaman

Yah, banyak juga yang mengaku bahwa mereka merindukan party dan takut ketinggalan pengalaman party. Iya, siapa tahu besok mati. Jadi, pengalaman berenang renang dua tahun lalu di Finn’s Beach Club itu ya bener bener pengalaman terakhir party. Ya, kata saya, bener juga sih.

Cuman gini, kalau namanya pengalaman terakhir, siapa yang tahu sih? Kalau mati ya emang itulah pengalaman terakhir kita. Tapi, kalau kita masih hidup, kita masih membuka kemungkinan untuk menikmati party party lainnya. Jadi, cobalah untuk tetap hidup dengan berhati hati selama pandemi. Kalau kata saya sih begitu ya.

Kalau kamu bener bener pengen party. Party ajalah di rumah dengan teman teman yang kamu yakin bebas dari corona. Jangan malah ambil resiko begitu mati karena party dengan orang asing untuk sekeder gahool di Holywings. Gak semua orang tahu Holywings tempat apa? Jadi jangan karena pengen gaul dan beken, kamu menyabung nyawa.

Emang Udah Nyerah Sama Hidup Sob…

Ada nggak sih yang sudah lelah sama hidup? Ada laah. Banyak temen saya yang berusia awal 30an bahkan ada yang mau ke 40an mulai merasakan kelelahan dalam kehidupan ini. Mereka ngerasa hidup udah sulit…masih ada pandemi pulak. Apa gak bisa gitu timeout dulu?

Percayalah, hidup sudah susah, makin susah, tapi ke party bukan satu satunya jalan untuk bahagia. Bisa jadi narkoba juga membuat anda lebih tenang, begitu menurut Coki Pardede…bukan saya.

Jadi begini, kalau kamu lelah dengan hidup, ingatlah bahwa selama kamu hidup berarti kamu masih punya kemungkinan. Kemungkinan menjadi kaya, kemungkinan menjadi lebih sukses dan bahagia. Kalau kamu mati, ya udah, selesai gitu hidup kamu. Maka dari itu, ingatlah bahwa badai saja pasti berlalu, masalah kamu juga akan berlalu.

Pada akhirnya, ini prinsip saya, hidup dan mati biar Tuhan yang menentukan. Tapi, selama masih hidup, tugas manusia berusaha sebaik baiknya.

Holywings Tempat Apa? Penasaran Gak Pengen Kesana?

Saya penasaran. Saya kan ya pengen tahu sekeren apa Holywings gitu lhoh. Dulu saya kira dia tempat khusus jualan sayap ayam yang dikasih bumbu macem macem. Beneran. Sumpah! Tapi ya gak pa pa lah saya sabar nunggu pandemi selesai. Toh saya yakin Holywings ini bisnis yang keren dan tahan banting. Habis pandemi, they will still be there. Untuk sekarang, kita sabar sabar aja dan berusaha menyenangkan diri dengan hal hal yang aman.

Baca juga :
Corona di Jepang, Sebuah Cerita Dari Anak Negeri 

Kebijakan Corona Tanpa Komunikasi 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini